SIAPBELAJAR.COM - Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret,
Jamal Wiwoho, mengatakan, kualitas pendidikan di suatu negara berkorelasi erat
dengan tingkat inovasi dan menjadi salah satu tolok ukur daya saing bangsa.
“Daya saing bangsa yang tinggi akan mendorong pada kemandirian dan pada akhirnya akan membawa pada kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan yang berkualitas menjadi kondisi penting bagi terciptanya bangsa yang inovatif dan berdaya saing,” ujar Jamal dalam webinar
Baca juga: 5 Podcast yang Bisa Meningkatkan Listening Skill
“Arah
Baru Pendidikan Indonesia: Sikap Publik terhadap Kebijakan Kemendikbudristek” sambungnya. Minggu (19/6).
Dalam kesempatan tersebut Jamal mengapresiasi program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang telah menciptakan perubahan positif bagi pendidikan di Indonesia.
Selain sosialisasi program kepada para pemangku
kepentingan, Jamal mengungkapkan bahwa transformasi informasi juga sangat
penting terkait implementasi program Merdeka Belajar.
“Karena sejatinya pendidikan tidak hanya sekadar mentransfer
ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana proses dari interaksi-interaksi semua
pemangku kepentingan,” tandasnya.
Survei Merdeka Belajar
Sementara itu, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan
Masyarakat, Kemendikbudristek, Anang Ristanto, memaparkan, berdasarkan hasil
wawancara terhadap 1.520 responden di seluruh Indonesia pada 7 hingga 12 April
2022, diketahui, lebih dari 75% warga puas atas kebijakan Kemendikbudristek.
Menurutnya, hasil survei itu merupakan bentuk gotong royong dan partisipasi publik untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Indonesia.
“Dengan hasil ini tentu kami sangat optimistis bahwa dengan program Merdeka
Belajar dapat membawa dampak perubahan pendidikan ke depan lebih baik dan
membawa anak-anak kita, adik- adik kita sebagai generasi penerus menjadi Sumber
Daya Manusia yang unggul dan tangguh,” papar Anang.
Ia mengakui, walaupun tingkat kebermanfaatan sudah tinggi, namun masih ada kisaran 5 hingga 25 persen yang tingkat kebermanfaatannya masih kurang.
Hal itu menjadi tantangan agar menjadi lebih baik lagi untuk
meningkatkan pengetahuan dan meyakinkan masyarakat akan program
Kemendikbudristek.
“Kami akan berupaya terus menerus melakukan perbaikan salah
satunya dengan melakukan sosialisasi melalui berbagai media kepada pemangku
kepentingan dan juga dengan pelibatan publik,” tandas Anang.
Beberapa kebijakan yang setelah disurvei terasa manfaatnya
di antaranya Pembelajaran Tatap Muka, KIP Kuliah Merdeka, Bantuan kuota
internet, Bantuan Operasional Sekolah langsung ke sekolah, serta Kurikulum
Merdeka dan Merdeka Mengajar. ***
Saintek
Saintek
Religi
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib