Selama penugasan, mahasiswa peserta bersama para guru menjalankan berbagai program inovatif yang membantu proses KBM
SIAPBELAJAR.COM – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan, Iwan Syahril, mengapresiasi kehadiran mahasiswa Kampus Mengajar
di sekolah, serta turut berperan membantu adaptasi teknologi kepada guru dan
tenaga kependidikan.
Apresiasi itu disampaikan dalam acara penarikan peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 3 yang dilaksanakan secara daring, Selasa, (28/6).
Sebanyak 16.174 mahasiswa peserta program Kampus Mengajar Angkatan 3 telah menyelesaikan periode penugasan selama 18 minggu di 3.846 sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Penugasan mereka berakhir, dan akan kembali ke perguruan tinggi masing-masing.
Baca juga: Rekomendasi Buku Bacaan Ala Maudy Ayunda
Selama penugasan, peserta Kampus Mengajar telah memberikan
asistensi kepada guru dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan dasar.
Selain itu, para mahasiswa ini juga memiliki tugas untuk mengakselerasi
adaptasi teknologi bagi para guru.
“Harapannya, pelaksanaan Kampus Mengajar bisa mendorong
proses pembelajaran Indonesia yang lebih kontemporer dan mengikuti perkembangan
zaman,” ujar Iwan.
Apresiasi serupa disampaikan Plt. Direktur Jenderal
Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam. Ia menilai, para mahasiswa berhasil
memberikan dampak positif terhadap akselerasi peningkatan literasi dan numerasi
siswa melalui kolaborasi dengan para guru untuk membuat strategi pembelajaran
yang efektif namun menyenangkan.
Ada banyak cerita baik yang ditorehkan mahasiswa selama 18 minggu periode penugasan di sekolah sasaran. Nizam meyakini, pengalaman selama bertugas di Kampus Mengajar bisa mengasah kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Mahasiswa mampu mengembangkan kapasitas kepemimpinan,
kreativitas dan inovasi, penyelesaian masalah, komunikasi, manajemen tim, dan
peningkatan cara berpikir analitis.
Program Inovatif Berkelanjutan
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri, mengatakan, selama
penugasan, mahasiswa peserta bersama para guru menjalankan berbagai program
inovatif yang dapat membantu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Ia berharap, dari berbagai program inovatif tersebut terdapat program-program yang bisa terus digunakan secara berkelanjutan di sekolah setelah penugasan mahasiswa selesai.
“Jejak-jejak baik yang
ditinggalkan oleh para mahasiswa di sekolah pasti akan selalu tertanam di benak
para siswa,” tandasnya.
Diketahui, Kampus Mengajar adalah salah satu program Merdeka
Belajar-Kampus Merdeka yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar
dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, sekaligus
membagikan ilmu, keterampilan, dan inspirasi bagi para murid.
Selain memperoleh pengalaman, para mahasiswa yang telah menyelesaikan program Kampus Mengajar berhak mendapatkan rekognisi sebesar 20 sks dari hasil belajar selama mengikuti program. ***
Keluarga
Saintek
Saintek
Trending
Ekonomi
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib