Bandung – Azhar Hariman resmi terpilih sebagai Ketua Umum Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) periode 2026–2031 dalam Kongres ke-IV yang digelar di Hotel Horison, Kota Bandung, Jumat (23/01/2026).
Pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat sebagai bentuk komitmen menjaga soliditas dan keharmonisan organisasi. Keputusan akhir ditetapkan oleh perwakilan basis yang memiliki hak suara, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga organisasi dengan jumlah anggota di atas 5.000 orang.
Sebelumnya, Azhar menjabat sebagai Ketua DPD Gaspermindo Jawa Barat dan dinilai berhasil mengembangkan serta mengonsolidasikan organisasi di tingkat daerah.
Soroti Tantangan Pekerja di Era Digital
Dalam sambutannya, Azhar mengangkat tema kongres, yakni “Inovasi dan Adaptasi Serikat Pekerja di Era Digital: Pekerja Sejahtera Indonesia Maju.” Ia menyoroti dampak disrupsi teknologi terhadap dunia ketenagakerjaan, khususnya bagi generasi muda dan pekerja milenial.
Menurutnya, generasi Z saat ini menghadapi kesulitan dalam memasuki pasar kerja, sementara pekerja milenial berada dalam ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat otomatisasi dan penggunaan kecerdasan buatan (AI).
“Perubahan teknologi telah menggeser banyak peran manusia. Ini menjadi tantangan serius yang harus direspons oleh serikat pekerja,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan perubahan perilaku di masyarakat, seperti sistem pembayaran digital melalui QRIS yang mulai menggantikan transaksi tunai di berbagai sektor.
Dorong Sertifikasi dan Sektor Riil
Azhar menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pekerja melalui sertifikasi keahlian agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Selain itu, ia mendorong generasi muda untuk terlibat dalam sektor produktif dan riil, seperti pertanian serta industri berbasis keterampilan, dibandingkan sektor spekulatif.
“Kami ingin pekerja Indonesia memiliki keterampilan yang terukur dan diakui, sehingga lebih siap menghadapi perubahan,” tegasnya.
Jawa Barat Berpotensi Jadi Magnet Investasi
Azhar juga menyoroti potensi besar Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebutkan keunggulan provinsi ini, mulai dari surplus energi, rantai pasok industri otomotif dan elektronik yang kuat, hingga keberadaan Pelabuhan Patimban yang mampu menekan biaya logistik.
Wilayah industri seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta dinilai menjadi daya tarik utama bagi investor. Bahkan, sejumlah perusahaan besar telah menanamkan modalnya di Jawa Barat.
“Di saat beberapa negara mengalami krisis energi, Jawa Barat justru memiliki pasokan listrik yang stabil. Ini menjadi peluang besar untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja,” jelasnya.
Komitmen Kawal Hak Pekerja
Ke depan, Gaspermindo di bawah kepemimpinan Azhar berkomitmen untuk terus mengawal perlindungan hak-hak pekerja di tengah arus digitalisasi.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap potensi daerah, sehingga mampu menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia.
“Kongres ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan mampu membawa pekerja Indonesia menuju kesejahteraan di era digital,” pungkasnya.
Ekonomi
Ekonomi
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib