Mediana.id - Satelit Republik Indonesia (Satria1) merupakan satelit internet pertama milik Pemerintah Indonesia yang akan segera diluncurkan ke angkasa. Satelit ini memiliki misi untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat Indonesia, terutama di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
Satelit Satria1 dibangun oleh PT Satelit Nusantara III yang dikerjakan oleh perusahaan antariksa Thales Alenia Space di Cannes, Prancis. Satelit ini menggunakan teknologi Very High-Throughput Satellite (VHTS) dan frekuensi Ka-Band. Satelit ini memiliki total transmisi 150 Gbps, yang menjadikannya satelit dengan kapasitas terbesar di Asia dan nomor lima di dunia.
Satelit Satria1 akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, dari Cape Canaveral Space Lauch Complex 40 (SLC 40), Florida, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (18/6/2023) pukul 18.21 waktu setempat atau sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah berhasil meluncur, satelit ini akan mengisi orbit di 146 Bujur Timur (BT), tepat berada di atas wilayah Papua.
Satelit Satria1 ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap mulai Januari 2024. Satelit ini akan menghadirkan layanan internet di 50.000 titik fasilitas publik di bidang kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Kecepatan internet di setiap titik layanan publik itu diproyeksikan mencapai 4 Mbps.
Satelit Satria1 merupakan proyek dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha atau KPBU. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertindak selaku penanggung jawab proyek kerja sama melalui badan layanan umum BAKTI Kominfo. Sementara itu, PT Satelit Nusantara III sebagai badan usaha penyelenggara (BUP) satelit multifungsi ini dibentuk oleh konsorsium PSN.
BAKTI Kominfo telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi apabila Satelit Satria1 mengalami anomali baik saat peluncuran maupun setelah mengorbit. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah melakukan pengawasan dan pemantauan secara ketat terhadap proses peluncuran dan operasional satelit, menyiapkan rencana kontinjensi apabila terjadi kegagalan peluncuran atau operasional satelit, serta menyiapkan skema asuransi untuk melindungi investasi pemerintah. Mediana.id
Saintek
Saintek
Ekonomi
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib