SIAPBELAJAR.COM - Sebuah
survei oleh Institut Studi Sosial dan Media Maroko mengungkapkan bahwa sekitar
80% pemegang gelar doktor di Maroko tidak percaya ada mekanisme yang tepat
untuk merekrut asisten profesor di Lembaga Pendidikan Tinggi di negara itu.
Survei tersebut
melibatkan sekitar 14.000 dokter dan peneliti, di antaranya sebanyak 80%
mengatakan bahwa mereka tidak mempercayai proses perekrutan dan 15% menjawab sedikit
percaya.
Menurut laporan Maroko World News, hanya 5% responden yang mengatakan bahwa mereka mempercayai proses perekrutan.
Hasil Survei
Menurut lebih dari 73%
peserta, institusi tidak menghormati kriteria yang ditetapkan untuk merekrut
profesor tahun ini, 5% diantara mereka melakukannya, sedangkan 20% lainnya
tidak yakin mengenai masalah tersebut.
Sebagian besar responden
(93%) mengatakan bahwa mereka ingin melihat riwayat publikasi kandidat di masa
depan.
Mereka juga menunjukkan
bahwa kegiatan akademik harus dipublikasikan agar prosesnya lebih transparan.
Sumber yang sama juga mencatat
bahwa hampir 7% dari mereka yang memiliki gelar PhD menanggapi survei dan mengatakan
praktik semacam itu akan menciptakan kontroversi.
Laporan tersebut menyatakan
bahwa lebih dari 88% dari mereka yang berpartisipasi dalam studi yang memperoleh
gelar mereka tahun lalu mengatakan bahwa mereka tidak dapat menghadiri
wawancara kerja tatap muka. Sedangkan, untuk 3% responden sebanyak dua peluang
wawancara ditawarkan.
Daftar Universitas dengan Staf Tetap di Maroko
Menurut Statista,
penyedia data Jerman menyatakan bahwa selama tahun akademik 2020/2021,
universitas dengan staf tetap di Maroko adalah:
1. Mohammed V Rabat
university – 2.468 staf
2. Hassan II Casablanca
– 2.245 staf
3. Sidi Mohamed Ben
Abdellah Fès – 1.711 staf
4. Cadi Ayyad Marrakech
– 1.649 staf
5. Ibn Zohr Agadir – 1.
414 staf
6. Abdelmalek Essaâdi
University – 1.261 staf
7. Moulay Ismaïl Meknes
- 1.073 staf
Perekrutan Guru Besar
Pada bulan September
tahun ini, perekrutan 2.350 guru besar pendidikan tinggi untuk tahun ajaran
2022/2023 dimulai, di mana sebanyak 760 posisi dialokasikan untuk guru besar di
bidang pendidikan dan studi kedokteran.
Kabar tersebut
dikonfirmasi oleh Menteri Pendidikan Tinggi Maroko, Abdellatif Miraoui yang
mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya pemerintah mempertimbangkan untuk
merekrut begitu banyak profesor.
Peningkatan Jumlah Mahasiswa di Maroko
Data Statista juga
menunjukkan bahwa terdapat sekitar 1,17 juta mahasiswa yang melanjutkan studi
pendidikan tinggi di Maroko pada tahun 2020, meningkat besar dibandingkan
dengan tahun 2000, ketika 295.634 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi di
universitas-universitas di Maroko.
Saintek
Saintek
Religi
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib