Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1682467957492_1682468114

Hannover Messe memperkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi dengan Industri yang meruakan hasil dari program Merdeka Belajar 

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar.

Khusus pada bidang vokasi, Kemendikbudristek membawa contoh-contoh hasil transformasi pembelajaran yang kolaboratif dan pembekalan pada peserta didik.

Produk yang berhasil dipamerkan tersebut antara lain dua contoh produk hasil Program Riset Keilmuan Terapan yang didanai oleh LPDP, satu contoh produk dari Program Matching Fund, satu produk hasil transformasi pembelajaran melalui pembelajaran berbasis proyek di Politeknik Negeri Batam, dan satu contoh produk transformasi pembelajaran di SMK RUS Kudus dalam bentuk teaching factory.

“Kolaborasi antarpemangku kepentingan dari berbagai lini menjadi kunci dan sepatutnya perlu menjadi perhatian bersama. Untuk sampai di pameran sekelas Hannover Messe, inovasi dan teknologi yang dihasilkan dari kolaborasi antara pendidikan vokasi dengan industri telah melalui rangkaian proses kurasi yang panjang,” tutur Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, di Hannover Jerman.

Dirjen Kiki mengungkapkan bahwa masih banyak inovasi yang lahir dari kolaborasi yang dilakukan lembaga pendidikan vokasi dengan berbagai pihak strategis dalam skala yang lebih luas melalui program platform yang ditawarkan Kemendikbudristek. Inovasi tersebut tentunya memiliki dampak yang kebermanfaatannya dapat dirasakan langsung oleh berbagai pihak.

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi memiliki kepakaran dan keahlian untuk meningkatkan nilai tambah suatu komoditas dan meningkatkan daya saing bangsa.

Saat ini program Matching Fund yang berjalan sejak tahun 2021 sudah menghasilkan banyak produk-produk inovasi yang siap dihilirisasikan bersama mitra industri. Begitu pula Program Riset Keilmuan Terapan juga sudah memberikan manfaat dan solusi pada permasalahan industri maupun UMKM.

“Kemendikbudristek, khususnya vokasi pendidikan, sangat siap bertransformasi dari sisi penyiapan SDM berkualitas serta kapabilitas inovasi yang relevan” tegasnya.

Salah satu yang menjadi poin pada transformasi pendidikan kejuruan adalah dengan mengubah pola pikir dari supply driven menjadi demand driven, yang selaras dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.

Ia mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam Hannover Messe bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat dunia tentang transformasi yang telah dan masih berlangsung di Indonesia.

Transformasi ini berorientasi pada terciptanya kesejahteraan masyarakat, serta mendukung penguatan ekonomi global melalui kolaborasi dalam konteks hilirisasi industri, ekonomi hijau, dan transisi energi bersih.

“Hannover Messe merupakan showcase bagaimana transformasi vokasi pendidikan melalui Merdeka Belajar. Seperti contoh bioplastik dari nata de coco hasil inovasi Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta yang sangat siap dihilirisasi untuk mendukung industri pengemasan makanan serta memberikan nilai tambah bagi komoditas kelapa,” imbuhnya.

Selain bioplastik dari nata de coco, ada beragam produk lainnya seperti dalam showcase Hannover Messe seperti penggunaan artificial intelligence pada mesin uji kampas rem; pembangunan stasiun pengisian tenaga surya untuk kendaraan listrik; robot humanoid sebagai hasil dari proyek berbasis pembelajaran yang berkolaborasi lintas mata kuliah, angkatan dan jurusan; dan demonstrasi pembelajaran berbasis teaching factory untuk mereplikasi apa yang terjadi di industri animasi.

Ajang Hannover Messe juga dapat dimaknai sebagai titik awal Indonesia untuk memperkenalkan kepada masyarakat dunia mengenai potensinya sehingga menjadi agenda perbincangan ekonomi global.

Karena itu pada pameran tahun ini, Kemendikbudristek memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan kejuruan untuk menunjukkan produk inovasi hasil kolaborasi dengan industri.

“Inilah masanya pendidikan dan industri melakukan transformasi, baik melalui riset maupun kolaborasi. Tidak perlu takut teknologi akan menghapus peran manusia atau peluang kerja. Semakin banyak teknologi, semakin banyak peluang kerja. Teknologi tidak bisa mengurus dirinya sendiri,” tutup Dirjen Kiki.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1680047949267_1680048246

Saintek

Penilaian Mandiri Keterbukaan Informasi Terhadap PTN

SIAPBELAJAR. COM -- Sebanyak 26 satuan kerja di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mampu meraih kualifikasi Informatif dalam hal menampilkan informasi publik
1677210962839_1677210985

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Percepatan Penyaluran Dana BOSP Tahun 2023

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen
1675288693075_1675288710

Saintek

Inovasi Kabupaten Lombok Tengah dalam Transformasi Pembelajaran Menuju Pendidikan Berkualitas

SIAPBELAJAR.COM -  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong transformasi pembelajaran di Indonesia. Salah satu upaya transformasi terse
1674218827251_1674218856

Saintek

Calon Mahasiswa KIP Kuliah Akan Didampingi 5.133 Relawan

SIAPBELAJAR.COM- Sebanyak 5.133 relawan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka tahun 2023 resmi akan melakukan tugasnya hingga Agustus mendatang. Lebih dari lima ribu relawan ini akan melakukan s