Mahasiswa Indonesia: Kuliah di Australia Penuh Tantangan!

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1658398185273_1658398202

Buku tersebut merupakan catatan reflektif dari perjalanan akademik terutama saat di ibu kota Australia

SIAPBELAJAR.COM - Wildani Hefni, dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, dan Rizqa Ahmadi, dosen Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, berbagi cerita seputar pengalaman mereka kuliah doktor di Australia.

Cerita dua dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) alumni program Partnership in Islamic Education Scholarship (PIES) itu dituangkan dalam buku “Dari Carbella ke Canberra: Geliat Akademik, Jaringan Intelektual dan Wacana Keagamaan di Panggung Internasional”.

PIES yang merupakan program kerja sama antara kampus Australian National University (ANU) Canberra dan Kementerian Agama. PIES juga didukung oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia sebagai pemberi beasiswa. 

Baca Juga: Uni Eropa Akan Meluncurkan Program Beasiswa untuk Peneliti Ukraina

Perjalanan Akademik Bukan semata Soal Kecerdasan

Wildani mengungkapkan, buku tersebut merupakan catatan reflektif dari perjalanan akademik, terutama saat di ibu kota Australia, Canberra. Menurutnya, perjalanan akademik itu penting untuk dikenang, karena telah mengantarkannya belajar di luar negeri pada tingkat doktoral. 

“Belajar di luar negeri pada tingkat doktoral menjadi impian kami. Tak pernah terbayangkan, impian itu menjadi kenyataan. Kami bahagia dapat menyampaikan gagasan dan argumen-argumen ilmiah di depan khalayak internasional. Kisah perjuangan itulah yang kami tuangkan dalam buku ini,” ungkap Wildani Hefni saat peluncuran buku, Kamis (21/7) di Jember.

Buku itu berisi ulasan tentang pengalaman menjadi anggota kelompok minoritas, pengalaman berjejaring dengan akademisi luar negeri, serta wacana keagamaan di panggung internasional. “Kami menyuguhkan buku ini berdasar pengalaman empirik. Semoga bermanfaat dan menjadi guidline bagi siapapun, terutama mereka yang akan melanjutkan studi di luar negeri,” paparnya.

Sementara Rizqa Ahmadi menceritakan, buku ini ditulis sebagai penanda bahwa perjalanan akademik itu tidak semata-mata persoalan kecerdasan dan kerja keras, namun juga kerja cerdas. Menurutnya, jika studi doktoral dijalani di negeri sendiri, mungkin biasa sebagaimana umumnya. 

“Studi di luar negeri memiliki tantangan tersendiri. Ada banyak tantangan, kecemasan, godaan, problem sosial, budaya, dan lainnya. Karena itu, buku ini hadir mengisahkan pergulatan menjalani tirakat akademik hingga akhirnya menemukan surga akademik,” terangnya. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690945962925_1690945978

Share and Care

Info Beasiswa Kuliah Dalam Negeri & Luar Negeri, Simak Juga Cara Mendapat Beasiswa!

Mediana.id - Beasiswa adalah bantuan finansial yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang berprestasi atau membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Beasiswa bisa b
1690772782288_1690772798

Share and Care

Tujuh Belas Agustus: Sejarah dan Makna Hari Kemerdekaan Indonesia

Mediana.id - Tujuh belas agustus adalah hari yang sangat bersejarah dan bermakna bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal ini, pada tahun 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda d
1687312406574_1687312436

Seniraga

Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah Baru dan Catatkan Dirinya di Guinness World Record

Mediana.id - Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan namanya di buku rekor dunia. Bintang sepak bola asal Portugal itu menjadi pemain pertama yang tampil 200 kali di level internasional.Ronaldo mencapai
1668739436257_1668739463

Saintek

24 Juta per Tahun, Pemkot Blitar Buka Beasiswa untuk Mahasiswa Aktif

SIAPBELAJAR.COM - Pemkot Kota Blitar telah menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang masik aktif S1 atau D4 yang tengah menempuh pendidikan tinggi di kampus negri maupun swasta. Beasiswa ini dikhususk
1667035355235_1667035364

Saintek

Beasiswa 5.000 Doktor Luar Negeri Segera Cair

Siap Belajar –  Bantuan beasiswa dalam program 5.000 doktor luar negeri segera cair. Hal itu dipastikan setelah ada kesepakatan antara Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama dan Lembaga P