4 Kompetensi Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
Aspek-Revolusi-Industri-4.0-Pada-Perusahaan-Manufaktur-2_1672358916

Ilustrasi

SIAPBELAJAR.COM - Guru dan Siswa Harus Tahu 4 Kompetensi Pendidikan  Era Revolusi Industri 4.0

Jauh sebelum terjadinya revolusi industri kita mengenal istilah pra revolusi, di mana seluruh kegiatan dilakukan secara manual dengan tangan manusia tanpa bantuan mesin. Baru sekitar abad ke 17 sampai awal abad ke 18 revolusi industri dimulai dengan kemunculan Revolusi Industry 1.0 (mulai hadirnya pabrik-pabrik dan penemuan tenaga uap oleh ilmuwan). Kemudian Revolusi Industri 2.0 pada sekitar pertengahan abad 18 (adanya pemanfaatan tenaga listrik, hadirnya produksi mobil) dan Revolusi Industri 3.0 sejak tahun 1960 (ledakan informasi digital, komputer, dan smartphone).

Revolusi Industri 4.0 merupakan salah satu pelaksanaan proyeksi teknologi modern Jerman 2020 yang diimplementasikan melalui peningkatan teknologi manufaktur, penciptaan kerangka kebijakan srategis, dan lain sebagainya. Ditandai dengan kehadiran robot, artificial intelligence, machine learning, biotechnology, blockchain, internet of things (IoT),serta driverless vehicle. Bidang pendidikan sangat berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pola belajar dan pola berpikir serta mengembangkan inovasi kreatif dan inovatif dari peserta didik, guna mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan mampu bersaing.

Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0

Ahli teori pendidikan sering menyebut Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 untuk menggambarkan berbagai cara mengintegritaskan teknologi cyber baik secara fisik maupun non fisik dalam pembelajaran. Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 adalah fenomena yang merespons kebutuhan revolusi industri dengan penyesuaian kurikulum baru sesuai situasi saat ini. Kurikulum tersebut mampu membuka jendela dunia melalui genggaman contohnya memanfaatkan internet of things (IOT). Di sisi lain pengajar juga memperoleh lebih banyak referensi dan metode pengajaran.

Akan tetapi hal ini tidak luput dari tantangan bagi para pengajar untuk mengimplementasikannya. 

Ada 4 kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh pengajar.

1. Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Merupakan kemampuan memahami suatu masalah, mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sehingga dapat dielaborasi dan memunculkan berbagai perspektif untuk menyelesaikan masalah. Pengajar diharapkan mampu meramu pembelajaran dan mengekspor kompetensi ini kepada peserta didik.

2. Keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Keterampilan ini tidak luput dari kemampuan berbasis teknologi informasi, sehingga pengajar dapat menerapkan kolaborasi dalam proses pengajaran.

3. kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Diharapkan ide-ide baru dapat diterapkan pengajar dalam proses pembelajaran sehingga memacu siswa untuk beripikir kreatif dan inovatif. Misalnya dalam mengerjakan tugas dengan memanfaatkan teknologi dan informasi.

4. literasi teknologi dan informasi. Pengajar diharapkan mampu memperoleh banyak referensi dalam pemanfaatan teknologi dan informasi guna menunjang proses belajar mengajar.

Bagi perguruan tinggi, Revolusi Industri 4.0 diharapkan mampu mewujudkan pendidikan cerdas melalui peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perluasan akses dan relevansi dalam mewujudkan kelas dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut interaksi pembelajaran dilakukan melalui blended learning (melalui kolaborasi), project based-learning (melalui publikasi), flipped classroom (melalui interaksi publik dan interaksi digital).

Era Revoluai Industri 4.0

Era Revolusi Industri 4.0 merupakan era transformasi digital yang mengubah tatanan hidup manusia menjadi serba digital.

Pendidikan di era dulu, era sekarang dan masa depan tentu akan mengalami perubahan.

Guru di masa sekarang didorong untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan keterampilan teknik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui akun Instagram resmi, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Ditjen GTK Kemendikbud Ristek) membagikan informasi mengenai profil pendidikan di masa depan.

Seperti dikutip di Instagram @ditjen.gtk.kedikbud,  potret pendidikan di masa sekarang dan mendatang yang merupakan era revolusi industri 4.0 harus disesuaikan dengan kebutuhan pada masa tersebut supaya siswadapat hidup dengan layak pada zamannya.

Termasuk tatanan pendidikan sehingga era ini sering disebut sebagai era disrupsi.

Pada era ini, penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan internet yang masif (internet of things) menjadi ciri utama proses transformasi digital dari era-era sebelumnya.

Di era disrupsi ini, guru juga mengambil peran penting. Dengan mengoptimalkan peran utamanya dalam membimbing, memotivasi, mengarahkan, dan memfasilitasi aktivitas belajar siswa dengan memanfaatkan TIK secara aman, baik fisik maupun mental.

Pembelajaran merupakan proses interaksi antarsiswa, siswa dengan guru dan siswa dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

1. Pembelajaran yang diarahkan oleh siswasendiri (self directed learning)

2. Pembelajaran dengan multisumber belajar (multi sources).

3. Pembelajaran sepanjang hayat (life long learning)

4. Pembelajaran berbasis TIK (ICT bases learning)

5. Pembelajaran yang adaptif (adaptive learning)

6. Pembelajaran yang dapat membangun cara pandang (growth mindset).

Itulah profil pendidikan masa depan menurut penjelasan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek.

Dengan pendidikan yang makin bagus diharapkan akan mencetak generasi masa depan bangsa Indonesia yang berkualitas pula.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

Aspek-Revolusi-Industri-4.0-Pada-Perusahaan-Manufaktur-2_1672358916

Saintek

4 Kompetensi Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0

SIAPBELAJAR.COM - Guru dan Siswa Harus Tahu 4 Kompetensi Pendidikan  Era Revolusi Industri 4.0Jauh sebelum terjadinya revolusi industri kita mengenal istilah pra revolusi, di mana seluruh kegiatan di