Pandemi COVID-19 Hadirkan Peluang bagi Dunia Pendidikan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1656562153069_1656562171

Ilustrasi – Para pelajar Indonesia didoronng berpartisipasi aktif dan kompetitif dalam mengenyam pendidikan tinggi

SIAPBELAJAR.COM – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril, mengatakan, sebenarnya pembelajaran telah mengalami krisis sejak sebelum pandemi COVID-19 melanda dan diperburuk dengan adanya pandemi. Namun, pandemi COVID-19 juga menghadirkan sejumlah peluang.

Salah satu peluang tersebut adalah bagaimana pandemi mengubah perilaku, terutama dalam mengadopsi teknologi. Tapi pada saat yang bersamaan, ada kelompok-kelompok yang tertinggal akibat kesenjangan teknologi dalam mengakses pendidikan.

“Kita melihat bahwa peran teknologi dalam pendidikan sangat penting, namun tidak menggantikan peran SDM. Sejak awal, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Kemendikbudristek untuk memanfaatkan peran teknologi dalam memecahkan masalah akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan kita,” tuturnya dalam satu kesempatan.

Baca jugaProgres Pembangunan Taman Martha Christina Tiahahu Sudah 80,8 Persen

Iwan yang juga menjabat Ketua Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20, menyebutkan, sebagai salah satu agenda prioritas dalam EdWG tahun ini, masa depan dunia kerja pascaCOVID-19 menjadi hal yang penting dalam dunia pendidikan.

“Diperlukan sistem pendidikan yang mampu mewujudkan SDM yang siap memasuki dunia kerja. Persiapan ini dilakukan dengan bagaimana kita melakukan pemulihan pembelajaran (learning recovery),” ujarnya.

Penyegaran Sudah Dimulai Sebelum Pandemi

Menurutnya, sebelum pandemi, Indonesia sudah melakukan transformasi pembelajaran dengan mengubah Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional yang lebih berfokus pada kompetensi dasar, yakni literasi, numerasi, dan karakter.

Selain itu, Kemendikbudristek juga sudah melakukan penyederhanaan kurikulum yang terbukti memberikan dampak pembelajaran yang lebih besar bagi para peserta didik.

Iwan juga menekankan, melalui terobosan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Kemendikbudristek berkomitmen untuk membuka peluang bagi pelajar Indonesia agar dapat terus berpartisipasi aktif dan kompetitif dalam mengenyam pendidikan tinggi.

“Kami percaya, untuk meningkatkan soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, tidak bisa hanya didapat dari dalam  kelas. Penting sekali untuk memaknai teori yang didapatkan langsung di lapangan,” tandasnya. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
1690947206782_1690946649

Share and Care

INFO KIP KULIAH

Mediana.id - Info KIP Kuliah: Program Bantuan Biaya Pendidikan Tinggi dari PemerintahAnda lulusan SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala biaya
Pesantren dan Modernisasi_1690340923

Religi

Pesantren: Lembaga Pendidikan Islam yang Bertahan di Tengah Modernitas

Mediana.id - Suara adzan berkumandang dari masjid yang berdiri megah di tengah-tengah kompleks pondok pesantren. Para santri bergegas menuju tempat shalat, meninggalkan kamar-kamar asrama yang sederha
1686334724035_1686334810

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Inovasi dan Kolaborasi Digital untuk Merdeka Belajar

Mediana.id- Jakarta, 9 Juni 2023 - Kemendikbudristek meluncurkan program PembaTIK dan Kihajar STEM tahun 2023 sebagai wadah bagi guru dan siswa di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kreativit