Jelajah Virtual Museum Geologi Bandung

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1653367491515_1653367566

Museum Geologi Bandung

Meski dalam masa adaptasi kebiasaan baru, siswa dan masyarakat tetap bisa mengunjungi Museum Geologi Bandung. Kunjungan tersebut bisa dilakukan secara virtual melalui program Collection Talk.

Kepala Museum Geologi Bandung, Iwan Kurniawan menjelaskan, kunjungan virtual ini dilakukan melalui webinar. "Jadi, kita menawarkan ke sekolah untuk mengikuti webinar dengan nama kegiatan Collection Talk atau koleksi yang bisa berbicara. Artinya, kita terangkan semua informasi tentang koleksi yang sedang mereka lihat," ujarnya.

Melalui program tersebut, siswa bisa melihat seluruh 417.882 koleksi yang terbagi atas 4 kategori. Yakni geologi Indonesia, sejarah Indonesia, sumber daya geologi serta manfaat dan bencana geologi.

"Sudah banyak sekolah dari berbagai kota yang mengikuti program ini, seperti Malang, Semarang, dan kota lainnya," ungkapnya.

Iwan menegaskan, program tersebut bisa dinikmati gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika ada sekolah yang ingin mengikuti program ini, bisa mengajukan surat kepada manajemen museum.

Koleksi Selalu Dirawat

Meski kunjungan ke museum langsung belum diberlakukan bagi pengunjung, bukan berarti koleksi di Museum Geologi Bandung tak terawat. Iwan menjelaskan, perawatan koleksi tetap rutin dilakukan setiap minggu.

"Perawatan tetap berjalan seperti biasa walaupun di masa pandemi. Per minggu kita selalu rawat dan bersihkan. Bahkan, suhu ruangan pun kami perhatikan," jelasnya.

Sebab, menurutnya, koleksi yang ada bukan hanya milik museum ataupun negara, melainkan telah menjadi koleksi dunia. "Nah, otomatis perawatan dan penjagaan sekarang lebih ketat," ungkapnya.

Iwan pun berbagi pengetahuan seputar museum. Iwan menyarankan kepada siswa yang tertarik menjadi kurator museum, bisa memilih jurusan geologi dalam ranah pendidikan formal. "Secara general, basicnya ada di geologi. Nanti di sana dibagi lagi, ada petrologi, paleontologi, arkeologi. Jadi, nanti temen-temen juga akhirnya tahu pendalaman-pendalaman lainnya," tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk mencintai, sekaligus sering mengunjungi museum. "Museum adalah gudang ilmu, artinya museum itu sahabat kita. Kalau baca buku bisa saja membuat bosan, tapi kalau visual, orang akan mudah ingat. Maka, cintailah museum," ajaknya. (disdik jabar)

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1653367491515_1653367566

Trending

Jelajah Virtual Museum Geologi Bandung

Meski dalam masa adaptasi kebiasaan baru, siswa dan masyarakat tetap bisa mengunjungi Museum Geologi Bandung. Kunjungan tersebut bisa dilakukan secara virtual melalui program Collection Talk.Kepala Mu