SIAPBELAJAR.COM - Muharram merupakan bulan pembuka dalam kalender Islam, Muharrram juga merupakan salah satu bulan yang di antara empat bulan lainnya diistimewakan dalam Al-Quran.
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Di bulan Muharram banyak sekali peristiwa yang berpengaruh terhadap tata kehidupan umat Islam, diantaranya adalah peristiwa hijrah Baginda Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
Dalam peristiwa Hijrah, Baginda Nabi mengikuti ketetapan Allah Aza Wajalla ketika Nabi Muhammad SAW dakwahnya ditolak oleh kaumnya sendiri, bahkan berbagai ancaman kekerasan dan usaha pembunuhan pun datang. Namun, beliau tetap berdoa agar mereka (kaum yang menolak dakwah nabi} mendapat hidayah Allah SWT. Nabi pun menuruti wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril agar berhijrah ke Madinah.
Ketika Rasulullah sudah berada di Madinah, Beliau pun memersatukan kelompok Muhajirin dan Anshar.
Muhajirin merupakan sebutan bagi yang ikut serta dengan Rasulullah SAW berpindah dari Makkah ke Madinah, dan Anshar adalah sebutan bagi penduduk Madinah pemeluk agama Islam.
Mengenai keutamaan Bulan Muharram Ibnu ’Abbas mengatakan,”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207).
Untuk itu ketika tiba bulan-bulan tersebut seperti Muharram atau Ramadhan, kaum muslimin lebih banyak lagi melakukan amaliyah, kebaikan-kebaikan
Pergantian Waktu & Penanggalan
Ibnu Rajab mengatakan:
”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.”
Terkait dibuatnya penanggalan Hijriah ada pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Saat itu, belum ada penanggalan yang baku untuk urusan kenegaraan dan kemasyarakatan.
Ketika Khalifah Umar bin Khattab menerima surat dari Gubernurnya di Bashra, Abu Musa Al Asy’ari, pada bagian alinea awal suratnya berbunyi:
“…menjawab surat Tuan yang tidak tertanggal…”
Kata-kata tersebut sangat menarik dan menjadi perhatian Khalifah Umar Bin Khattab. Dari sini muncul pemikiran bahwa umat Islam perlu memiliki penanggalan yang pasti. Oleh karenanya, maka diadakanlah musyawarah khusus untuk menentukan kapan awal tahun baru Islam.
Tindak Lanjut Khalifah Umar Bin Khattab
Melansir laman mui.or.id, diterangkan bahwa untuk menindak lanjuti surat dari Abu Musa al-Asy’ari, Khalifah Umar yang memanggil Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf RA, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam RA, Sa’ad bin Waqqas, serta Thalhan bin Ubaidillah sebagai tim yang bertugas penyusunan kalender Islam.
Setelah tim disepakati, mulailah pembahasan mengenai penentuan tahun pertama. Sebagian ada yang mengusulkan dimulai di tahun Gajah, yaitu waktu kelahiran Nabi. Ada pula yang mengusulkan di tahun wafatnya Nabi. Ada juga yang mengusulkan di tahun pengangkatan menjadi Rasul, hingga opsi di tahun hijrahnya Rasulullah ke Madinah.
Usulan keempat yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib lah yang disepakati sebagai awal tahun Islam yaitu ditandai dengan peristiwa hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Pendapat tersebut, dianggap sebagai peristiwa besar bagi Islam yang mana hijrah merupakan simbol perpindahan masa jahiliyah ke masyarakat madani.
Usulan Bulan Pertama dalam Tahun Hijriah
Ketika putusan awal tahun telah disepakati bersama, maka pembahasan selanjutnya adalah menentukan bulan pertama yang mengawali tahun Islam.
Usulan bulan Rabi’ al-Awwal diajukan sebagai awal bulan untuk memulai tahun. Hal ini dikarenakan Rasulullah hijrah pada bulan tersebut. Akan tetapi, usulan ini ditolak. Khalifah Umar justru memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam susunan tahun Hijriyah. Pendapat ini didukung pula oleh Utsman bin Affan.
Alasan lain pemilihan bulan Muharram adalah meskipun hijrah dilakukan di bulan Rabi’ al-Awwal, akan tetapi permulaan Hijrah dimulai sejak bulan Muharram.
Khalifah Umar mengatakan, wacana hijrah dimulai setelah beberapa sahabat membaiat Nabi, yang dilaksanakan pada penghujung bulan Dzulhijjah. Adapun bulan yang muncul setelah Dzulhijjah yaitu bulan Muharram. Oleh sebab itu, Muharram dipilih serta disepakati menjadi bulan pembuka dalam tahun Hijriyah.
Trending
Trending
Religi
Share and Care
Religi
08 February 2024 - 11:35 wib
07 February 2024 - 01:53 wib
06 December 2023 - 07:35 wib
06 November 2023 - 15:27 wib
06 November 2023 - 12:05 wib