SIAPBELAJAR.COM - Universitas
Turki dan Suriah telah menangguhkan semua kegiatan pendidikan untuk membantu
mereka yang terkena dampak gempa berkekuatan 7,8 SR serta gempa susulan yang
melanda Turki dan Suriah pada 6 Februari yang menyebabkan lebih dari 37.000
orang tewas.
Institusi akademik di
kedua negara telah bergabung untuk memberikan bantuan kepada korban gempa
melalui sumber daya dan personel mereka.
Menurut laporan media,
mahasiswa Turki dan mahasiswa internasional dalam jumlah yang tidak ditentukan
kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan. Sejauh ini, beberapa serikat
mahasiswa dari seluruh dunia telah meluncurkan saluran bantuan untuk membantu
mahasiswa mereka di Turki, termasuk Perhimpunan Mahasiswa Jammu dan Kashmir.
Penangguhan Kelas
Dalam pernyataan yang
dikeluarkan pada 6 Februari, Dewan Pendidikan Tinggi Turki (YÖK) mengumumkan
bahwa kelas telah ditangguhkan di semua lembaga pendidikan di Kahramanmaras,
Adana, Malatya, Adiyaman, Hatay, Sanliurfa, Diyarbakir, Gaziantep, Kilis dan
Osmaniye, hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Mahasiswa yang tinggal
di wilayah ini dan belajar di universitas di provinsi lain akan diberikan
bantuan yang diperlukan untuk ujian serta kehadiran antara 6-17 Februari 2023,”
kata YÖK.
Pihaknya menunjukkan
bahwa keputusan tersebut tidak berlaku untuk mahasiswa kedokteran tahun keenam
dan tahun kelima mahasiswa kedokteran gigi yang belajar di universitas yang
berlokasi di provinsi ini.
Bantuan Unit Perawatan Darurat dan Intensif Rumah
Sakit Universitas
Pernyataan lebih lanjut
mencatat bahwa unit perawatan darurat dan intensif rumah sakit universitas di
wilayah tersebut terbuka bagi mereka yang membutuhkan bantuan. Sementara mereka
yang rumahnya rusak setelah gempa bumi akan dapat tinggal di fasilitas sekolah,
di bawah koordinasi Presidensi Penanggulangan Bencana dan Darurat (AFAD).
“Setelah penilaian kerusakan di kampus-kampus tempat Institusi Pendidikan Tinggi kami berada di provinsi-provinsi ini selesai, pernyataan baru akan dibuat terkait dengan dimulainya pendidikan. Kami berduka bagi mereka yang kehilangan nyawa dalam gempa bumi dan berharap pemulihan yang cepat kepada yang terluka,” bunyi pernyataan itu.
Perpanjangan Penangguhan Pendidikan
Pendidikan di Turki
ditangguhkan hingga 13 Februari, namun diperpanjang hingga 20 Februari. Menteri
Pendidikan Nasional Turki, Mahmut Özer mengatakan bahwa kelas akan dilanjutkan
di 71 provinsi untuk menghindari gangguan pendidikan.
Beberapa Institusi Akademik
di Suriah yang telah merespon krisis adalah Universitas di Aleppo, Alsham Private University di Latakia, Al-Hawash Private University dan Tishreen University.
Persatuan Pelajar Nasional
Suriah juga menulis di halaman Facebook-nya,
menginformasikan bahwa mahasiswa, unit sukarelawan dan tim medis telah bersatu
untuk memberikan bantuan kepada korban gempa serta meminta semua dokter,
mahasiswa dan lainnya yang dapat membantu untuk bergabung dan memberikan
bantuan ke rumah sakit dan pusat kesehatan.
Saintek
Trending
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib