SIAPBELAJAR.COM - Universitas
di seluruh Skotlandia menawarkan beasiswa dan insentif lain untuk menarik lebih
banyak siswa dari Inggris, Wales dan Irlandia Utara.
Lembaga-lembaga ini
telah menginvestasikan puluhan ribu pound yang bertujuan untuk mendaftarkan
lebih banyak siswa dari seluruh negera.
Menurut laporan,
Skotlandia tidak meminta siswanya untuk membayar uang sekolah, sehingga jumlah
siswa mereka dibatasi.
Anggota staf
universitas dari sektor pendidikan tinggi di Skotlandia menyatakan bahwa mereka
diperkirakan akan sibuk selama musim panas sebagai akibat dari proses pembersihan
(clearing process).
Clearing
merupakan proses bagaimana universitas dan perguruan tinggi mengisi tempat yang
masih mereka miliki di program studi mereka.
"Ini menjanjikan
kampanye pembersihan/clearing yang tiada duanya" kata salah satu dari
mereka kepada surat kabar.
Universitas yang Menawarkan Beasiswa dan Insentif
The Guardian
mencatat dalam laporannya bahwa Universitas Heriot-Watt akan menawarkan
beasiswa sebesar £1,500 atau sekitar Rp 27,2 juta untuk siswa Inggris lainnya. Sementara
Universitas Dundee juga akan menawarkan beasiswa keunggulan akademik kepada
siswa yang berada di atas A-level dalam jumlah £3,000 atau sekitar Rp 54,5 juta
setiap tahun studi.
Universitas lain yang
menawarkan insentif kepada siswa dari luar Skotlandia termasuk Universitas
Aberdeen dan Strathclyde.
Rekor Jumlah Siswa Berusia 18 Tahun
Data dari Universities and Colleges Admissions Service
(UCAS), sebuah organisasi yang berbasis di Inggris yang mengoperasikan proses pendaftaran
untuk universitas-universitas Inggris mengungkapkan bahwa terdapat rekor jumlah
siswa berusia 18 tahun yang mendaftar untuk pendidikan tinggi di Inggris pada tahun
ini.
Tingkat pendaftar untuk
anak berusia 18 tahun di Inggris adalah sebesar 44,1% pada 30 Juni, yang
merupakan batas waktu UCAS untuk mengirimkan pendaftaran. Secara khusus, UCAS
mengoperasikan sekitar 3.049.000 pendaftar secara total.
Peningkatan Jumlah Siswa dari Kelompok Paling Kurang
Beruntung
Universitas juga telah
melihat adanya peningkatan jumlah anak berusia 18 tahun dari kelompok paling
kurang beruntung yang mendaftar ke universitas, dari 27% pada tahun 2021
menjadi 28,8% pada tahun ini. Hal tersebut berarti bahwa total 38.300 siswa
kurang mampu telah mendaftar ke universitas.
Prosedur Studi untuk Siswa India
Baru-baru ini, Inggris
telah memfasilitasi prosedur studi untuk siswa dari India agar kualifikasi
mereka tidak perlu lagi diakui melalui prosedur yang berbeda. Pada 21 Juli,
pemerintah kedua negara telah menandatangani perjanjian pengakuan kualifikasi
yang dikeluarkan oleh universitas Inggris dan India.
“Perjanjian ini akan
memungkinkan siswa India yang lulus dari universitas Inggris untuk melamar
kualifikasi pascasarjana atau untuk memulai karir pemerintah yang membutuhkan
kualifikasi universitas ketika mereka kembali ke negara asalnya” kata
pernyataan Departemen Perdagangan Internasional Pemerintah Inggris.
Peningkatan Kesehatan Mental Siswa
Pemerintah Inggris juga
telah bekerja untuk meningkatkan kesehatan mental siswa di seluruh negaranya.
Awal tahun ini, pemerintah mengumumkan investasi sebesar £3 juta atau sekitar Rp 54
miliar untuk kesehatan mental siswa melalui skema yang menyatukan
universitas-universitas Inggris, Layanan Kesehatan Mental dan Layanan Kesehatan
Nasional atau National Health Service
(NHS).
Pada kesempatan ini,
Menteri Pendidikan Tinggi dan Lanjutan, Michelle Donelan mengatakan bahwa universitas
dan sektor kesehatan telah disatukan yang bertujuan untuk menawarkan bantuan
yang mungkin dibutuhkan oleh para siswa.
Saintek
Saintek
Share and Care
Share and Care
Share and Care
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib