Paham Moderat Benteng dari Pemahaman Ekstrem

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1658880349510_1658880361

Wamenag Zainut Tauhid Saadi menghadiri wisuda di Ma'had Aljami'ah UIN Banten

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama meminta kepada para pemimpin Perguruan Tinggi agar terus dapat mendiseminasikan pemahaman keagamaan moderat. Setiap orang, khususnya para akademisi, seharusnya bisa menolak pemahaman yang ekstrem dikarenakan pemahaman seperti ini akan menggiring perpecahan di antara umat beragama dan bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Wisuda Mahasantri UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, Selasa (26/7/2022).

“Kita berbangga hati, karena wisudawan para mahasantri, telah menamatkan satu proses pendidikan yang penting. Ini harus disyukuri karena, terkadang, santri/mahasiswa itu juga tidak mampu mengelola waktu dengan baik, karena terlena dengan kegiatan kemahasiswaan,” sambung Zainut Tauhid.

Zainut Tauhid berharap wisudawan angkatan ke-4 dari Ma’had Aljami’ah UIN Sultan Maulana Hasanuddin ini dapat memberi warna dalam mengembangkan paham-paham yang moderat di tengah masyarakat.

“Wisudawan juga dapat memperkuat pemahaman nilai-nilai keagamaan yang bersumber dari tradisi kepesantrenan,” kata Zainut Tauhid.

Bagi Wamenag, sesungguhnya Ma’had Al Jami’ah ini merupakan bentuk integrasi antara pendidikan yang modern seperti Universitas dengan pendidikan tradisional/pesantren, sehingga diharapkan dapat membentuk santri/mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman yang secara umum tapi lebih memahami pemahaman keagamaan yang secara khusus. Ini menjadi muara dari tujuan pendidikan Ma’had Aljami’ah.

Terkait pemahaman ekstremisme yang tumbuh di kalangan masyarakat, Zainut Tauhid mengharapkan para akademisi dapat memberikan pencerahan dan kontra narasi. Masyarakat akademis harus bisa memberikan pemahaman yang lebih lurus, lebih paham, shahih terhadap ajaran yang wasyatiyah, moderat, toleran terhadap pemahaman lainnya.

“Indonesia adalah masyarakat yang mejemuk, ummat Islam saja berbeda-beda mazhab dan organisasi. Karena itu mesti di dalam amaliyah terjadi perbedaan-perbedaan. Di sinilah pentingnya, kita bisa memberikan pemahaman keagamaan yang moderat,” tandas Zainut Tauhid.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1681114421698_1681114456

Saintek

PIP, Peningkatan Mutu Pembelajaran dan Pengentasan Kemiskinan Siswa Madrasah

SIAPBELAJAR.COM - Undang-Undang Dasar 1945 menekankan pentingnya sebuah pendidikan bagi setiap warga negara. Dengan jelas tertera bahwa setiap warga negara berhak memperoleh dan mengikuti pendidikan d
1676690555302_1676690572

Saintek

Catat, Ini Waktu Cetak Kartu Peserta Ujian Calon PPPK Kemenag

SIAPBELAJAR.COM - Seleksi calon Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) Kementerian Agama formasi tahun anggaran 2022 segera memasuki tahap Seleksi Kompetensi. Para peserta diminta untuk
1676250150619_1676250164

Saintek

Kemenag Segera Penuhi Kebutuhan Guru MAN Unggulan

SIAPBELAJAR.COM - Sebanyak 36 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) masih kekurangan 120 guru. Kementerian Agama akan memenuhi kebutuhannya, antara lain melalui skema pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Per
1675735280520_1675735296

Religi

Rakernas Kemenag Rekomendasikan Sembilan Strategi Kebijakan Outlook 2023

SIAPBELAJAR.COM - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama di Surabaya merekomendasikan sembilan strategi kebijakan program outlook 2003. Sembilan program outlook 2023 ini disusun tim Balitba
1675556286958_1675556314

Religi

Enam Pesan Menteri Agama dalam Rakernas Kemenag 2023

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2023. Rakernas yang digelar dua hari, 4-5 Februari 2023, ini mengangkat tema "Kerukunan Umat untuk Indonesia Heb