Ilustrasi – Para pelajar Indonesia didoronng berpartisipasi aktif dan kompetitif dalam mengenyam pendidikan tinggi
SIAPBELAJAR.COM – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek,
Iwan Syahril, mengatakan, sebenarnya pembelajaran telah mengalami krisis sejak
sebelum pandemi COVID-19 melanda dan diperburuk dengan adanya pandemi. Namun,
pandemi COVID-19 juga menghadirkan sejumlah peluang.
Salah satu peluang tersebut adalah bagaimana pandemi mengubah perilaku, terutama dalam mengadopsi teknologi. Tapi pada saat yang bersamaan, ada kelompok-kelompok yang tertinggal akibat kesenjangan teknologi dalam mengakses pendidikan.
“Kita melihat bahwa peran teknologi dalam pendidikan sangat penting, namun tidak menggantikan peran SDM. Sejak awal, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Kemendikbudristek untuk memanfaatkan peran teknologi dalam memecahkan masalah akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan kita,” tuturnya dalam satu kesempatan.
Baca juga: Progres Pembangunan Taman Martha Christina Tiahahu Sudah 80,8 Persen
Iwan yang juga menjabat Ketua Kelompok Kerja Pendidikan (Education
Working Group/EdWG) G20, menyebutkan, sebagai salah satu agenda prioritas dalam
EdWG tahun ini, masa depan dunia kerja pascaCOVID-19 menjadi hal yang penting
dalam dunia pendidikan.
“Diperlukan sistem pendidikan yang mampu mewujudkan SDM yang siap memasuki dunia kerja. Persiapan ini dilakukan dengan bagaimana kita melakukan pemulihan pembelajaran (learning recovery),” ujarnya.
Penyegaran Sudah Dimulai Sebelum Pandemi
Menurutnya, sebelum pandemi, Indonesia sudah melakukan transformasi
pembelajaran dengan mengubah Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional yang lebih
berfokus pada kompetensi dasar, yakni literasi, numerasi, dan karakter.
Selain itu, Kemendikbudristek juga sudah melakukan
penyederhanaan kurikulum yang terbukti memberikan dampak pembelajaran yang
lebih besar bagi para peserta didik.
Iwan juga menekankan, melalui terobosan Merdeka Belajar
Kampus Merdeka, Kemendikbudristek berkomitmen untuk membuka peluang bagi pelajar
Indonesia agar dapat terus berpartisipasi aktif dan kompetitif dalam mengenyam
pendidikan tinggi.
“Kami percaya, untuk meningkatkan soft skill yang sangat
dibutuhkan di dunia kerja, tidak bisa hanya didapat dari dalam kelas.
Penting sekali untuk memaknai teori yang didapatkan langsung di lapangan,” tandasnya.
***
Saintek
Saintek
Share and Care
Religi
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib