Ponpes Daarul Falaah, Sukasirna, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya punya metode cepat agar santri-santrinya bisa menguasai kitab Kuning. Yakni dengan metode Amtsilati sebuah metode praktis memahami gramatikal Arab dengan mengambil intisari dari kitab Alfiah dan Imriti.
“Sejak 6 tahun lalu metode Amtsilati sudah diterapkan di Pesantren Daarul Falaah, metode ini sangat peraktis, mudah dipahami dan epektif. Belajar kitab kuning menjadi cepat” tutur H. Dede Solahuddin, S.Pd.I Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah
Menurut H. Dede jika biasanya untuk mempelajari kitab gramatikal Arab seperti Alfiah atau Imriti membutuhkan waktu lama bagi santri, namun berbeda dengan metode Amtsilati. Pembelajaran melalui metode Amtsilati hanya memerlukan waktu enam bulan sampai setahun santri sudah dapat menguasai gramatikal Arab.
Disampaikan H. Dede, metode Amtsilati ini sangat sistematis memperkenalkan setiap pelajarannya. Jika pada umumnya santri mengawali pembelajaran kitab nahwu dengan mengenal definisi kalam, maka dalam Amtsilati santri justeru mempelajari terlebih dulu huruf jer.
“Pemula itu pasti diajarkan mengejar dulu kan, seperti itu juga di Amtsilati. Huruf-huruf yang hukumnya mabni kita ajarkan dulu,” kata H. Dede.
Baca juga : Mengenal Metode Amtsilati
Pada metode Amtsilati santri juga dituntut untuk memberikan banyak contoh sehingga dapat lebih cepat memahami setiap materi. Menurut H. Dede metode Amtsilati dikembangkan dan berpusat di Jepara.
Metode ini telah berkembang dan digunakan di sejumlah pondok pesantren di Indonesia termasuk Pesantren Daarul Falaah ini. Menurut informasi yang diterima siapbelajar.com, di wilayah Jawa Barat sendiri sudah ada sekitar 50 lebih pesantren dan lembaga pendidikan islam yang telah menggunakan metode Amtsilati.
Baca juga : Aliansi Penyelenggara Pendidikan Indonesia Sampaikan Usulan Kepada Presiden Jokowi
Religi
Religi
08 February 2024 - 11:35 wib
07 February 2024 - 01:53 wib
06 December 2023 - 07:35 wib
06 November 2023 - 15:27 wib
06 November 2023 - 12:05 wib