Perayaan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) 2022 dilaksanakan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Perayaan tersebut dimulai tanggal 7-9 Juni 2022.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama dengan jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) terlibat langsung di kegiatan nasional tersebut
Dalam acara perayaan Hari laut sedunia itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti yang juga bertanggung jawab sebagai ketua pelaksana memaparkan bahwa perayaan Hari Laut Sedunia tahun ini mengangkat tema 'Revitalitazition' dan akan diisi oleh beragam kegiatan yang selaras dengan tema tersebut.
Baca juga: Perluasan Ganjil Genap di Ruas Jalan DKI Jakarta
Adapun beberapa kegiatannya, diantaranya gerakan bersih-bersih pantai, pameran UMKM perikanan, dan soft launching kampung perikanan budi daya.
"Dalam perayaan Hari Laut Sedunia juga akan diserahkan bantuan pemerintah dari berbagai unit kerja KKP, yang nilainya mencapai Rp36 miliar yang akan diserahkan kepada masyarakat Wakatobi melalui pemda," ujar Artati selaku koordinator pelaksana.
Pemerintah juga turut berkontribusi dalam perayaan tersebut dengan memberikan bantuan, seperti puluhan unit cool box, chest freezer, ratusan paket gemarikan, ratusan unit alat penangkap ikan, mesin tempel kapal, mesin ketinting, dan puluhan unit jarring. Selain itu, terdapat pula kendaraan roda tiga, ribuan benih ikan nemo dan kakap putih, kebun bibit rumput laut, bantuan pengembangan sumber daya manusia, Wakatobi AIS, hingga kapal fiber untuk nelayan.
Artati menambahkan bahwa rangkaian acara Hari Laut Sedunia 2022 di Wakatobi akan diawali dengan kegiatan bersih-bersih pantai. Bersih-bersih pantai dipilih sebagai acara pembuka sebagai salah satu bentuk wujud dari komitmen KKP dalam menjaga kesehatan laut.
Keterlibatan Sektor Ekonomi di Masyarakat
Kegiatan tersebut menargetkan masyarakat agar menjadi sarana edukasi supaya masyarakat setempat lebih peduli terhadap kebersihan pantai dan laut dengan tidak membuang sampah sembarangan serta bersedia melakukan gerakan bersih-bersih secara mandiri.
Mengenai implementasi ekonomi biru, Artati menambahkan KKP salah satunya tengah mengembangkan budi daya rumput laut karena selain menjadi produk unggulan ekspor, rumput laut juga memiliki peranan yang penting dalam isu perubahan iklim.
"Dengan meningkatkan budi daya rumput laut, maka dapat membantu menyerap karbon dioksida dan memperlambat perubahan iklim," kata Artati.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, lanjut Artati, pihaknya meyakini bahwa ekologi merupakan panglima dari tata kelola sektor kelautan dan perikanan. "Melalui kegiatan ini harapannya masyarakat peduli terhadap lingkungan lautnya sehingga kesehatan laut terjaga," pungkasnya.
Trending
Saintek
Trending
Saintek
Share and Care
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib