SIAPBELAJAR.COM - Kemdikbudristek melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluruskan beberapa kesalahpahaman tentang kesiapan anak masuk Sekolah Dasar (SD).
Dirjen GTK Kemendikbudristek, Iwan Syahril mengatakan saat ini, pada faktanya masih kerap ditemui miskonsepsi tentang kesiapan anak masuk SD. Orang tua di Indonesia biasanya masih cenderung fokus pada kesiapan akademis saja.
"Orang tua menganggap bidang kurikulum seperti literasi dan numerasi atau calistung sebagai penentu utama kesiapan anak sekolah. Melupakan aspek-aspek yang lain yang juga sangat penting, faktor psikologis, kematangan anak, dan juga mengabaikan prinsip-prinsip dalam strategi pembelajaran terutama dalam konteks anak usia dini yaitu bermain," jelasnya dalam siaran Survei Kesiapan Sekolah yang digelar oleh Guru Dikdas Kemendikbudristek secara daring pada Rabu (4/8/2022).
Iwan menjelaskan bahwa kesiapan akademis, ada juga miskonsepsi lain yang hadir di kalangan orang tua dan pihak terkait seperti guru, yakni anak yang akan masuk SD sudah harus pintar.
Mempertegas yang dipaparkan oleh Iwan, Irma Yuliantina dari Universitas Panca Sakti menyebutkan sebetulnya aspek kesiapan anak-anak untuk masuk jenjang SD ada beberapa.
Di antaranya adalah aspek fisik, aspek kesejahteraan fisik, aspek emosi, aspek sosialisasi, aspek literasi, aspek numerasi, dan aspek keterlibatan anak dalam pembelajaran.
"Ini semua tidak ada hierarkinya, baik aspek fisik, kesejahteraan fisik, aspek sosialisasi, aspek emosi, itu sama pentingnya dengan aspek literasi dan numerasi," tegasnya dalam kesempatan yang sama.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib