SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa
Asia dan Afrika yang meninggalkan Ukraina setelah Rusia menginvasi negara itu
pada 24 Februari 2022 telah diberitahu bahwa mereka harus mengikuti tes yang
diperlukan di Ukraina. Permintaan tersebut menyebabkan frustrasi di kalangan mahasiswa.
Terdapat lebih dari
70.000 mahasiswa internasional di Ukraina sebelum perang, banyak dari mereka
tertarik dengan program medis yang ditawarkan di institusi Ukraina. Sebagian
besar dari mereka meninggalkan Ukraina pada awal perang untuk mencari
keselamatan di negara lain.
Pada bulan lalu,
beberapa dari mereka yang mendaftar program medis di universitas Ukraina
diminta untuk kembali ke negara yang hancur akibat perang untuk mengikuti ujian
Krok 2. Ujian tersebut merupakan penilaian akhir untuk disiplin berorientasi
profesional yang berkorelasi dengan program pelatihan bagi para profesional di
bidang medis.
Laporan media
mengatakan bahwa beberapa mahasiswa dari Kyiv
Medical University yang harus kembali ke Ukraina pada bulan Maret untuk
mengikuti ujian mencatat bahwa institusi mengatakan bahwasannya mereka akan
bertanggung jawab atas hidup dan keselamatan mereka selama di Ukraina.
Suasana Ujian di Ukraina
Seorang mahasiswa
kedokteran dari Yaman belajar di Donetsk University
yang mengikuti tes di Kyiv mengatakan kepada bahwa ujian dihentikan sebanyak delapan
kali karena sirene serangan rudal. “Ruangannya dingin dan hampir tidak ada
cahaya. Ujian berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 karena interupsi yang
berbeda dan 50 orang yang mengikuti ujian dengan saya gagal,” kata mahasiswa
tersebut.
Mahasiswa lain dari
Ghana yang sedang menempuh studi kedokteran online
di Sumy University mengatakan bahwa
studi jarak jauh bukanlah solusi yang berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa
mahasiswa terkuras secara emosional, mental, dan fisik.
Kesulitan Diterima di Universitas Eropa
Setelah perang, banyak mahasiswa
internasional Ukraina menghadapi kesulitan untuk diterima di universitas Eropa.
Salah satu mahasiswa mengatakan bahwa mahasiswa internasional tidak dapat
mengajukan beasiswa karena hibah hanya ditawarkan kepada mahasiswa Ukraina.
Mengenai Ujian Kualifikasi Negara Bersatu
Pada tanggal 5 April
2023, Kementerian Kesehatan Ukraina mengeluarkan pernyataan yang mengatakan
bahwa mahasiswa Ukraina dan non-Ukraina di luar negeri selama darurat militer
dapat mengikuti Ujian Kualifikasi Negara Bersatu atau Unified State Qualification Exam (UEQE) di tempat tinggal mereka.
Menurut kementerian, mahasiswa
yang akan mengikuti ujian KROC 1 dan 2 di luar Ukraina harus memberikan perincian
mengenai lembaga pendidikan tempat mereka belajar dan dari negara mana mereka
akan mengikuti ujian. Dewan Pengujian Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa mahasiswa
yang tidak lulus tes dapat mengikutinya kembali dalam waktu tiga tahun.
Saintek
Saintek
Saintek
Religi
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib