Peningkatan Jumlah Siswa Turki di Amerika Serikat

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1669005149067_1669005133

Amerika Serikat

SIAPBELAJAR.COM - US Mission in Türkiye mengatakan bahwa jumlah siswa Turki di Amerika Serikat meningkat sebesar 4,4% selama setahun terakhir dan menjadi peningkatan tertinggi dalam lebih dari 10 tahun.

Laporan yang dirilis oleh Institute of International Education (IIE) menunjukkan bahwa sebanyak 8.467 siswa Turki terdaftar di Institusi Pendidikan Tinggi Amerika Serikat selama tahun akademik 2021/2022, dari total 8.109 siswa pada tahun sebelumnya.

“Berkat luasnya dan beragamnya program pendidikan di Amerika Serikat, setiap siswa dapat menemukan program yang sesuai dengan kebutuhannya. Kami menyambut baik peningkatan siswa Turki pada tahun akademik 2021-2022. Kami ingin lebih banyak siswa Turki dapat memperoleh manfaat dari pendidikan Amerika Serikat,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Jeffry Flake.

Merupakan Sumber Penting

Menurut laporan Open Doors, Turki merupakan sumber penting bagi pelajar internasional di Amerika Serikat. Pada tahun 2021/22, Turki merupakan negara dengan jumlah siswa tertinggi ketiga dari Eropa.

“Angka-angka ini mewakili kemitraan kuat yang berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Türkiye. Peluang pendidikan memperkuat hubungan antar masyarakat dan membentuk landasan yang kuat untuk hubungan perdagangan kami yang kuat,” kata US Mission in Türkiye dalam pernyataan yang diunggah di situs webnya.

Negara Asal Siswa Internasional di Amerika Serikat

China dan India tetap menjadi sumber asal utama siswa internasional di Amerika Serikat, terhitung 52% dari semua siswa internasional.

Siswa China menyumbang 31% dari jumlah siswa, sedangkan siswa India mewakili 21% dari semua siswa internasional di Amerika Serikat.

Negara lain yang mengirimkan sebagian besar siswa ke Amerika Serikat adalah Korea Selatan, Kanada, Vietnam, Taiwan, Arab Saudi, Brasil, Meksiko, Nigeria dan banyak lagi.

Penurunan Jumlah Siswa Internasional di Amerika Serikat

Pada tahun akademik 2020/2021, institusi Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 15% dalam jumlah siswa internasional, menjadi 914.095 siswa dari total 1.075.496 siswa pada tahun akademik 2019/2020.

Negara Populer bagi Pelajar Internasional

Turki juga dikenal sebagai negara populer bagi pelajar internasional yang bersekolah di sana. Awal tahun ini, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Mehmet Nuri Ersoy mengumumkan bahwa lebih dari 165.000 siswa internasional dari 171 negara mengajukan permohonan untuk Türkiye Scholarships yang didanai oleh pemerintah Turki.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

fakta yang jarang diketahui tentang turki_1686016432

Trending

7 Fakta Tentang Turki yang Jarang Diketahui

Mediana.id-Beberapa waktu belakangan ini publik ramai membicarakan tentang Turki, terutama saat Turki memasuki pemilihan umum Presiden yang kemudian kembali dimenangkan oleh Erdogan. Turki adalah nega
1685713056119_1685713132

Trending

Viral Joe Biden Jatuh di Atas Panggung Saat Acara Wisuda Akademi Angkatan Udara

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengalami insiden memalukan saat menghadiri acara wisuda Akademi Angkatan Udara AS di Colorado, Kamis (1/6/2023). Dia tersandung dan jatuh di atas panggung saat
1681480355724_1681480186

Saintek

University of Florida Melarang TikTok, WeChat & Aplikasi Lain di Kampus

SIAPBELAJAR.COM - University of Florida (UF) mengumumkan bahwa pihaknya telah melarang aplikasi tertentu, termasuk TikTok dari jaringan Wi-Fi kampusnya untuk mematuhi peraturan darurat yang disetuju
1679987618494_1679987478

Saintek

Portugal Menyambut Hampir 70.000 Siswa Internasional pada Tahun Akademik 2021/2022

SIAPBELAJAR.COM - Kantor Statistik Nasional Portugal telah mengungkapkan bahwa hampir 70.000 siswa internasional terdaftar di Institusi Pendidikan Tinggi Portugis pada tahun akademik 2021/2022. Dat
1679554586526_1679554445

Saintek

Rencana Ambisius Jepang untuk Menyambut 400.000 Siswa Internasional pada Tahun 2033

SIAPBELAJAR.COM - Jepang berencana untuk menampung 400.000 siswa internasional pada tahun 2033 serta memikat mereka untuk tinggal dan bekerja di negara tersebut setelah lulus. Media lokal melaporka