Survei Terhadap Mahasiswa yang Telah Mengajukan Rencana Penghapusan Pinjaman Mahasiswa

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1668410577248_1668410590

Student Loan Forgiveness

SIAPBELAJAR.COM - Sekitar 73% peminjam pinjaman mahasiswa yang berpartisipasi dalam survei baru-baru ini terhadap 1.250 orang yang telah mengajukan atau diharapkan untuk mengajukan rencana penghapusan pinjaman mahasiswa Presiden Joe Biden mengatakan bahwa mereka cenderung membelanjakan lebih banyak untuk hal-hal yang tidak penting, termasuk liburan, obat-obatan, alkohol atau smartphone, jika mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Survei yang dilakukan oleh Intelligent, sebuah majalah online yang berfokus pada pendidikan mengungkapkan bahwa lebih banyak pria yang akan membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting setelah mendapatkan bantuan dibandingkan dengan wanita.

Sebanyak 84% pria berencana membelanjakan lebih banyak untuk hal-hal yang tidak penting dibandingkan dengan wanita dengan persentase sebesar 65%.

Hasil Survei

Persentase peminjam pinjaman mahasiswa yang sama (73%) mengatakan bahwa membelanjakan bantuan untuk hal-hal yang tidak penting adalah hal yang salah untuk dilakukan.

Sekitar 52% responden mengatakan bahwa mereka mungkin atau sangat mungkin untuk membeli pakaian dan aksesoris baru dengan uang tambahan yang akan mereka dapatkan setelah penghapusan pinjaman mahasiswa.

Sementara sekitar 46% mengatakan bahwa mereka mungkin menggunakan uang itu untuk liburan dan 46% lainnya mengatakan akan digunakan untuk makan di restoran.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa 75% penerima berencana membelanjakan uangnya untuk belanjaan, 66% untuk pembayaran sewa atau hipotek, 65% untuk membayar utang kartu kredit, 62% untuk menutupi biaya transportasi, 60% untuk perawatan medis dan 40% lainnya untuk pengasuhan anak.

Sebagian besar pemohon mengatakan bahwa mereka akan berhasil menghabiskan lebih sedikit dan menghemat lebih banyak uang.

Dampak Pinjaman Mahasiswa

Mengenai dampak pinjaman mahasiswa terhadap kehidupan mereka, 8% peminjam mengatakan bahwa mereka tidak terkena dampak negatif sama sekali, sedangkan 9% lainnya menjawab tidak terkena dampak yang terlalu negatif.

Secara berbeda, 32% pemohon mengatakan bahwa mereka merasa terpengaruh oleh pinjaman mahasiswa, dan 28% lainnya mengatakan bahwa mereka terkena dampak yang sangat negatif.

Baru-baru ini, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang menginformasikan bahwa jumlah peminjam yang mengajukan pengampunan pinjaman mahasiswa telah mencapai 26 juta, sementara 16 juta permohonan telah disetujui.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682495886113_1682495709

Saintek

2 Mahasiswa Internasional Memenangkan Kasus Melawan Otoritas Belgia

SIAPBELAJAR.COM - Pengadilan telah memerintahkan negara Belgia untuk memberikan kompensasi kepada dua mahasiswa internasional setelah menahan mereka secara tidak sah di perbatasan Belgia.Mahasiswa
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
1685713056119_1685713132

Trending

Viral Joe Biden Jatuh di Atas Panggung Saat Acara Wisuda Akademi Angkatan Udara

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengalami insiden memalukan saat menghadiri acara wisuda Akademi Angkatan Udara AS di Colorado, Kamis (1/6/2023). Dia tersandung dan jatuh di atas panggung saat
1682769791434_1682769613

Saintek

Bulgaria Menjadi Tuan Rumah Bagi Mahasiswa Internasional pada Tahun Akademik 2022/2023

SIAPBELAJAR.COM - Hampir 18.000 mahasiswa internasional memilih Institusi Pendidikan Tinggi Bulgaria pada tahun akademik 2022/2023. Menurut data yang dirilis oleh National Statistical Institute (NS