SIAPBELAJAR.COM - Gagasan untuk menginternasionalkan Muhammadiyah melalui pendidikan tampaknya semakin cepat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa asing yang mendaftar ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
“Sampai hari ini ada 1.173 calon mahasiswa dari 60 negara yang ini menjadi catatan sangat baik bagi UMY sendiri sehingga kami berniat untuk bisa bekerja sama dengan para duta besar negara terkait,” ungkap Kepala Kantor Kerja Sama Internasional UMY, Yordan Gunawan, Kamis (16/6).
Ditemui usai acara UMY & Ambassadors Gathering bersama duta besar dan atase dari 18 negara sahabat di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Yordan menyebut banyaknya calon mahasiswa asing itu menjadi PR tersendiri bagi UMY.
PR itu mengingat kuota yang disediakan untuk mahasiswa asing per tahun akademik hanya 40 orang saja. Atas antusiasme ini, UMY kata dia bakal meningkatkan kuota menjadi 50-60 orang. Sebab untuk calon mahasiswa domestik di UMY ada sekira 50 ribu orang dan yang diterima hanya 4 ribu orang.
Baca juga: Dinkes Aceh Imbau JCH Banyak Konsumsi Air Putih
Selain menambah kuota mahasiswa asing, UMY memiliki solusi lain bagi 1.173 calon mahasiswa asing itu dengan cara melakukan sharing kepada Kantor Urusan Internasional di setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
“Misalkan UM Surabaya atau kampus-kampus PTMA yang bagus dan siap, maka bisa bikin satu atau dua scholarship untuk mahasiswa asing, bahkan ternyata sampai Universitas Muhammadiyah Maluku Utara juga sudah menyiapkan program itu dan rata-rata adalah mahasiswa dari Thailand,” terangnya.
Jordan mengatakan acara bersama duta besar tersebut merupakan upaya terpadu untuk mengakomodasi calon mahasiswa asing, karena terbukti mahasiswa asing tidak hanya dari kalangan ekonomi bawah dan negara berkembang, tetapi banyak dari mereka yang berasal dari negara maju dan mandiri secara finansial.
Jordan mengatakan ini membuktikan bahwa Muhammadiyah telah mempercepat agenda internasionalisasi Muhammadiyah, yang tidak hanya menguntungkan Muhammadiyah, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.
“Artinya ini tidak sekadar Muhammadiyah yang dilihat, mereka, tidak sekadar UMY, tapi juga Indonesia secara keseluruhan bahwa bisa kok Indonesia melakukan internasionalisasi dan membuat kampus-kampus itu menjadi semakin internasional dengan hadirnya para mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara,” pungkasnya.
Saintek
Saintek
Saintek
Trending
Share and Care
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib