Selamat Jalan, Sahabat

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Oleh: N. Evi Susantika (Pendidik di SMPN 1 Mangunreja)

Malam itu, 2 November 2020, kami lagi chat di grup komunitas guru. Bertukar informasi mengenai kabar dirimu yang masih dirawat di rumah sakit. Selang beberapa menit, tepatnya pukul 20.00 WIB, tiba-tiba ada info masuk, mengabarkan bahwa kamu sudah dipanggil Sang Khalik Yang Maha Menggenggam Segalanya.

Saat itu dadaku terasa sesak. Pecahlah tangis. “Innalillahi wa innaa ilaihi rojiiun” Hanya lantunan doa yang dapat kami panjatkan buat kamu, sahabat yang baik. Semoga tenang dan ditempatkan di tempat yang paling mulia. Kami tak dapat bertakziah langsung, karena banyak hal yang memang tidak seharusnya untuk dikunjungi. Situasi sedang melambungnya virus yang sudah merajalela di berbagai daerah.

Kami tak menyangka secepat itu Engkau panggil sahabat yang masih muda, di usia 42 tahun. Malam semakin larut tapi hp masih dipegang, karena terus-terusan berdering di berbagai grup yang mengabarkan kepergian dirimu. Hujan semakin deras, sederas air mata semua yang menerima khabar duka itu. Semua orang tak akan mengira, karena sebelumnya dirimu terlihat segar sehat. Bahkan sering gabung senam sehat di lapang.

Kamu adalah sosok sahabat dan rekan kerja yang mengasyikan bagi semua pihak. Meski aku baru mengenalmu belum lama, tapi perangaimu tak pilih-pilih teman. Senyuman yang selalu diberikan ke semua rekan yang membutuhkan pertolongan dalam rutinitas pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan pengusaan IT yang dirimu miliki patut acungkan jempol. Dengan kesabarannya dirimu selalu mendampingi rekan-rekan guru, semoga apa yang dirimu berikan selalu mengalir menjadi amalan kebaikan.

Allah Maha Adil dan sayang. Atas kehendak-Nya begitu cepat memanggilmu. Sekarang engkau telah tenang tanpa beban rasa sakit dalam tubuhmu. Semula tak ada yang menyangka kalau dirimu memiliki penyakit yang tentunya engkau sembunyikan. Pertemuan tanggal 17 Oktober lalu merupakan hari terakhir, bertepatan dengan kegiatan KSN (Kompetisi Sains Nasional) yang mana engkau bertanggungjawab pada peserta untuk memeriksa sinyal/jaringan internet itu pun aku tidak sempat komunikasi berlama-lama.

Sangat disayangkan saat dirimu dirawat pun kami tidak diperkenankan untuk menjenguk. Kami pasrah. Hanya dapat melantukan doa terbaik buat dirimu. Begitupun kami tak dapat melihat jezanah terbujur hanya sebaran selintas video pemakamanmu yang dapat kami lihat.

Hari ini tepat 100 hari kepergianmu, serasa masih menyisakan bayang-bayangmu hampir di setiap sudut ruang sekolah apalagi di ruang lab komputer. Setiap masuk ruangan selalu saya teringat, dulu ketika engkau masih ada, selalu menyapa duluan dengan senyuman tersungging di bibirmu, dengan paras nan ramah dan berkacamata menunjukkan kharismatik yang sangat mendalam, engkau selalu duduk di depan meja computer server. Eksistensi dan pengabdian dirimu di sekolah ini sangatlah berarti. Kami sangat kehilangan.

Aku berbisik, ketika masuk ruangan Lab. "Pa Ir, sekarang lab komputernya sudah diubah. Mohon maaf ya, kebetulan datang bantuan komputer baru. Jadi barang lama dipindahkan dan dibenahi dengan suasana baru agar bayanganmu tidak terlihat terus di ruangan."

Dan masih terngiang ketika dirimu mengerjakan tugas amanah selaku wakil kepala sekolah bagian Sarpras, saat itu menujukkan pukul 22.00 WIB, kamu berkata, "Bulan depan ibu ya, yang akan melanjutkan dan menggantikan posisi saya!"

Aku kaget. Waktu itu kebetulan lagi mengerjakan tugas-tugas webinar Seri Guru Belajar Masa Pandemi akupun terhenti dan menjawab obrolan via watsapp nya. "Sudahlah, Pak, terus tetap semangat jalan dan syukuri karena aku masih belum mumpuni dan kebetulan masih baru bergabung di sekolah ini."

Ternyata itu chat terakhir dan sekarang pun masih ada kontak dan obrolannya pun masih belum dihapus.

Karena pembelajaran masih BDR / PJJ belum ada ketentuan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka, akan tetapi para guru tetap melakukan kegiatan pembelajaran masih menggunakan sarana dan fasilitas di sekolah sesuai jadwal, kami berharap sekali wabah segeralah enyah karena kami sudah gerah, sehingga banyak berseliweran postingan-postingan di medsos yang menyudutkan tenaga pendidik.

Oleh karena banyak di antara orangtua yang merasa terbebani dengan model pembelajaran anak di rumah, padahal dengan adanya kurikulum yang sudah disederhanakan dengan tidak menargetkan ketuntasan kurikulum maka tidak ada lagi saling terbebani antara peserta didik dan orangtua, malah yang ada akan berkolaborasi dan bersinergi untuk saling menguatkan dalam pembiasaan pembelajaran sehingga karakter moralnya akan lebih muncul dan tertanam. Karena melihat kondisi saat ini hal yang utama adalah kesehatan dan mesti ekstra menjaganya.

Bercermin dari Almarhum, kami dapat lebih hati-hati dalam bersikap, terutama yang menyangkut pola makan dan pola pikir untuk tetap bertahan mampu hidup sehat. Tapi yang namanya takdir adalah rahasia illahi yang tidak bisa disangkal lagi. Kami menerima dengan ikhlas akan kepergianmu.

Kepribadianmu yang selalu menampakkan keceriaan, kini hanya tinggal kenangan, sosok yang sulit untuk dilupakan. Namamu akan selalu di hati kami, sahabat. Dirimu tetap jadi sahabat kami hingga saatnya nanti kita dipertemukan di alam yang sama.

Begitu banyak kenangan indah saat bersamamu. Seseorang yang tak pernah menampakkan kesedihan, tak pernah marah, apalagi saat ditanya rekan-rekan yang dimintai bantuan IT. Hingga menjelang azal menjemputmu, sempat chat pada rekan (guru PAI) bertanya tentang menjama waktu salat. Itu bukti dirimu orang baik.

Semoga Allah Subhanahu wata'ala akan selalu mencatat amalan kebaikan dirimu. Meski tak sempat melihat saat detik terakhirmu, tapi kami sempat melihat di obrolan hari-hari terakhir dirimu masih tersenyum, padahal di tubuhmu terbalut selang-selang yang mengerikan jika melihatnya.

Selamat jalan, sahabat seperjuangan. Semoga mendapat tempat yang layak di sisi Allah Subhanahu wata'ala.

Ya Allah, titip sahabat kami. Terima ia di sisi-Mu.

Mangunreja, 12 Februari 2021

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660138916706_1660138956

Unduh

Buku Seni Budaya Kelas 7 SMP/MTs

Silahkan Download
1653621925419_1653622062

Share and Care

Selamat Jalan, Sahabat

Oleh: N. Evi Susantika (Pendidik di SMPN 1 Mangunreja)Malam itu, 2 November 2020, kami lagi chat di grup komunitas guru. Bertukar informasi mengenai kabar dirimu yang masih dirawat di rumah sakit. Sel