SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan Taiwan atau Taiwan’s Ministry of Education (MOE) telah mengumumkan bahwa negaranya akan dibuka kembali untuk siswa internasional mulai 1 Agustus. Mereka juga meminta siswa internasional untuk menyelesaikan karantina wajib selama tiga hari.
Dalam rilis media, Kementerian setempat mengatakan, Taiwan akan melakukan pembatasan untuk beberapa siswa
pertukaran internasional, kecuali mereka yang berasal dari Hong Kong dan Macau
yang berencana untuk melanjutkan studi di bawah program kerjasama antara
lembaga pendidikan mereka serta dengan universitas atau perguruan tinggi
Taiwan.
Belajar Bahasa Mandarin
Kantor berita nasional
Taiwan CNA melaporkan bahwa pelajar bahasa Mandarin serta mereka yang berasal
dari Hong Kong dan Makau juga belajar bahasa Mandarin, di mana studinya
berlangsung setidaknya selama dua bulan atau lebih dan sudah diizinkan memasuki
negara tersebut.
Menurut keterangan dari
Kementerian, kategori lain dari siswa internasional yang telah menerima izin
untuk masuk ke Taiwan adalah siswa yang telah memenangkan beasiswa Kementerian
Luar Negeri serta mereka yang mengejar gelar formal akademik.
Lebih lanjut, CNA melaporkan bahwa selain wajib melakukan karantina selama tiga hari di rumah, siswa juga harus mengikuti pemantauan kesehatan diri selama empat hari.
Baca juga: ASC Monsters Mengukir Prestasi dalam Gelaran National Championship 2022
Setelah menerima
persetujuan dari departemen kesehatan setempat, siswa akan dapat dikarantina di
asrama mereka atau memesan kamar hotel. Instansi tersebut mengatakan bahwa Kementerian
telah menyarankan siswa yang tidak menemukan fasilitas karantina untuk
menghubungi mereka agar mendapatkan dukungan.
Menurut penyedia data Statista, terdapat sekitar 98.200 mahasiswa internasional dari seluruh dunia yang memilih Taiwan sebagai tujuan studi mereka. Sekitar 153 Universitas dan Perguruan Tinggi berlokasi di Taiwan, dengan sepuluh diantaranya terdaftar di 500 universitas terbaik dunia.
Meningkatkan Kedatangan
Awal bulan ini, Sentral Komando Epidemi Pusat atau Central Epidemic Command Center (CECC) memberi tahu bahwa pihaknya berencana untuk meningkatkan jumlah kedatangan yang diizinkan memasuki Taiwan setiap minggu menjadi 40.000 orang.
Tidak Wajib Tes PCR
Dikatakan juga bahwa pada 14 Juli 2022, R.O.C, warga negara pemegang Sertifikat Penduduk Asing serta pelancong transit tidak lagi diharuskan untuk menunjukkan tes PCR yang diambil dalam waktu dua hari setelah penerbangan mereka.
Baca juga: 4 Rekomendasi Channel Youtube untuk Belajar Bahasa Inggris
“Namun, mereka yang dites positif COVID-19 di luar negeri harus menunggu lebih dari tujuh hari sejak tanggal pengambilan spesimen untuk terbang ke Taiwan demi menjaga keselamatan penerbangan dan upaya pencegahan epidemi di masyarakat,” kata Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan.
Menarik Lebih Banyak
Pada bulan April tahun
ini, MOE meminta universitas negeri dan swasta di negaranya untuk menarik lebih
banyak siswa internasional dan juga membawa pulang siswa Taiwan yang pergi belajar
ke luar negeri dengan menawarkan program studi khusus.
Taiwan menutup
perbatasannya untuk semua warga negara asing yang bukan penduduk dengan
beberapa pengecualian pada Mei tahun lalu karena adanya wabah Covid-19. Selama
beberapa bulan terakhir, negaranya mulai memfasilitasi masuknya siswa
internasional dan wisatawan lainnya.
Ekonomi
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib