SIAPBELAJAR.COM - Florida memiliki tingkat tertinggi
dengan mahasiswa yang menghadapi ketidakamanan perumahan dibandingkan dengan
negara bagian Amerika Serikat lainnya, dengan 29% mahasiswa melaporkan bahwa
mereka tidak memiliki tempat tinggal.
Survei yang dilakukan oleh jaringan loyalitas
mahasiswa Student Bean pada bulan
September 2022 yang melibatkan sebanyak 3.595 mahasiswa di Amerika Serikat
menemukan bahwa tingkat ketidakamanan tempat tinggal adalah yang terendah di
antara mahasiswa di New York, meskipun negara bagian tersebut dikenal sangat
padat penduduk dan orang-orang di sana berjuang keras dengan perumahan.
Hanya 13% mahasiswa di New York yang melaporkan
menghadapi ketidakamanan perumahan. Selain itu, sebanyak 26% mahasiswa di Texas
mengaku pernah mengalami perjuangan seperti itu.
“Terlepas dari reputasi New York yang terkenal di
antara percakapan ketidakamanan perumahan, hanya 13% mahasiswa di negara bagian
ini yang mengaku menghadapi masalah tersebut,” catat laporan yang diterbitkan
oleh Student Bean.
Daerah
yang Mengalami Krisis Perumahan
Di daerah lain, tingkat mahasiswa yang mengalami
kesulitan tempat tinggal adalah sebagai berikut:
1. Georgia – 24%
2. California – 21%
3. Illinois – 20%
4. North Carolina – 17%
5. Pennsylvania – 14%
6. Ohio – 14%
7. Michigan – 13%
Mengomentari hasil survei, Chief Strategy Officer Student Beans, Will Harris mengatakan bahwa
kurangnya akomodasi dapat menjadi penghalang bagi mahasiswa dari kelompok
kurang mampu yang takut akan pasar persewaan yang kompetitif.
Melakukan
Couch-Surfing
Karena ketidakmampuan untuk menemukan tempat
tinggal, sebanyak 800.000 mahasiswa di Amerika Serikat terpaksa melakukan couch-surfing dengan teman-teman mereka,
yang sebagian besar adalah mahasiswa perempuan.
Data menunjukkan bahwa perempuan tiga kali lebih
mungkin untuk melakukan couch-surfing
dengan temannya daripada mahasiswa laki-laki.
“Narasi seputar couch-surfing
sering dianggap terlalu santai, padahal mereka yang melakukannya karena
ketidakamanan perumahan, sebenarnya adalah tunawisma. Meskipun tidak memiliki
tempat tinggal permanen, sebanyak 52% mahasiswa mengatakan bahwa mereka tidak
akan menggambarkan seseorang couch-surfing
sebagai tunawisma,” tambah laporan itu.
Hasil
Survei
Di sisi lain, sebanyak 45% mahasiswa yang
berpartisipasi dalam survei mengatakan bahwa mereka harus kembali tinggal
bersama orang tua mereka, sedangkan yang lain, meskipun persentasenya kecil,
memilih untuk tinggal di hotel (5%) atau kamar Airbnb (4%).
Sedangkan 4% lainnya memilih untuk bermalam di mobil
mereka dan 1% atau sekitar 200.000 mahasiswa di seluruh negara bagian Amerika Serikat
tetap berada di jalanan atau tinggal di tempat penampungan tunawisma di
beberapa titik saat melanjutkan kuliah.
Kurangnya tempat tinggal bahkan telah memicu
pemikiran putus sekolah di kalangan mahasiswa, dengan 62% dari mereka
mempertimbangkan untuk berhenti kuliah karena ketidakamanan tempat tinggal.
Saintek
Saintek
Saintek
Trending
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib