SIAPBELAJAR.COM – Kementerian Kominfo bersama Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)
satu suara soal migrasi televisi analog ke digital di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek)akan
dimulai pada 2 November 2022.
ATVSI dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) menyatakan kesediaan dan komitmen untuk
melaksanakan seluruh langkah-langkah persiapan teknis ASO pada 2 November 2022
melalui sosialisasi yang massif, pendistribusian STB dan instalasi pada
perangkat TV masyarakat yang berhak mendapatkan STB dimaksud.
Kementerian Kominfo menyampaikan perkembangan digitalisasi penyiaran dan persiapan penghentian siaran televisi analog (Analog Switch Off /ASO) melalui sosialisasi yang massif, pendistribusian STB dan instalasi pada perangkat TV masyarakat yang berhak mendapatkan STB dimaksud.
Kementerian Kominfo menyampaikan, migrasi siaran televisi analog ke digital dilakukan di 112 wilayah layanan yang meliputi 341 daerah administratif kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Saat ini 90 wilayah layanan sudah disiapkan infrastruktur multipleksing,
sehingga masyarakat setempat sudah bisa beralih ke siaran televisi digital,
Lembaga Penyiaran yang sudah melakukan migrasi ke siaran digital atau simulcast
yaitu 556 dari 693 pemegang izin siaran analog.
Untuk 22 wilayah layanan
yang belum mendapat siaran digital, saat ini sedang dilakukan pembangunan
multipleksing oleh LPP TVRI yang dibiayai oleh APBN dan diharapkan selesai
tepat waktu.
Hingga saat ini ASO
telah dilakukan di 18 wilayah layanan yang mencakup 40 kabupaten kota, sehingga
masih akan dilakukan ASO di 94 wilayah layanan.
Kementerian Kominfo
menyampaikan manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat dari program ASO
tersebut berupa siaran TV yang lebih bersih dan jernih, serta lebih banyak
pilihan program siaran dibandingkan dengan siaran TV secara analog.
Hal tersebut
dimungkinkan karena pemanfaatan kanal frekuensi yang lebih efisien melalui
infrastruktur multipleksing, penyelenggaraan penyiaran menjadi lebih efisien
dan konten siaran yang lebih beragam.
Sesuai studi Boston Consulting Group (BCG) tahun 2017, ASO akan memberikan multiplier effect dan dampak perekonomian antara lain penambahan 181.000 kegiatan usaha baru, penciptaan 232.000 lapangan pekerjaan baru, hingga peningkatan penerimaan negara dalam bentuk Pajak dan PNBP sebesar Rp77 triliun dan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp443,8 triliun.
Saintek
Saintek
Saintek
Ekonomi
Saintek
06 February 2024 - 19:51 wib
24 June 2023 - 10:37 wib
22 June 2023 - 07:26 wib
16 June 2023 - 10:54 wib
22 April 2023 - 14:27 wib