Mediana.id - Indonesia berhasil meningkatkan produksi dan penjualan kendaraan bermotor di tahun 2022. Menurut data dari Organisasi Pabrikan Otomotif Internasional (OICA), Indonesia menempati peringkat ke-11 dunia dalam hal produksi kendaraan bermotor, dan peringkat ke-14 dunia dalam hal penjualan domestik.
Pada tahun 2022, Indonesia memproduksi sebanyak 1.470.146 unit kendaraan bermotor, naik 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah ini meliputi berbagai jenis kendaraan, seperti mobil penumpang, mobil niaga, bus, truk, dan sepeda motor.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung industri otomotif nasional. Beberapa kebijakan tersebut antara lain diskon PPnBM, pembangunan pelabuhan khusus kendaraan Patimban, dan perkembangan infrastruktur jalan.
Nangoi juga mengapresiasi kinerja ekspor kendaraan bermotor Indonesia yang mencatatkan kenaikan hingga 60 persen pada tahun 2022. Indonesia berhasil mengekspor lebih dari 470 ribu unit kendaraan bermotor ke 93 negara tujuan. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif Indonesia.
“Gaikindo bersama industri otomotif Indonesia akan terus berkomitmen ke depannya untuk terus meningkatkan pasar domestik dan mendorong peluang Indonesia menjadi basis produksi untuk kegiatan ekspor,” ujar Nangoi dalam keterangan tertulisnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, peringkat Indonesia dalam produksi kendaraan bermotor bisa lebih ditingkatkan hingga masuk 10 besar dunia. Dia optimis target tersebut bisa dicapai oleh para pelaku industri otomotif di Tanah Air.
“Saat ini ada 21 perusahaan yang memproduksi otomotif yang angkanya sekitar 1,6 juta, itu nomor 11. Kalau 11 itu main bola, kita inginnya main futsal, jadi minimal naik di bawah 10,” kata Airlangga saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Airlangga juga menargetkan ekspor kendaraan bermotor Indonesia bisa mencapai 500 ribu unit pada tahun 2023. Dia mengatakan, jumlah tersebut masih tergolong kecil dibandingkan dengan potensi pasar global. Dia berharap, industri otomotif Indonesia bisa menunjukkan daya saing yang kuat dan menghasilkan produk-produk berkualitas.
“Kalau tahun lalu ekspornya 470 ribu unit tahun ini targetnya 500 ribu unit, dan itu sebetulnya target kecil. Itu cuma menambah 30 ribu unit. Jadi ini mudah-mudahan menunjukkan bahwa kita mempunyai daya saing yang kuat dan mengekspor ke 93 negara,” kata Airlangga.
Dengan segala pencapaiannya, industri otomotif Indonesia pantas mendapat apresiasi dari publik dan pemerintah. Industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Semoga industri otomotif Indonesia bisa terus berkembang dan bersinar di kancah internasional. Mediana.id
