Cerita Mahasiswa UNS yang Menimba Ilmu di Kampus B.J. Habibie

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1663710234248_1663710660

Foto: Humas UNS/Mahasiswa UNS ikut summer course di kampus BJ Habibie

SIAPBELAJAR.COM- Belajar di kampus luar negeri menjadi pengalaman mengesankan bagi mahasiswa. Terlebih, ketika harus mendalami bidang-bidang ilmu yang belum terlalu familiar di Indonesia sebagai negara berkembang. Mahasiswa dapat menggali keilmuan dan pengalaman dalam bidang tersebut secara lebih dalam.

Saat ini, banyak kesempatan yang diberikan pemerintah kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri dalam waktu singkat. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi salah satu universitas yang telah mengirimkan mahasiswa ke universitas terkemuka dunia sejak beberapa tahun yang lalu. Program tersebut bernama UNS Global Challenge yang dinaungi oleh International Office UNS.

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Marcellinus Abellard Arioseto, menceritakan pengalamannya selama mengikuti program summer school di Rheinisch-Westfälische Technisch Hochschule (RWTH) Aachen University, Jerman. Marcell berada di sana selama tiga pekan, yaitu 3-23 Juli 2022 lalu.

Marcell bercerita, pilihannya jatuh kepada Aachen University berdasarkan informasi yang didapat saat mengikuti webinar Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) Indonesia. Program yang diikutinya itu bertajuk Summer School Engineering RWTH Aachen University (Robotics, Communication Networks, and Innovation).

"Ternyata universitasnya juga cukup terkenal di Indonesia karena salah satu alumnusnya adalah mantan presiden Indonesia, BJ Habibie. Jadi aku makin tertarik buat ikut program ini," ungkapnya (19/9/2022), dikutip dari laman UNS.

Dalam program ini ada sejumlah tawaran peminatan, di antaranya robotik, bahasa Jerman, produksi, dan yang lainnya. Marcell sendiri memilih robotik karena melihat bidang tersebut akan dibutuhkan dan sangat prospek di masa depan. Selain itu, banyak pilihan mata kuliah yang bisa diambilnya.

Pengalaman Belajar di Aachen University

Pada pekan pertama, Marcell mendapatkan program roboproject. Semua mahasiswa yang mengikuti program ini ditantang merakit robot dari lego dan diprogram supaya mampu melewati rintangan.

"Tantangannya misal harus berhenti ketika ada objek dan dapat berjalan lagi ketika objeknya diambil. Terus juga misal harus ngikutin warna tertentu. Jadi, kita dibagi jadi dua, pertama buat latihan terus hari Jumatnya baru ujian," kata dia.

Pada pekan kedua, dia diperkenalkan dengan mata kuliah robot industri atau robot lengan. Marcell diperkenalkan dengan robot yang bisa memindahkan benda dari satu titik ke yang lain menggunakan program komputer. Setelah itu, terdapat tes dalam sebuah simulasi komputer.

Sementara, pada pekan ketiga dia mendapatkan pembelajaran yang cenderung kepada teori. Teori pertama mengenai mekatronika. Saat mempelajari mekatronika, Marcell diajarkan soal fundamental mekatronika dari suatu produk di pasaran, yakni vacuum cleaner.

"Jadi dibongkar dan kita jadi tau fungsi dari setiap struktur produk vacuum cleaner," ujarnya.

"Topik kedua matematika atau probabilitas. Materi terakhir ada komunikasi, lebih ke jaringan komunikasi gitu," lanjut Marcell.

Dalam program ini pun Marcell diberikan ujian tertulis. Tes tersebut dilaksanakan pada hari terakhir dan dirinya memperoleh sertifikat perpisahan.

Cara Belajar Orang Jerman

Selama di Jerman, Marcell turut memahami bagaimana masyarakat di sana belajar dan menyelesaikan sesuatu. Salah satu pelajaran yang dia dapat adalah tentang berpikir secara mendasar dalam sebuah project.

"Jangan terlalu mikir ke mana-mana dulu, tapi harus tau dasar dan fundamentalnya dulu. Setelah itu baru bisa melangkah lebih jauh buat ngelarin project itu," terangnya.

Di sisi lain, Marcell melihat tingginya minat belajar dan membaca buku para warga Jerman.

"Cara belajar orang di Jerman juga beda, bener-bener serius dan tekun. Mereka bisa belajar di mana aja, seperti di tempat umum. Aku sering naik kereta dan ketemu orang lagi belajar di kereta. Orang-orang sangat fokus dan serius belajar, beda sama di sini," paparnya.

Marcell mengatakan bahwa program yang diikutinya ini adalah pencapaian yang besar karena bisa merasakan kuliah di luar negeri.

"Semoga aku bisa mencontoh kebiasaan mereka, sikap disiplin, dan cara belajarnya supaya bisa lebih baik lagi terutama dalam mengatur waktu dan fokus ketika pembelajaran," sambung Marcell.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

Transfer Pemain Terbaru (1)_1687063608

Seniraga

Rangkuman Berita Transfer Pekan ini : Klub Klub Besar Eropa Masih Sibuk Berburu Pemain

Mediana.id - Kami telah merangkum informasi dari berbagai aktifitas transfer Klub klub eropa dalam sepekan ini, beberapa transfer pemain telah dikonfirmasi resmi oleh pakar transfer dan jurnalis terna
1686992538550_1686992710

Seniraga

Hasil Kualifikasi Euro 2024: Inggris dan Portugal Tampil Perkasa

Mediana.id - Babak kualifikasi Euro 2024 telah memasuki pekan kedua. Beberapa tim unggulan berhasil meraih kemenangan penting untuk memperkuat posisi mereka di puncak klasemen grup masing-masing.Salah
1678787350641_1678787226

Saintek

Peningkatan Jumlah Siswa Internasional di Jerman Dalam Satu Dekade Terakhir

SIAPBELAJAR.COM - Menurut Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) terdapat sekitar 325.000 siswa internasional pada semester musim dingin tahun akademik 2020/2021 di Jerman. Jumlah tersebut merup
1676027332660_1676027241

Saintek

Penurunan Jumlah Siswa Jerman di Luar Negeri

SIAPBELAJAR.COM - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi jumlah siswa Jerman yang terdaftar di universitas di luar negeri hingga turun sebesar 3,3% pada tahun 2020. Data terbaru yang diterbitkan oleh
1673355442493_1673355418

Saintek

Peningkatan Jumlah Siswa Jerman di Amerika Serikat

SIAPBELAJAR.COM - Menurut laporan Open Doors terbaru dari Institute for International Education mengungkapkan bahwa jumlah siswa Jerman yang mendaftar di Institusi Pendidikan Tinggi Amerika Serikat