Mendikbudristek Membuka Program PembaTIK dan KIHAJAR STEM 2022

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1656112931160_1656113012

Nadiem Makarim membuka Program PembaTIK 2022

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim membuka kembali Program PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) dan Kita Harus Belajar (KIHAJAR) STEM  tahun 2022 secara daring. Rabu (22/6). 

Sejak 2017, Pusdatin Kemendikbudristek menyelenggarakan program bimbingan teknis pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK). PembaTIK memiliki standar kompetensi TIK untuk guru yang terdiri dari empat kompetensi yaitu literasi, implementasi, kreasi, serta berbagi dan berkolaborasi. Pada tahun 2022, seluruh tahapan pada program ini akan dilaksanakan secara daring. 

“Guru yang hebat adalah guru yang mau terus belajar. Guru yang menjadi teladan pembelajar sepanjang hayat kepada muridnya. Itulah semangat yang diusung dalam program pembaTIK, yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kompetensi TIK para pendidik.” ungkap Mendikbudristek dalam pembukaannya secara daring. 

Baca juga: Jurnalis Rusia Menjual Nobel Perdamaian untuk Pengungsi Ukraina

Mitra Rumah Belajar

Pada level kompetensi berbagi dan berkolaborasi akan terpilih guru-guru terbaik (Sahabat Rumah Belajar) yang berpeluang mengikuti seleksi calon Duta Rumah Belajar (DRB).

Sahabat Rumah Belajar dan Duta Rumah Belajar terpilih akan menjadi mitra terdepan Pusdatin Kemendikbud yang akan menyosialisasikan, mendiseminasikan praktik baik menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik melalui pemanfaatan TIK dan Portal Rumah Belajar.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendikbudristek, M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) merupakan program yang berorientasi pada peningkatan kompetensi TIK pendidik di semua jenjang di seluruh Indonesia.

“Pendaftar PembaTIK terus meningkat hingga pelaksanaan di tahun 2021, pendaftar PembaTIK sebanyak 80.000 guru yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Besarnya pendaftar ini menunjukan antusiasme para pendidik kita untuk terus meningkatkan kompetensi dirinya, terutama di bidang TIK untuk pembelajaran.” tutur Kapusdatin Kemendikbudristek.

Guru Harus Melek IT

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril, secara daring juga menyampaikan harapan agar melalui bimtek PembaTIK, guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia dapat bersama–sama berkolaborasi dan bertransformasi menumbuhkan ekosistem digital menuju Merdeka Belajar.

“Saya mengajak bapak dan ibu guru serta tenaga kependidikan untuk berpartisipasi mengikuti PembaTIK tahun 2022. Mari terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan saling berbagi praktik baik untuk transformasi pendidikan Indonesia.” imbau Dirjen Iwan Syahril.

Demikian pula untuk mendukung proses pembelajaran berorientasi pada peserta didik, sejak 2006, Pusdatin Kemendikbudristek menyelenggarakan gelaran Kihajar (Kita Harus Belajar).

Penggiringan

Kihajar STEM merupakan wadah eksplorasi yang dapat diikuti oleh siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) agar dapat memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah atau project berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Math) melalui pendayagunaan Teknologi  Informasi dan Komunikasi.

“Di program ini para pelajar bisa mengeksplorasi banyak hal baru dan menarik, membuat project-project seru di bidang sains, teknologi, matematika. Dalam perlombaan ini nantinya tentu ada yang menang dan ada yang kalah, tetapi yang lebih penting adalah adik-adik sudah berani mencoba, berani berkarya dan berani berkompetisi.” tutur Mendikbudristek pada acara yang mengusung tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar”.  

Tahun 2022, Kihajar STEM diselenggarakan secara daring dan terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu Basic, Intermediate, dan Final. Pada tahap final, 2 tim terbaik dari 4 jenjang di tiap provinsi akan mengikuti tahapan pembuatan Video Tematik berbasis STEM dan presentasi.

Gen Kihajar terbaik akan mendapatkan predikat Juara Umum, ter-berpikir kritis, ter-kreatif, ter-komunikatif, dan ter-kolaboratif dari setiap jenjang. Gen Kihajar terbaik akan menjadi agen penggerak pemanfaatan TIK (layanan Pusdatin) untuk pembelajaran di level peserta didik. 

“Kepada orangtua, saya juga berharap agar ibu dan bapak dapat mendorong putra-putrinya untuk mengikuti Kihajar STEM sebagai salah satu langkah pijakan mereka menjadi pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter.” pesan Menteri Nadiem. 

Mengasah Keterampilan Siswa

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddasmen), Jumeri, secara daring juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Kihajar STEM.

Menurutnya, penerapan model STEM dalam implementasi kurikulum Merdeka Belajar di sekolah akan dapat mengasah keterampilan berkomunikasi, berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan berpikir komputasional.

“Dengan mengikuti Kihajar STEM, saya berharap mutu dan proses pembelajaran akan semakin meningkat. Peserta didik merasa senang dan tertantang dalam belajar, bermanfaat bagi masa depannya.”, ungkap Dirjen Jumeri.

Tahun ini, pendaftaran KIHAJAR STEM dilakukan melalui aplikasi Rumah Belajar yang bisa diunduh di playstore. Sementara, pendaftaran PembaTIK dilakukan melalui laman simpatik.belajar.kemdikbud.go.id.

Mengakhiri sambutannya, Mendikbudristek berharap agar guru dan pelajar semakin sadar akan pentingnya kemampuan memanfaatkan TIK untuk memperbaiki proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, lebih relevan dan memerdekakan anak.

” Saya tunggu partisipasi Ibu/Bapak guru dan adik-adik pelajar di seluruh Indonesia dalam program ini. Mari kita tetap semangat bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” demikian pesan Menteri Nadiem.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1680047949267_1680048246

Saintek

Penilaian Mandiri Keterbukaan Informasi Terhadap PTN

SIAPBELAJAR. COM -- Sebanyak 26 satuan kerja di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mampu meraih kualifikasi Informatif dalam hal menampilkan informasi publik
1677210962839_1677210985

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Percepatan Penyaluran Dana BOSP Tahun 2023

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen
1675288693075_1675288710

Saintek

Inovasi Kabupaten Lombok Tengah dalam Transformasi Pembelajaran Menuju Pendidikan Berkualitas

SIAPBELAJAR.COM -  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong transformasi pembelajaran di Indonesia. Salah satu upaya transformasi terse
1674218827251_1674218856

Saintek

Calon Mahasiswa KIP Kuliah Akan Didampingi 5.133 Relawan

SIAPBELAJAR.COM- Sebanyak 5.133 relawan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka tahun 2023 resmi akan melakukan tugasnya hingga Agustus mendatang. Lebih dari lima ribu relawan ini akan melakukan s