Mahasiswa KKN-T IPB University Buat Inovasi Penyiraman Tanaman Otomatis

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

1

0

Saintek
1659453006570_1659453141

Mahasiswa KKN-T IPB University but inovasi penyiraman tanaman otomatis (Sumber: ipb.ac.id)

SIAPBELAJAR.COM- Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) telah membuat inovasi sistem penyiraman otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah berbasis Arduino. Idenya adalah untuk mempermudah hidup para petani di Desa Cikarawang, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Ketua Tim KKN-T IPB University Dimas Panji Harmonon menjelaskan, Desa Cikarawang memiliki potensi berupa danau bernama Situ Burung dengan luas 2,15 hektare. Desa ini memiliki luas 226 hektar, yang digunakan untuk pemukiman, persawahan dan lahan pertanian.

Mengenai prinsip kerja sistem penyiraman otomatis, ia menjelaskan bahwa penyiraman otomatis dapat digunakan di Desa Cikarawang karena sistemnya tidak sulit dan mudah digunakan.

Sistem penyiraman tanaman otomatis yang dibuat ditentukan oleh kelembaban tanah.

"Jika kelembapan tanah sudah mencapai batas minimum, maka sistem akan mengirimkan sinyal ke pompa dan air pun akan dialiri melalui sprinkle," katanya.

"Sehingga kelembapan tanah pada tanaman tercukupi dengan baik. Jika kelembaban tanah sudah cukup untuk pertumbuhan tanaman, maka pompa akan berhenti secara otomatis,” jelasnya.

Sementara itu Ketua RW 07 Desa Cikarawang, Endang Junaedi mengatakan, mayoritas mata pencaharian warganya adalah wiraswasta dan petani.

Dalam mengolah lahan, kebanyakan dari petani memanfaatkan aliran danau situ burung sebagai sumber air. Pemanfaatan aliran tersebut masih dilakukan secara manual, dimana petani mengambil air sendiri. Setelah program dilaksanakan, Endang memberi tanggapan positif.

“Program ini memberikan manfaat dan sangat dibutuhkan oleh petani. Diharapkan dengan adanya sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis arduino ini dapat membantu petani Desa Cikarawang,” sebut Endang.

Sebagai informasi, inovasi ini hadir dari tim KKN-T IPB University. Tim tersebut beranggotakan Dimas Panji Harmonon Agustin Marlili Artika, Rais Rahmadi, Grey Syafiq Kusuma, Faisal Ibrahim Abusalam, Tifanee Anindhita, Muhamad Rizqi Riv’ah, Zachwa Ainun Mardhiyah, Diya Aghnia, dan Angela Maria Marisi.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1679265796095_1679268740

Saintek

IPB University Raih 11 Penghargaan di Ajang PRIA 2023

SIAP BELAJAR.COM - IPB University menerima 11 penghargaan di bidang kehumasan dan informasi publik, dalam Ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2023 yang digelar di Aston Denpasar Hotel &
1676338763263_1676338781

Saintek

KKN Kolaboratif IAIN Takengon Usung Moderasi Beragama dan Bangun Desa

SIAPBELAJAR.COM - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif. Disebut KKN Kolaboratif karena pelaksanaannya bekerja sama dengan sejumlah perguruan tingg
1668739436257_1668739463

Saintek

24 Juta per Tahun, Pemkot Blitar Buka Beasiswa untuk Mahasiswa Aktif

SIAPBELAJAR.COM - Pemkot Kota Blitar telah menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang masik aktif S1 atau D4 yang tengah menempuh pendidikan tinggi di kampus negri maupun swasta. Beasiswa ini dikhususk
1662103278104_1662103558

Saintek

Inovasi Teknologi Solar Home System

SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap (PNC) berhasil menciptakan inovasi Teknologi Solar Home System pada program PFSains 2022 yang diadakan oleh Pertamina Foundation, Rabu (31/8/20
1661437388758_1661437620

Trending

Ratusan Mahasiswa Bandung Terkena HIV/AIDS

SIAPBELAJAR.COM - Ratusan mahasiswa di Bandung terinfeksi HIV-AIDS, komisi penanggulangan AIDS (KPA) kota Bandung, Jawa barat mencatat kasus penularan HIV/AIDS didominasi usia produktif yaitu 20-29 ta