Peserta harus mengerjakan 6 soal matematika, terdiri dari tiga soal per hari dan harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam
SIAPBELAJAR.COM – Tim Indonesia berhasil meraih enam medali
dalam International Mathematical Olympiad (IMO) ke-63 Oslo, Norwegia. Selain
dapat satu medali perak, juga meraih empat medali perunggu dan satu honourable
mention.
Dalam olimpiade sains tertua dan terbesar di dunia itu, tim Indonesia
bersaing dengan 589 siswa dari 104 negara. Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek,
Asep Sukmayadi, menyampaikan apresiasi atas raihan prestasi itu.
“Hasil itu merupakan prestasi yang luar biasa di tengah berbagai keterbasan yang dialami dalam sistem pembinaan tim di masa pandemi ini,” tandasnya usai menyambut kedatangan para peserta di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (17/7).
Dalam kompetisi IMO yang diselenggarakan selama dua hari tersebut, para peserta diminta untuk mengerjakan enam soal matematika yang masing-masing terdiri dari tiga soal per hari dan harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam.
Baca Juga:Jumlah Siswa Kurang Mampu Mendaftar ke Pendidikan Tinggi di Inggris Catat Rekor
Soal-soal itu meliputi empat bidang yaitu aljabar,
kombinatorika, geometri dan teori bilangan. Soal-soal yang diberikan merupakan
soal-soal yang orisinal dengan tipe soal yang belum pernah dikerjakan oleh
siswa sebelumnya.
Menurutnya, untuk dapat mengerjakan soal, para peserta dituntut memiliki kecepatan berpikir, ketenangan mental dan kreativitas yang tinggi. Asep mengungkapkan, tak jarang para matematikawan profesional pun merasa kesulitan untuk mengerjakan soal-soal IMO dalam rentang waktu yang diberikan penyelenggara.
“Para peserta IMO ini, sebagaimana telah terbukti sebelumnya, di masa datang
akan menjadi para ilmuwan, matematikawan, insinyur, dan ekonom yang memberikan
kontribusi besar bagi kemajuan ilmu dan teknologi,” ujar Asep optimistis.
Lakukan yang terbaik
Koordinator Juri Matematika, Aleams Barra, mengapresiasi
hasil kerja keras peserta olimpiade dan seluruh pihak yang telah mendukung
timnya. Mereka sudah melakukan yang terbaik, dan ada perbaikan capaian nilai
yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun 2021 kata dia, nilai total tim adalah 99. Sedangkan, pada tahun ini nilai totalnya adalah 151.
Akan tetapi, kenaikan seperti ini tidak hanya dialami oleh Indonesia tapi juga oleh negara-negara lain yang tingkat kenaikan nilainya lebih tinggi dari kenaikan yang dialami oleh Indonesia.
“Meskipun nilainya naik, rangking relatif Indonesia terhadap negara lain mengalami penurunan, dari rangking 32 menjadi rangking 38,” ungkap Aleams Barra “Pembinaan dan pelatihan secara offline sangat penting bagi tim Matematika karena para junior bisa melakukan diskusi mendalam dengan seniornya.” kata dia.
Diskusi online selama ini menjadi tantangan
tersendiri, karena ilmu dari kakak-kakaknya yang mengikuti kompetisi sebelumnya
tidak sepenuhnya turun ke adik-adiknya. Aktivitas pembinaan yang selama ini
dilakukan lebih banyak berbentuk diskusi antarsesama peserta olimpiade. Para
peserta lintas generasi turut berdiskusi bersama mengerjakan soal yang telah
disiapkan.
Sementara para pengajar bertindak sebagai fasilitator yang
mengarahkan peserta dan memberi beragam materi dasar. Barra mengungkapkan,
pandemi Covid-19 yang terjadi membuat frekuensi diskusi yang dapat mereka
lakukan secara luring dalam masa persiapan menjadi sangat minim.
Trending
Trending
Trending
Ekonomi
Share and Care
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib