SIAPBELAJAR.COM- SD Negeri Candi 01 menanamkan pendidikan karakter pada peserta didik, yakni dengan melukis mural di dinding kelas mereka.
Pelukis mural Bambang Supeno (Bambang Supeno) menjelaskan kepada anak-anak satu per satu, ia juga menjadi guru seni lukis di beberapa sekolah di Kota Semarang. Mereka membawa gelas plastik berisi cat tembok dengan warna masing-masing.
Siswa menggambar sesuai dengan intruksi. Beberapa bertanggung jawab untuk mengecat tepi objek dengan cat kuning, dan beberapa bertanggung jawab untuk mengecat tanaman. Tentu tidak semuanya mereka lakukan sendiri.
Siswa berpartisipasi dalam menggambar untuk memberikan pengajaran tentang pendidikan karakter. Tujuannya agar mereka bisa menanamkan pendidikan karakter sejak dini dan menjaga lingkungan sekolah dengan tidak mencoret-coret tembok.
“Memang dari sekolah ini meminta temanya pendidikan karakter. Sekaligus mengajarkan secara langsung kepada anak-anak dengan melukis sendiri objeknya,” jelas Bambang Supeno disela-sela mengajari anak-anak melukis di SD N Candi 01 Semarang, Selasa (1/11).
Harapannya ketika peserta didik melihat lukisan yang ada di dinding kelasnya ini, mereka bisa terus mengingat dan menanamkan pendidikan karakter dilingkungannya.
Menurut Bambang dengan melibatkan peserta didik, pembelajaran pendidikan karakter ini akan lebih mengena dan selalu diingat. Sehingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari lebih mudah.
“Satu dinding ini ada pendidikan tentang toleransi, gotong royong, kerjasama, dan kerja keras. Memang mereka tidak melukis semuanya, hanya memolesnya sedikit. Namun harapannya mereka ini bisa memahami. Jadi melukis, bermain, sambil belajar,” imbuhnya.
Sementara Kepala SD N Candi 01 Semarang Sri Heni Susilowati mengatakan penguatan pendidikan karakter (PPK) ini selalu dilaksanakan di sekolahnya. Menurutnya PPK ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi siswa dibidang akademik.
“Pendidikan karakter mampu membentuk individu yang menghormati dan menghargai orang lain dan hidup sebagai masyarakat yang heterogen,” ungkapnya.
Perannya yang lain adalah mampu mengatasi akar masalah moral pada anak. Misalnya mengenai sosialnya, ketikdakjujuran, kekerasan, kesopanannya pada guru, etos kerja, dan sebagainya. Heni mengaku kegiatan ini juga sebagai implementasi dari kurikulum merdeka belajar dengan projek penguatan profil pelajar pancasila dengan tema Kebhinekaan.
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib