Ternyata, citra Perancis cukup mengejutkan karena kedua negara praktis tidak memiliki kesamaan dalam perjalanannya.
Ikatan Mahasiswa Studi Perancis se-Indonesia (IMASPI) adalah organisasi kemahasiswaan yang dibentuk pada 25 September 1999 di Universitas Indonesia (UI) Depok. Dan diresmikan sebagai ikatan antar mahasiswa bagi Universitas di Indonesia yang memiliki program studi Bahasa Perancis yakni UPI, UGM, UI, UHO, UNY, UNNES, UNPAD, UNJ, STBA Yapari-ABA Bandung, UB, UNIMED dan UNHAS.
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan memupuk, membina, serta meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar mahasiswa program studi atau jurusan pendidikan, bahasa, sastra dan budaya Perancis se-Indonesia yang kini diketuai oleh ketua terpilih Yunia Faradilla.
Baca juga: Tak Cuma Langsung Kerja, Lulusan SMK Bisa Lakukan Ini
Melansir Humas UPI di laman Portal Berita UPI, dikatakan bahwa kehadiran pusat perbelanjaan yang berasal dari Perancis di kota-kota besar di Indonesia atau pusat budaya Perancis yang dikenal sebagai Institut Français Indonesia (IFI), hilir-mudiknya mobil buatan Perancis di jalan, dan berbagai merek tas serta kosmetik yang dipakai oleh selebritas atau film romantis Indonesia yang berakhir bahagia di Paris, pesepak bola Perancis dan banyak lagi ikon Perancis lainnya yang mengilustrasikan adanya hubungan budaya antara Indonesia dan Perancis.
Bahkan, dikatakan banyak terjadi pernikahan campuran antara warga negara Indonesia dan warga negara Perancis (Hardini, 2015). Dan yang paling mencolok adalah penyanyi Anggun, salah satu diva musik Indonesia yang kini berdomisili di Perancis serta merubah kewarganegaraannya meski tetap menjaga rasa nasionalisme Indonesianya dengan menyisipkan kata-kata Indonesia dalam berbagai lagunya seperti aume de la lune .
Romantisme Budaya Indonesia dan Perancis
Ternyata, citra Perancis ini cukup mengejutkan karena Indonesia dan Perancis praktis tidak memiliki kesamaan sepanjang perjalanan sejarah masing-masing. Namun, pada kenyataannya, kehidupan budaya Perancis tidak masuk ke Indonesia secara langsung, tetapi hanya di bawah pengaruh Belanda, ketika Nusantara berada di bawah dominasi kolonial Belanda sampai tahun 1942 (Dorléans, 2006).
Citra yang menguntungkan dan positif tentang romantisme dan kehidupan glamor Perancis muncul di antara orang-orang Indonesia kelas atas. Walaupun pengaruh budaya Perancis ini masuk melalui hal-hal tersebut, masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mendeteksi beberapa kata yang berasal dari bahasa Perancis di Indonesia saat ini.
Di sisi lain, beberapa kata bahasa Indonesia juga muncul dalam bahasa Perancis. Misalnya, Annuler menjadi anulir, Avril menjadi April, Bourse menjadi bursa, Populaire menjadi popular dan lain-lain.
Meskipun tidak diketahui secara pasti apakah kata-kata tersebut diserap dari bahasa inggris atau Perancis karena beberapa memiliki kesamaan.
“Kami punya dua program kerja besar, yaitu Musyawarah Nasional dan Multikomparasi di setiap periodenya, tuan rumah dari dua program kerja tersebut ditentukan melalui kesepakatan yang dibuat pada siding Munas IMASPI,” terang Fardani adithya Ketua pelaksana, Alumnus Pendidikan Bahasa Perancis 2021, Universitas Pendidikan Indonesia.
Sebagai intelektual dan generasi perubahan, mahasiswa mempunyai peran penting dalam berdiplomasi agar Indonesia semakin berkembang di dunia global, termasuk di Negara Perancis.
Harus diakui bahwa sejarah mencatat mahasiswa memang punya andil besar sebagai Agent Of Change. Selain itu, mahasiswa juga memiliki peran yang besar dalam pengembangan hubungan diplomasi. Tak berlebihan bila mahasiswa disebut-sebut sebagai salah satu aset penting dalam diplomasi antar negara.
Saintek
Saintek
Keluarga
Saintek
Trending
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib