SIAPBELAJAR.COM - AECC,
perusahaan rekrutmen pendidikan internasional global telah melakukan penelitian
yang menunjukkan bahwa Kanada dan Amerika Serikat tidak dianggap sebagai tujuan
studi terbaik bagi banyak siswa internasional.
Lebih khusus lagi, 15,5%
lebih sedikit siswa yang berniat belajar di Kanada, kemudian 2,6% di Amerika
Serikat. Sementara tujuan studi seperti Australia, Inggris dan Selandia Baru
mengalami peningkatan masing-masing sebesar 30,8%, 11,3% dan 7,6%.
Sementara itu, niat
untuk memilih Australia sebagai tujuan studi pulih dari 15% menjadi 30,8%.
Amerika Serikat menghadapi angka yang menurun dari 27% pada Oktober 2021
menjadi 2,6% berkurangnya niat siswa asing untuk mengejar karir akademis di sana
pada November 2022.
Peluang Kerja Menjadi Pilihan Utama
Studi lebih lanjut
mengungkapkan bahwa peluang kerja yang lebih baik di negara asing telah menjadi
pilihan utama bagi siswa internasional yang merencanakan atau mengubah
preferensi tujuan studi mereka pada tahun 2022 dengan total sebesar 36,1%.
Alasan lainnya termasuk
menghindari biaya studi tinggi sebesar 14,5%, peluang migrasi yang lebih baik sebesar
13,4% dan kekhawatiran mengenai pemrosesan visa yang lambat sebesar 10,6%.
Perubahan Tujuan Studi
Seperti yang
ditunjukkan data, sebanyak 22,4% responden berubah pikiran mengenai tujuan
studi pilihan mereka dalam satu tahun terakhir.
Mengenai preferensi
program studi, sebanyak 3.284 atau 20,9% responden siswa mencatat bahwa mereka
telah mengubah kategori studi mereka dalam satu tahun terakhir, dengan empat
program mengalami peningkatan yaitu TI dan Ilmu Komputer sebesar 113,2%, Bisnis
dan Manajemen sebesar 73%, Kesehatan dan Kedokteran sebesar 14,2% serta Perjalanan
dan Perhotelan sebesar 8,5%.
Di sisi lain, siswa
yang mengubah tujuan studi pilihan mereka berasal dari program berikut:
1. Engineering (52,1%)
2. Akuntansi dan Keuangan
(33,2%)
3. Humaniora (16,7%)
4. Pendidikan dan Pelatihan
(16,2%)
Mengenai Sistem Belajar Secara Daring
Studi AECC juga
mengungkapkan bahwa siswa tidak memandang belajar secara daring merupakan hal
yang negatif seperti yang mereka lakukan pada tahun 2021.
Meskipun data dari
Oktober 2021 menunjukkan bahwa 41,5% calon siswa internasional memandang
belajar daring secara negatif, angka ini turun menjadi 37,3% setahun kemudian.
Namun, sebanyak 26%
siswa yang menganggap belajar daring secara positif pada tahun 2021 telah
berkurang menjadi 21,6%. Hal tersebut menegaskan bahwa siswa bersikap netral
terhadap masalah tersebut.
Ketika ditanya apakah
mereka akan tertarik untuk menyelesaikan satu tahun atau lebih dari studi
mereka secara online, sebanyak 66,2%
siswa mengatakan mereka tidak akan memilih alternatif tersebut dibandingkan
dengan 25,6% lainnya yang lebih memilih untuk belajar online.
Selain itu, sebanyak 8,2%
responden mengatakan bahwa mereka tertarik untuk mempelajari seluruh studi
mereka secara online.
Survei tersebut
melibatkan 14.168 siswa dari 147 negara, dengan sepuluh negara responden
teratas adalah India, Filipina, Nepal, Sri Lanka, Nigeria, Indonesia, Pakistan,
Bangladesh, Malaysia dan Singapura.
Trending
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib