SIAPBELAJAR.COM - Sementara
siswa internasional terwakili dengan baik dalam program Administrasi Bisnis dan
STEM, sebuah laporan baru menunjukkan bahwa jumlah mereka harus meningkat dalam
program perawatan kesehatan, perdagangan dan jasa serta pendidikan untuk
mengatasi kekurangan tenaga kerja di negara itu.
Laporan oleh RBC Economics and Thought Leadership yang
berjudul “Course Correction:
Bagaimana siswa internasional dapat membantu memecahkan krisis tenaga kerja
Kanada” menyatakan bahwa siswa internasional dan pasar tenaga kerja tidak
sejalan karena kelemahannya di kelas menuju proses tempat tinggal permanen.
“Pasar tenaga kerja dan
pendidikan internasional belum diselaraskan dengan baik dan kami belum
mendapatkan manfaat sepenuhnya dari kekuatan nyata siswa internasional. Dengan
beberapa penyesuaian untuk menciptakan keselarasan, Kanada benar-benar dapat
memperoleh manfaat dalam skala besar,” kata Co-Founder & CEO ApplyBoard,
Martin Basiri.
Menurut laporan
tersebut, sebagian besar siswa internasional menyebutkan adanya kekurangan pengalaman
selama studi mereka sebagai hambatan utama untuk mencari pekerjaan setelah
lulus.
Kanada melihat perubahan dalam program imigrasinya pada tahun 2016. Hal tersebut meningkatkan bobot yang diberikan pada pendidikan negara dalam sistem poin untuk penduduk tetap.
Dengan perubahan ini, pendaftaran di program pasca sekolah menengah yang
lebih pendek telah tumbuh dua kali lebih cepat dari pendaftaran di program lain
sejak tahun 2016.
Menjadi Tujuan Studi Terbesar Ketiga
Kanada telah menjadi
tujuan terbesar ketiga untuk siswa internasional, melampaui Inggris Raya dan
peringkatnya tepat di belakang Amerika Serikat dan Australia.
Pendaftaran
internasional di universitas dan perguruan tinggi Kanada telah meningkat selama
beberapa tahun terakhir, khususnya dari 7,2% pada 2010 menjadi hampir 20% pada tahun
2020. Pada tahun 2018, siswa internasional menyumbang lebih dari $22 miliar atau
sekitar Rp 327,8 triliun bagi perekonomian Kanada dan mendukung lebih dari
218.000 pekerjaan.
“Saya sedang
mempertimbangkan Inggris dan Australia untuk pendidikan tinggi, namun akhirnya saya
memilih Kanada karena negara tersebut merupakan negara yang paling mudah untuk
mendapatkan tempat tinggal,” kata Kumara, seorang siswa internasional dari Sri
Lanka.
Proses Migrasi Sebagai Pelajar Merupakan Proses yang
Lebih Rumit
Meski demikian, laporan tersebut menemukan bahwa bermigrasi ke Kanada sebagai pelajar merupakan proses yang lebih rumit dibandingkan dengan bermigrasi melalui jalur lain.
Siswa internasional
harus membayar $33,000 atau sekitar Rp 491,7 juta per tahun untuk biaya kuliah
sarjana di universitas, sementara mereka yang bermigrasi ke negara tersebut
melalui jalur lain harus membayar $15,500 atau sekitar Rp 230,9 juta.
“Bagi banyak orang,
pendidikan Kanada mungkin tidak menghasilkan pengembalian investasi yang
diinginkan,” kata laporan itu.
Perlunya Pendekatan untuk Memperkuat Sektor
Pendidikan
Temuan menunjukkan bahwa Kanada membutuhkan pendekatan yang ditargetkan untuk memperkuat sektor pendidikannya serta secara efektif meningkatkan siswa internasional sebagai penduduk tetap dan tenaga kerja.
Penelitian lain oleh RBC pada tahun lalu
memproyeksikan hingga 400.000 pekerjaan kerah hijau (pekerja di sektor ekonomi)
akan diperlukan untuk mengubah ekonomi Kanada pada tahun 2050.
Salah satu rekomendasi dari
laporan tersebut adalah agar pemerintah dan institusi pasca sekolah menengah
berkolaborasi dan memperluas layanan dukungan yang ditawarkan kepada siswa
untuk memastikan kesejahteraan mereka serta meningkatkan peluang mereka untuk
sukses.
Pelonggaran Aturan Siswa Internasional
Pada bulan lalu, Kanada
mengumumkan pelonggaran aturan bagi siswa internasional yang belajar dari luar
negeri karena menunggu visa mereka dikonfirmasi.
Di bawah aturan baru,
siswa internasional yang telah berhasil mengajukan permohonan izin belajar
sebelum 31 Agustus akan dapat menyelesaikan gelar mereka sepenuhnya secara
online dan juga memenuhi syarat untuk izin kerja pasca-kelulusan (PGWP).
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib