Mediana.id - Ulama adalah pewaris para nabi dan lampu-lampu di bumi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, dan akhlak yang mulia. Mereka adalah orang-orang yang mengenal Allah, mengikuti sunnah Rasulullah, dan memberikan nasihat kepada umat. Mereka adalah orang-orang yang berhak untuk dihormati, dicintai, dan diikuti oleh umat.
Namun, sayangnya, tidak semua umat menghargai dan mendekati ulama. Ada sebagian umat yang menjauhi, mengabaikan, bahkan menentang ulama. Mereka merasa cukup dengan ilmu yang sedikit, tidak mau belajar dan bertanya kepada ulama, tidak mau mendengarkan dan menerima nasihat dari ulama, tidak mau mengikuti petunjuk dan fatwa dari ulama. Mereka lebih suka mengikuti hawa nafsu, kepentingan dunia, dan pemikiran-pemikiran yang menyimpang.
Padahal, Rasulullah SAW telah memperingatkan bahaya dan akibat buruk dari perbuatan tersebut. Dalam kitab Nasoihul Ibad, disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abu Hanifah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Akan datang suatu masa atas umatku, mereka menjauh dari para ulama dan fuqaha, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka dengan 3 cobaan, yaitu:
- Allah akan menghilangkan berkah dari rezekinya.
- Allah akan mengirim kepada mereka penguasa yang zalim.
- Mereka akan meninggalkan dunia tanpa membawa iman kepada Allah Ta’ala.
Mari kita renungkan makna dan hikmah dari hadits ini.
Pertama,
Allah akan menghilangkan berkah dari rezekinya. Rezeki bukan hanya terbatas pada harta benda, tetapi juga meliputi kesehatan, keamanan, ketenangan, kebahagiaan, dan segala nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Berkah adalah tambahan kebaikan, keberkahan, dan manfaat yang Allah berikan kepada rezeki tersebut. Rezeki yang berkah adalah rezeki yang halal, baik, dan cukup. Rezeki yang berkah akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat, sedangkan rezeki yang tidak berkah akan membawa keburukan dan kerusakan.
Salah satu sebab hilangnya berkah dari rezeki adalah menjauhi ulama. Ulama adalah orang-orang yang mengajarkan ilmu yang berkah, yaitu ilmu tentang Allah, agama, dan akhirat. Ulama adalah orang-orang yang mengamalkan ilmu yang berkah, yaitu ilmu yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Ulama adalah orang-orang yang menyebarluaskan ilmu yang berkah, yaitu ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Ulama adalah orang-orang yang mendoakan umat agar mendapatkan rezeki yang berkah.
Jika umat menjauhi ulama, maka mereka akan kehilangan sumber ilmu yang berkah, tidak mendapatkan teladan yang berkah, tidak mendapatkan dakwah yang berkah, dan tidak mendapatkan doa yang berkah. Akibatnya, rezeki mereka akan menjadi tidak berkah, tidak bermanfaat, tidak cukup, dan tidak membahagiakan. Rezeki mereka akan menjadi sia-sia, hampa, dan menyesatkan. Rezeki mereka akan menjadi sebab fitnah, bencana, dan azab.
Kedua,
Allah akan mengirim kepada mereka penguasa yang zalim. Penguasa adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan, kewenangan, dan tanggung jawab untuk mengatur, mengurus, dan memimpin umat. Penguasa yang baik adalah penguasa yang adil, amanah, bijaksana, dan bertakwa. Penguasa yang baik adalah penguasa yang melindungi, membela, dan melayani umat. Penguasa yang baik adalah penguasa yang menjalankan syariat Allah, menegakkan keadilan, dan menjamin kesejahteraan umat.
Salah satu sebab datangnya penguasa yang zalim adalah menjauhi ulama. Ulama adalah orang-orang yang memberikan nasehat, bimbingan, dan kritik kepada penguasa. Ulama adalah orang-orang yang mengingatkan, menasihati, dan mengoreksi penguasa. Ulama adalah orang-orang yang mengajarkan, mendidik, dan membina penguasa. Ulama adalah orang-orang yang mendoakan, mendukung, dan bekerja sama dengan penguasa.
Jika umat menjauhi ulama, maka mereka akan kehilangan sumber nasehat, bimbingan, dan kritik yang berharga. Mereka akan kehilangan sumber ingatan, nasihat, dan koreksi yang tegas. Mereka akan kehilangan sumber ilmu, didikan, dan binaan yang berkualitas. Mereka akan kehilangan sumber doa, dukungan, dan kerja sama yang harmonis. Akibatnya, penguasa mereka akan menjadi zalim, tidak adil, tidak amanah, dan tidak bertakwa. Penguasa mereka akan menjadi penindas, pengkhianat, dan pemeras umat. Penguasa mereka akan menjadi pembangkang, penyeleweng, dan penghancur syariat Allah.
Ketiga,
mereka akan meninggalkan dunia tanpa membawa iman kepada Allah Ta’ala. Iman adalah keyakinan, pengakuan, dan penghormatan kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan qada-qadar. Iman adalah dasar, inti, dan tujuan hidup seorang muslim. Iman adalah sumber, sarana, dan hasil kebahagiaan di dunia dan akhirat. Iman adalah anugerah, amanah, dan tanggung jawab yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
Salah satu sebab hilangnya iman adalah menjauhi ulama. Ulama adalah orang-orang yang memiliki iman yang kuat, kokoh, dan bersih. Ulama adalah orang-orang yang menunjukkan iman yang benar, lurus, dan jelas. Ulama adalah orang-orang yang mengajak iman yang baik, indah, dan mulia. Ulama adalah orang-orang yang menjaga iman yang aman, utuh, dan sempurna.
Jika umat menjauhi ulama, maka mereka akan kehilangan sumber iman yang kuat, kokoh, dan bersih. Mereka akan kehilangan teladan iman yang benar, lurus, dan jelas. Mereka akan kehilangan dakwah iman yang baik, indah, dan mulia. Mereka akan kehilangan penjaga iman yang aman, utuh, dan sempurna. Akibatnya, iman mereka akan menjadi lemah, rapuh, dan kotor. Iman mereka akan menjadi salah, bengkok, dan kabur. Iman mereka akan menjadi buruk, jelek, dan hina. Iman mereka akan menjadi hilang, rusak, dan binasa.
Demikianlah tiga musibah yang Allah berikan kepada umat yang meninggalkan ulama sebagaimana di dalam hadits yang disebutkan di dalam kitab Nasoihul Ibad. Semoga kita termasuk umat yang mencintai, mendekati, dan mengikuti ulama. Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan rezeki yang berkah, penguasa yang adil, dan iman yang selamat. Aamiin.
