82% Wanita dengan Gelar Tersier Dipekerjakan Pada Tahun 2021

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1667010627808_1667010638

Ilustrasi Wanita Sedang Bekerja

SIAPBELAJAR.COM - Laporan tahunan OECD  (Organisation for Economic Co-operation and Development), yang menyediakan data mengenai pendidikan di OECD dan negara-negara mitra, telah mengungkapkan bahwa sekitar 82% wanita dengan pencapaian tersier dan 43% dari mereka dengan pendidikan menengah berusia 25-34 tahun mengakses pasar tenaga kerja pada tahun 2021.

Education at a Glance yang pada tahun ini fokus pada pendidikan tinggi menyatakan bahwa lapangan kerja di kalangan dewasa muda yang menyelesaikan pendidikan tinggi tinggi di semua bidang studi, khususnya sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) memiliki tingkat pekerjaan terkuat.

Data menunjukkan bahwa pekerjaan di antara orang-orang yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi 10% lebih tinggi daripada tingkat pekerjaan di antara siswa dengan pencapaian pendidikan menengah atas atau pasca sekolah menengah di OECD.

Berdasarkan bidang studi, sekitar 90% orang dewasa dengan gelar TIK tersier bekerja di negara-negara OECD.

Tingkat pekerjaan lain juga kuat di antara orang-orang yang belajar teknik, manufaktur dan konstruksi karena 89% dari mereka bekerja, serta 85% dari mereka yang lulus di bidang pendidikan mencari pekerjaan di OECD.

Tingkat Pekerjaan di Bidang Lainnya

Berbeda dengan yang lain, di bidang seni dan humaniora, ilmu sosial, jurnalistik dan informasi, tingkat pekerjaan di antara orang-orang dengan pendidikan tinggi berusia 25-64 tahun memiliki tingkatan yang lebih rendah, yaitu sebesar 83%.

“Dalam bidang STEM, lulusan ilmu alam, matematika dan statistik cenderung memiliki tingkat pekerjaan yang lebih rendah daripada bidang STEM lainnya di hampir semua negara. Kesenjangannya sangat besar di Chili, Republik Ceko, Meksiko dan Portugal, di mana tingkat pekerjaan rata-rata sekitar 10 poin persentase lebih rendah daripada di bidang STEM lainnya,” jelas laporan.

Masih Menempuh Pendidikan Formal

Statistik menunjukkan bahwa lebih dari setengah kaum muda berusia 18-24 tahun masih menempuh pendidikan formal penuh waktu atau paruh waktu, dengan hampir sepertiga dari mereka juga melakukan beberapa bentuk pekerjaan, yang dalam beberapa kasus terkait dengan studi mereka.

Ada banyak negara di mana siswa dapat bekerja selama studi mereka meskipun pekerjaannya tidak selalu terkait dengan program studi mereka.

Jerman dan Swiss khususnya, menawarkan program yang memasukkan pekerjaan berbayar sebagai bagian dari kurikulum.

Australia dan Norwegia juga mengizinkan siswa untuk bekerja sambil belajar, namun biasanya pekerjaannya tidak terkait dengan studi.

Penawaran Prospek Pekerjaan yang Lebih Baik

Education at a Glance menyoroti bahwa meningkatnya permintaan akan pekerja berketerampilan tinggi berarti bahwa pasar tenaga kerja akan terus menawarkan prospek pekerjaan yang lebih baik.

Sebaliknya, situasi bagi mereka yang tingkat pendidikannya rendah akan lebih menantang karena mereka lebih berisiko menghadapi pengangguran.

“Sistem pendidikan perlu menanggapi tantangan pasar tenaga kerja saat ini dan mempersiapkan siswa untuk pasar tenaga kerja di masa depan. Hasil pasar tenaga kerja berdasarkan tingkat pencapaian pendidikan merupakan salah satu ukuran utama yang paling penting dari hubungan antara pendidikan dan peluang ekonomi bagi individu,” tulis laporan itu.

Menurut perkiraan, 14% pekerjaan saat ini tidak dapat tersedia lagi dan sekitar 32 orang mungkin melihat perubahan drastis karena otomatisasi dalam 15-20 tahun mendatang.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
1691650938487_1691650950

Saintek

7 Pekerjaan yang Bisa Dibantu AI di Masa Depan

Mediana.id - Kecerdasan buatan (AI) adalah teknologi yang mampu meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi. AI telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang dan industri, mulai
Pesantren dan Modernisasi_1690340923

Religi

Pesantren: Lembaga Pendidikan Islam yang Bertahan di Tengah Modernitas

Mediana.id - Suara adzan berkumandang dari masjid yang berdiri megah di tengah-tengah kompleks pondok pesantren. Para santri bergegas menuju tempat shalat, meninggalkan kamar-kamar asrama yang sederha
1687922235981_1687922249

Trending

Pekerjaan yang Akan Hilang karena AI: Apa yang Harus Dilakukan?

Mediana.id - AI (Artificial Intelligence) adalah teknologi yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti pengenalan wajah, pengolahan bahasa alami, dan pembela