SIAPBELAJAR.COM - Sustainable Population Australia (SPA),
sebuah kelompok advokasi yang berfokus pada lingkungan dan kualitas hidup di
Australia telah menyuarakan keprihatinan atas pelatihan universitas di
Australia dan menyerukan peninjauan masalah tersebut, setelah publikasi laporan
oleh Australian Population Research
Institute.
Dalam rilis media,
organisasi tersebut mencatat bahwa laporan “Krisis Keterampilan, Kesalahan
Universitas dan Industri Pelajar Asing” menyoroti adanya ketidakadilan dalam
jumlah tempat pelatihan yang dialokasikan untuk mahasiswa Australia dan mahasiswa
internasional.
Data menunjukkan bahwa
pada tahun 2020, sekitar 40% tempat pelatihan ditawarkan kepada para lulusan,
termasuk mahasiswa internasional dan Australia, meningkat dari 38% pada tahun
2012.
Bidang Studi yang Banyak Diminati
Menurut laporan Bob
Birrell dan Ernest Healy, pada tahun 2020, hampir setengah dari mahasiswa
internasional di Australia menyelesaikan studi di bidang Manajemen dan
Perdagangan.
Jumlah mahasiswa
internasional yang lulus di bidang ini sebanyak 70.219 mahasiswa, melampaui
jumlah lulusan dalam negeri sebanyak 51.971 mahasiswa.
Bidang utama lainnya
yang disorot dalam laporan, di mana jumlah tempat yang ditawarkan kepada mahasiswa
internasional dibandingkan dengan mahasiswa lokal semakin meningkat termasuk
TI, teknik dan keperawatan.
Kurangnya Kesempatan Mahasiswa Domestik
Presiden SPA National,
Jenny Goldie mengatakan bahwa konsep keadilan yang menurutnya salah yaitu mengurangi
kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa domestik di bidang-bidang penting tersebut
di atas.
“Jelas pemerintah
federal lebih mementingkan pendapatan daripada menyediakan keterampilan yang
dibutuhkan Australia. Total pendapatan dari mahasiswa luar negeri mencapai $9,2
miliar atau setara Rp 143,4 triliun, atau 27% dari seluruh pendapatan
universitas di seluruh Australia. Dalam beberapa kasus lebih tinggi, misalnya,
lebih dari sepertiga pendapatan RMIT berasal dari mahasiswa asing,” kata
Goldie.
Peningkatan Jumlah Mahasiswa Keperawatan
Australia telah
menghadapi kekurangan perawat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga
pemerintah federal telah menawarkan beasiswa kepada mahasiswa domestik.
Namun, laporan tersebut
menunjukkan jumlah permulaan mahasiswa keperawatan dalam negeri meningkat
sebesar 37,8% antara tahun 2015 dan 2020, masing-masing dari 9.589 mahasiswa menjadi
14.736 mahasiswa.
Di sisi lain, jumlah
permulaan internasional meningkat sebesar 53,7% dibandingkan dengan periode
yang sama.
Jumlah Mahasiswa Domestik yang Lulus di Bidang TI
Laporan yang sama
menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa domestik yang lulus di bidang TI dari
universitas Australia pada tahun 2020 yaitu sebanyak 4.750 mahasiswa.
“Ini merupakan jumlah
yang kecil dibandingkan dengan klaim industri tentang kebutuhan Australia.
Penyedia perangkat lunak terkemuka Australia, Atlassian telah mengindikasikan
bahwa pihaknya sendiri bermaksud untuk merekrut 1.000 insinyur perangkat lunak
tambahan dalam 12 bulan ke depan,” tulis laporan tersebut.
Saran Pengurangan Jumlah Mahasiswa Internasional
Goldie mengatakan bahwa
mahasiswa internasional akan berkontribusi pada target migrasi bersih 235.000
orang yang tidak demokratis dari pemerintah dan bahwa penipuan visa pelajar
akan terus menjadi masalah bagi pemerintah.
Menurutnya, universitas
Australia harus mengurangi separuh jumlah mahasiswa internasional dan mereka
harus kembali ke negara asalnya sebelum melamar pekerjaan di Australia.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib