SIAPBELAJAR.COM - Siswa
dari pedesaan India menabung untuk dapat belajar di negara lain di seluruh
dunia. Selama bertahun-tahun, siswa dari India pergi ke negara lain untuk
mengejar pendidikan, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia dan
banyak lagi.
Dalam sebuah wawancara
dengan Reuters, Sachin yang berusia
19 tahun, yang hanya menggunakan satu nama, mengatakan bahwa dia tidak bisa
masuk ke perguruan tinggi yang bagus di India.
Oleh karena itu,
ayahnya seorang penjaga toko kecil, harus mengambil pinjaman dan menggunakan
tabungan keluarganya untuk membantu putranya mendapatkan visa Kanada agar ia
dapat belajar di negara tersebut.
“Mimpi saya adalah
menetap di luar negeri karena saya tidak melihat masa depan di India,” kata
Sachin.
Uang yang terkumpul
sebesar $25,000 atau sekitar Rp 375,6 juta disumbangkan ke Western Overseas,
sebuah konsultan pendidikan internasional terkemuka yang memiliki misi untuk
membantu siswa belajar di luar negeri dan belajar bahasa Inggris.
Merupakan Sumber Besar Siswa Internasional
India merupakan sumber
besar siswa internasional di banyak negara. Menurut laporan RedSeer yang diterbitkan pada Oktober
2021, sekitar 133.135 siswa India meninggalkan negara asal mereka untuk belajar
di luar negeri dalam tiga bulan pertama pada tahun 2022.
Laporan yang sama juga memproyeksikan
bahwa sekitar 1,8 juta orang India akan belajar di luar negeri pada tahun 2024,
menyumbang $85 miliar atau sekitar Rp 1,2 kuadriliun untuk sektor pendidikan di
luar negeri.
Sebaran Siswa India di Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri
India melaporkan bahwa per Juli 2021, total sebanyak 11.33.749 siswa India
belajar di negara lain, termasuk Kanada, Australia, Selandia Baru, Jerman, dan
banyak lagi.
Data Kementerian
menunjukkan bahwa sekitar 215.720 siswa India memilih Kanada sebagai tujuan
studi mereka, 211.930 siswa memilih Amerika Serikat, 92.383 siswa pergi ke
Australia dan 55.465 siswa pergi ke Inggris.
Negara lain yang
menampung sebagian besar siswa India pada Juli 2021 diantaranya adalah:
1. Uni Emirat Arab -
219.000 siswa
2. Arab Saudi - 80.800
siswa
3. Oman - 43.600 siswa
4. Selandia Baru -
30.000 siswa
5. China – 23.000 siswa
6. Jerman – 20.810
siswa
Visa Pelajar dari China untuk Siswa India
Pada 23 Agustus, China mulai mengeluarkan visa untuk siswa India setelah dua tahun tidak mengizinkan siswa internasional masuk ke negaranya karena pembatasan Covid-19.
Pihak Kedutaan menginformasikan
kepada siswa bahwa salah satu dokumen yang harus mereka serahkan adalah bukti
vaksinasi Covid-19.
Dokumen Palsu Terkait Visa Jerman
Baru-baru ini, Duta
Besar Jerman untuk India, Philipp Ackerman mengatakan dalam sebuah pernyataan
bahwa 15% siswa India mengajukan visa ke Jerman dengan dokumen palsu.
Dia mencatat bahwa
sekitar 30.000 siswa India baik-baik saja di Jerman, namun beberapa dari mereka
menerima visa melalui agen yang memalsukan dokumen siswa.
Hal tersebut telah
mendorong pihak berwenang di Jerman untuk mengambil tindakan atas kejadian itu.
Saintek
Saintek
Saintek
Religi
Ekonomi
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib