Mediana.id- Tasikmalaya, 10 Juni 2023. Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya membuka penerimaan santri baru gelombang 2 untuk tahun ajaran 2023/2024. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 Juni hingga 30 Juni 2023 secara online melalui website resmi pesantren.
Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya adalah salah satu pesantren yang terkenal dengan kualitas pendidikan dan pengembangan ekonomi pesantrennya. Saat ini, pesantren ini memiliki sekitar 1.500 santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ini, pesantren ini diperkirakan akan menerima ratusan santri baru yang akan mengikuti pendidikan formal maupun non formal di pesantren. Santri baru akan mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kurikulum nasional maupun kurikulum pesantren.
Salah satu hal yang menarik dari penerimaan santri baru tahun ini adalah kerjasama antara Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya dengan PT. Bengkel Aplikasi Nusantara dalam rangka implementasi digitalisasi pendidikan dengan aplikasi Digitren.
Digitren adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh PT. Bengkel Aplikasi Nusantara untuk membantu proses belajar mengajar di pondok pesantren. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur yang memudahkan santri dan guru dalam mengakses materi pelajaran, tugas, ujian, rapor, jadwal, absensi, dan lain-lain.
Dengan menggunakan aplikasi Digitren, santri dan guru dapat belajar dan mengajar secara lebih efektif, efisien, dan fleksibel. Santri dapat belajar kapan saja dan di mana saja dengan menggunakan smartphone atau laptop mereka. Guru dapat mengelola kelas dan materi pelajaran secara online dengan mudah.
Kerjasama ini merupakan bentuk komitmen Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi dalam dunia pendidikan. Dengan digitalisasi pendidikan, pesantren ini berharap dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Sambutan dari Mudir Pesantren Putra Idrisiyyah Ust Deden Hidayatullah, M.Pd menyampaikan tentang pentingnya digitalisasi di dunia pendidikan. Ia mengatakan bahwa digitalisasi merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan inovatif.
"Digitalisasi pendidikan adalah sebuah keniscayaan di era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Kita tidak bisa menutup mata dan telinga dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat dan dinamis. Kita harus mampu beradaptasi dan memanfaatkannya untuk kepentingan pendidikan kita," ujar Ust Deden.
Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak akan mengurangi nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya. Justru sebaliknya, digitalisasi pendidikan akan membantu santri untuk lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang sesuai dengan konteks zaman.
"Digitalisasi pendidikan bukan berarti kita meninggalkan tradisi dan budaya pesantren yang sudah ada sejak lama. Kita tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan yang menjadi identitas kita. Kita hanya menambahkan sarana dan metode yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan saat ini," tutur Ust Deden.
Untuk informasi lebih lanjut tentang penerimaan santri baru Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya Gelombang 2, silakan kunjungi website resmi pesantren di www.idrisiyyah.or.id
Trending
Trending
Religi
Religi
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib