SIAPBELAJAR.COM - Baru-baru ini, Hamish Daud sedang ramai diperbincangkan, hal tersebut dikarenakan belum lama ini ia meluncurkan aplikasi octopus yang dirancang bersama timnya.
Octopus merupakan aplikasi daur ulang sampah plastik yang digagas dan dibuat oleh Hamish Daud bersama timnya.
Gerakan Peduli Lingkungan
Selain dikenal sebagai
seorang artis, Hamish Daud pun memiliki kegiatan di luar dunia hiburan, yaitu
aktif dalam gerakan peduli lingkungan.
Seperti yang kita ketahui, sampah merupakan permasalahan klasik yang seolah tidak ada ujungnya karena terus dihasilkan setiap hari sepanjang tahun. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020, Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah dimana 37,3% di antaranya berasal dari sampah rumah tangga.
Sebagai salah satu
upaya daur ulang sampah, Hamish Daud meluncurkan aplikasi Octopus di M Block
Space, Jakarta (29/6/2022). Dalam peresmian Octopoint sebagai bagian
dari Octopus, kini warga Jakarta dapat mengakses layanan daur ulang sampah
plastik tersebut.
Mengenai Aplikasi Octopus
Menurut penjelasannya, aplikasi ini dibuat untuk membantu mengatasi masalah sampah bekas konsumsi. Pengguna dapat mengirimkan kemasan bekas pakai untuk kemudian didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai jual. Pihak Octopus pun menyediakan layanan penjemputan untuk kemasan pasca konsumsi lewat aplikasi.
Octopus merupakan aplikasi yang mendukung ekonomi sirkular dan dapat membantu produsen dalam melacak serta mengumpulkan produk bekas konsumsi, baik itu yang bisa didaur ulang maupun yang tidak bisa didaur ulang.
Baca juga: Menteri Termiskin Sepanjang Sejarah
Pada aplikasinya, terdapat cara untuk mengelola sampah tertentu, misalnya popok bekas dan kaca. Ada juga katalog khusus sampah elektronik untuk mempermudah masyarakat dalam membuang jenis sampah ini. Octopus menerima sampah elektronik berukuran kecil maupun besar.
Saat ini Octopus telah
memiliki hampir 200 ribu pengguna yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan,
Bandung, Bali, dan Makassar. Aplikasi ini juga bekerja sama dengan lebih dari
1.700 bank sampah dan 14.600 pemulung yang telah dilatih menjadi pelestari.
Karya Anak Bangsa
Hamish Daud menerangkan bahwa aplikasi tersebut merupakan sebuah karya anak bangsa yang bisa diakses untuk memilah, mengumpulkan dan mengelola sampah rumah tangga. Pada awalnya, Hamis Daud bergabung dalam pengembangan aplikasi ini karena diajak oleh pendiri Octopus.
Keuntungan
Para pengguna aplikasi juga tidak hanya turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lignkungan, namun juga akan mendapatkan keuntungan dari setiap sampah yang dikumpulkan.
Nantinya
keuntungan tersebut bisa didapatkan dalam bentuk poin yang dapat ditukarkan di
mitra-mitra yang bekerja sama dengan Octopus, seperti pulsa, token listrik,
diskon, hingga voucher makan di restoran. Yuk! jaga lingkunganmu Sobat Siapbelajar!
Saintek
Saintek
Saintek
Share and Care
Trending
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib