Guru yang memiliki tradisi kritis akan diturunkan kepada siswanya, sehingga siswa memiliki memiliki cara pandang moderat
SIAPBELAJAR.COM – Kabar gembira bagi para guru Madrasah Rumpun Mata Pelajaran Agama Islam yang ingin melanjutkan studi ke S-2. Musabab tersedia bantuan beasiswa
dari Kementerian Agama sebagai upaya untuk mempersiapkan guru master pada bidangnya masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran pada madrasah.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah,
Muhammad Zain, mengatakan, untuk beasiswa tahap pertama pihaknya merencanakan
bagi tiga jenis guru pengampu mata pelajaran, yakni Akidah Akhlak, Quran Hadis,
dan Ilmu Kalam.
AMenurutnya, pemilihan tiga bidang mapel rumpun Agama Islam
tersebut karena memang menjadi Core Business dan mandat keilmuan
yang diemban di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), baik Universitas Islam
Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri (STAIN).
Baca Juga: TOSS! Melangkah Bersama Turunkan Angka Stunting
Pemilihan tiga bidang mapel rumpun agama Islam tersebut juga
sangat strategis, karena dapat menguatkan nalar kritis para guru
madrasah. Tradisi berpikir kritis (critical thinking) adalah salah satu dari 6C
yang merupakan aspek yang selalu ditekankan untuk ditanamkan kepada peserta
didik.
"Jika guru memiliki tradisi kritis, dipastikan akan
diturunkan kepada siswanya. Jika siswa memiliki nalar kritis, dipastikan
memiliki cara pandang dan sikap moderat. Tentunya, hal itu akan mensupport
salah satu program prioritas menteri, yakni penguatan moderasi beragama,” tutur
Zain dalam forum finalisasi Penyusunan Petunjuk Teknis Beasiswa Guru Master di
Makassar, yang berlangsung pada 18 s.d. 20 Juli 2022.
Pendaftaran mulai 25 Juli
Kepala Subdit Bina RA yang juga "korlap" program beasiswa itu, Irhas Shobirin, menginformasikan bahwa pendaftaran pengajuan beasiswa ini dibuka mulai Senin, 25 Juli 2022.
"Para guru yang minat
studi lanjut diminta untuk mempersiapkan dokumen-dokumen pendukungnya," tegasnya.
Dalam petunjuk teknis dicantumkan beberapa ketentuan dan dokumen yang dipersiapkan, seperti ijazah terakhir dan transkripnya, sertifikat pendidik, kepangkatan, SK pertama menjadi guru, pernyataan ijin pimpinan, dan lain sebagainya. “Direktorat berharap guru yang akan mendaftar adalah mereka yang berkomitmen tinggi untuk memperbaiki pendidikan madrasah,” ujarnya.
Baca Juga: Guru Penggerak TK Pelajari Segitiga Restitusi Hingga Pembelajaran Sosial Emosional
Guru yang melanjutkan studi melalui program ini akan
mendapatkan sejumlah hak sebagai mahasiswa, misalnya: biaya hidup, tunjangan
referensi , biaya penelitian, transportasi dan biaya pendidikan selama 2 tahun
(4 semester). "Masa studi ini dapat diperpanjang setelah dilakukan
evaluasi secara komprehensif dan memang dibutuhkan," detail Irhas.
Namun demikian, para guru master tersebut diharapkan dapat
menyelesaikan studinya sesuai masa program yang ditentukan. Para guru
diharapkan memanfaatkan momentum ini, karena kesempatan seperti ini tidak akan
pernah datang dua kali.
“Untuk program ini, Kementerian Agama menunjuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” tandasnya.
Share and Care
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib