Pengamat Tanggapi Usulan Jalur Mandiri Dihapus

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1661742321192_1661742349

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim

SIAPBELAJAR.COM - Buntut kasus suap jalur mandiri yang melibatkan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri dianggap menjadi celah terjadi korupsi. Menanggapi hal tersebut, muncul usulan penghapusan jalur mandiri pada PMB perguruan tinggi negeri.

Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto menduga penerimaan mahasiswa jalur mandiri sangat membuka peluang melakukan korupsi. “Mudah-mudahan Dikbud merasakan ini sebagai sebuah pukulan yang sangat mencederai,” kata Karyoto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (25/8/2022).

“Kalau enggak salah jalur mandiri ini yang sangat terbuka peluangnya untuk melakukan itu, (korupsi)” kata Karyoto.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengaku sudah memonitor adanya desakan agar jalur mandiri masuk universitas negeri dihapus."Saat ini kami masih memonitor situasinya ya," ujar Nadiem

Kontrolnya Diperketat

Menanggapi hal ini, Pengamat Sosial dan Pendidikan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang Prof Dr Abdullah Idi MEd mengatakan tidak ada masalah dengan sistem jalur mandiri.

Selama ini sistem jalur mandiri diterapkan agar calon mahasiswa yang tidak lulus dari jalur masuk PTN seperti SNMPTN dan SBMPTN mendapat kesempatan masuk ke PTN melalui jalur seleksi mandiri.

Menurutnya, banyak siswa yang bermimpi masuk ke PTN agar mendapatkan biaya kuliah yang lebih terjangkau dari universitas swasta. Kasus suap yang dilakukan oleh Rektor Unila hanya dilakukan oleh oknum, dan tidak bisa disamaratakan dengan semua universitas.

"Selama ini tidak ada masalah dalam penerapan sistem jalur mandiri ini, sistemnya sudah bagus. Bisa dikatakan ini tindakan oknum sehingga tidak bisa digeneralisasi terhadap semua perguruan tinggi," ujarnya saat diwawancarai via telepon, Sabtu (27/8/2022).

Sebaliknya, Abdullah menyarankan lebih baik diperketat kontrol yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Lemahnya kontrol dan pengawasan dari dinas pendidikan setempat terhadap PMB di PTN sehingga menjadi celah terjadinya kasus suap di lingkungan akademik. "Kalau masih ada celah lebih baik diperbaiki saja, jangan hapus sistemnya," ujarnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690947206782_1690946649

Share and Care

INFO KIP KULIAH

Mediana.id - Info KIP Kuliah: Program Bantuan Biaya Pendidikan Tinggi dari PemerintahAnda lulusan SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala biaya
1690768695291_1690768828

Share and Care

Cara Memilih Universitas yang Tepat untuk Masa Depan

Mediana.id - Cara Memilih Universitas yang Tepat untuk Masa Depan AndaAnda baru saja lulus dari SMA/SMK dan ingin melanjutkan pendidikan tinggi di universitas. Namun, Anda bingung dan ragu untuk memil
1686334724035_1686334810

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Inovasi dan Kolaborasi Digital untuk Merdeka Belajar

Mediana.id- Jakarta, 9 Juni 2023 - Kemendikbudristek meluncurkan program PembaTIK dan Kihajar STEM tahun 2023 sebagai wadah bagi guru dan siswa di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kreativit
1661859650885_1661859689

Trending

PGRI Tolak Penghapusan Pasal Tunjangan Profesi di RUU Sisdiknas

SIAPBELAJAR.COM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta supaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk tidak terburu-buru dalam pembahasan Rancanga
1661743249369_1661743272

Saintek

MAN IC Serpong Cetak Hat-trick di Tahun 2022

SIAPBELAJAR.COM - Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong menjadi yang terbaik dari 1.000 sekolah yang diranking oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Pemeringkatan ini didas