Salah satu sudut kota di Selandia Baru di mana Mahasiswa berjuang Keras Memenuhi Kebutuhan Hidup
SIAPBELAJAR.COM - Menurut survei The People's Inquiry into Student Wellbeing 2022 yang melibatkan 4.593 siswa tersier, mengatakan bahwa siswa di Selandia Baru berjuang cukup keras untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, karena mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan, pakaian, membayar tagihan atau menutupi perawatan kesehatan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, responden mengatakan sering meminjam uang dari keluarga atau teman, tidak membayar tagihan tepat waktu mengambil shift ekstra di tempat kerja.
Berbagi
Tempat Tinggal
Siswa yang berbagi tempat tinggal dengan orang lain menghabiskan lebih dari setengah pendapatan mereka untuk sewa. Satu dari enam siswa atau sebanyak 14% siswa berbagi tempat tinggal dengan orang lain.
Mereka menyatakan bahwa perumahan tidak memenuhi syarat untuk hidup karena cuaca dingin dan buruk, adanya jamur, kebisingan, kepadatan, kurangnya pemeliharaan rumah dan lain-lain.
Sekitar 3/4 responden menghindari berbicara dengan tuan tanah atau pemilik sewa tentang masalah perumahan mereka, karena mereka takut akan kenaikan sewa atau dipaksa untuk pergi.
“Banyak yang mengatakan mereka tidak bisa pindah ke tempat yang lebih baik karena kurangnya pilihan atau biaya yang tinggi” tulis laporan itu.
Baca juga: Mahasiwa ITS Surabaya Juara RoboCup Internasional
Hasil Survei
Hasil temuan survey menunjukkan bahwa sebanyak 64% siswa melewatkan kelas karena mereka harus bekerja untuk membayar sewa, sehingga tertinggal mata pelajarannya.
60% siswa mengaku tidak dibiayai oleh keluarganya, termasuk orang tua yang penghasilannya di atas batas hak tunjangan siswa.
91% siswa mendukung kontrol sewa, sementara 82%
lainnya mengatakan bahwa mereka mendukung surat perintah sewa kebugaran.
2/3 siswa menyatakan mereka tidak menggunakan transportasi umum karena mereka tidak memiliki cukup uang untuk menutupinya.
91% lainnya menyatakan mereka akan menggunakan opsi perjalanan menggunakan alat transportasi jika gratis. 70% responden mengatakan bahwa mereka akan pergi ke kampus lebih sering.
Survei juga menemukan bahwa kesehatan mental siswa terpengaruh
akibat adanya pandemi Covid-19. Sebanyak 69% responden melaporkan kesehatan
mental yang lebih buruk di tengah krisis, yang menurut mereka berdampak sangat negatif
pada studinya.
Namun, hampir 60% siswa menyatakan bahwa mereka
merasa didukung oleh respons institusi pendidikan mereka terhadap pandemi.
Dulu Biaya Pendidikan Kecil di Selandia Baru
Juru bicara The Green Party’s atau Partai Hijau untuk Pendidikan Tinggi, Chloe Swarbrick mengatakan bahwa mendapatkan pendidikan di Selandia Baru pada tiga puluh tahun yang lalu memiliki biaya yang kecil sehingga orang-orang tidak memerlukan pinjaman, sementara saat ini orang-orang dewasa berhutang banyak.
Dia mengatakan bahwa meskipun kebanyakan orang menerima situasi ini sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa, namun hidup dalam kemiskinan merupakan suatu keputusan politik.
Baca juga: Kemendikbudristek Raih Penghargaan atas Komitmen terhadap Perlindungan Anak
“Laporan ini menguraikan dengan keras dan jelas
bahwa sistem pendidikan tinggi yang dibentuk oleh Pemerintah saat ini menyebabkan
kerugian bagi para siswa yang hanya berusaha memperbaiki diri dan berinvestasi
di masa depan mereka. Saya berharap hal ini dapat memberi sinyal kepada
Pemerintah bahwa perubahan dan dukungan mendesak diperlukan dan saya
berkomitmen untuk terus bekerja dengan serikat mahasiswa kami untuk mendorong perubahan
ini” kata Swarbrick.
Menteri Pendidikan: Tunjangan Meningkat
Menteri Pendidikan
Chris Hipkins menanggapi bahwa pekerjaan yang
telah dilakukan pemerintah untuk memberikan dukungan terhadap siswa, dampak Covid-19, biaya hidup
dan banyak lagi hal lainnya adalah penting. ia pun berkomitmen untuk terus
melakukan pekerjaan tersebut.
Menurutnya, telah terjadi peningkatan sebesar 58,1% antara
tahun 2017 dan 2020 pada tunjangan mahasiswa yang antara tahun 2012 dan 2017 hanya
sebesar 3,6%.
“Kami fokus pada peningkatan keterjangkauan sewa dan pasokan rumah, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dengan menaikkan upah minimum setiap tahun dan meningkatkan tambahan akomodasi pada 2018” kata dia kepada Radio Selandia Baru.
Survei ini dilakukan oleh Partai Hijau, Persatuan
Asosiasi Mahasiswa Nasional (NZUSA) dan Māori (Te Mana konga), Pasifik (Tauira
Pasifika) serta Asosiasi Siswa Penyandang Disabilitas Nasional.
Saintek
Saintek
Saintek
Trending
Share and Care
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib