Ceramah Kebangsaan, Satu Cara Jabar Tangkal Paham Radikal

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1659770810579_1659770827

Ceramah kebangsaan diharapkan menjadi penguat agar bangsa Indonesia jauh dari pertengkaran

SIAPBELAJAR.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai upaya dalam menangkal masuknya paham radikal kepada para generasi muda. Salah satu caranya adalah menggelar ceramah kebangsaan, seperti yang dilakukan pada Kamis (4/8), di Youth Centre Sport Arcamanik, Kota Bandung.

Sebanyak 1.500 siswa se-Bandung Raya menghadiri kegiatan tersebut, serta diikuti 3.000 siswa dan guru secara virtual.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap, kegiatan tersebut menjadi penguat agar bangsa Indonesia hari ini jauh dari pertengkaran. Selalu jadi negara yang damai dan toleran melalui diskusi-diskusi seperti itu.

“Ceramah Kebangsaan ini nantinya akan berlangsung di lima wilayah Jabar, dengan target siswa yang memang masih muda dan rentan asupan-asupan informasi dari media sosial atau lingkungan yang melemahkan wawasan kebangsaan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi, menjelaskan, kegiatan itu bertujuan menumbuhkan karakter Pancasila siswa. "Harapan kita, anak didik sebagai generasi Z ke depan menjadikan tren kebangsaan sebagai tren kehidupan yang dibuat menjadi tagline hari-hari dengan nama tujuh harkat," paparnya.

Tujuh harkat tersebut, yaitu Senin bercerita tentang wawasan kebangsaan, Selasa wawasan global, Rabu literasi dan lingkungan hidup, Kamis wawasan lokal, Jumat sehat jiwa raga, Sabtu rumahku istanaku, dan Minggu sosial-kemanusiaan.

Selain itu, ia pun merilis program pembagian bendera merah putih kepada siswa menjelang HUT ke-77 RI. Akan ada pembagian 10 juta bendera merah putih di bulan Agustus. Setelah meluncurkan Kurikulum Antiradikalisme, pihaknya akan segera memperbanyak sekolah toleransi di berbagai wilayah di Jabar.

"Pada April lalu, sekolah toleransi sudah di-launching di Depok. Semua sekolah negeri menjadi target awal. Akan ada satu SMA, SMK, dan SLB di tiap KCD sebagai pionir sekolah toleransi," sebutnya. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682495886113_1682495709

Saintek

2 Mahasiswa Internasional Memenangkan Kasus Melawan Otoritas Belgia

SIAPBELAJAR.COM - Pengadilan telah memerintahkan negara Belgia untuk memberikan kompensasi kepada dua mahasiswa internasional setelah menahan mereka secara tidak sah di perbatasan Belgia.Mahasiswa
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
1690945962925_1690945978

Share and Care

Info Beasiswa Kuliah Dalam Negeri & Luar Negeri, Simak Juga Cara Mendapat Beasiswa!

Mediana.id - Beasiswa adalah bantuan finansial yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang berprestasi atau membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Beasiswa bisa b
1682769791434_1682769613

Saintek

Bulgaria Menjadi Tuan Rumah Bagi Mahasiswa Internasional pada Tahun Akademik 2022/2023

SIAPBELAJAR.COM - Hampir 18.000 mahasiswa internasional memilih Institusi Pendidikan Tinggi Bulgaria pada tahun akademik 2022/2023. Menurut data yang dirilis oleh National Statistical Institute (NS