SIAPBELAJAR.COM - Kecombrang
merupakan tumbuhan berwarna merah yang termasuk dalam jenis rempah-rempah.
Bagian bunga kecombrang yang masih kuncup sering kali dimanfaatkan sebagai
bumbu masakan dalam beberapa menu kuliner Indonesia. Begitu juga bagian buah,
biji, dan batangnya yang bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.
Kecombrang memiliki
nama ilmiah Etlingera elator atau
dikenal dengan “jahe obor merah muda”. Kecombrang banyak dibudidayakan di
negara-negara tropis dan digunakan sebagai bumbu dan penyedap makanan.
Dalam bahasa Inggris,
kecombrang dikenal dengan istilah torch
ginger yang diambil dari bentuk kuncup bunganya yang berwarna merah
menyerupai obor. Selain itu, beberapa orang juga mengenalnya sebagai red ginger lily.
Kandungan Nutrisi Kecombrang
Per 100 gram kecombrang
segar mengandung nutrisi sebagai berikut:
1. Air: 90 gram
2. Kalori: 34 kkal
3. Protein: 0,9
gram
4. Lemak: 1,0 gram
5. Karbohidrat: 6,7
gram
6. Serat: 2,6 gram
7. Kalsium: 60
miligram
8. Fosfor: 16
milligram
9. Zat besi: 1,0
miligram
10. Kalium: 650,6
miligram
11. Retinol (Vit.
A): 0,0 mikrogram
12. Beta karoten: 0,0
mikrogram
13. Karoten
Total: 73 mikrogram
14. Thiamin (Vit.
B1): 0,0 miligram
15. Riboflavin (Vit.
B2): 0,02 miligram
16. Niacin (Vit.
B3): 0,8 miligram
17. Vitamin C: 0,0
miligram
Menurut jurnal
penelitian Pakistan Journal Of
Biological Sciences, dijelaskan bahwa kecombrang memiliki potensi sebagai
bahan makanan yang mengandung antioksidan, antibakteri dan antikanker.
Kecombrang juga kaya akan
kandungan nutrisi, terutama mineral penting seperti kalsium, kalium dan fosfor.
Di sisi lain, kecombrang memiliki kalori yang rendah, namun tinggi akan
kandungan serat.
Berikut ini merupakan manfaat
kecombrang untuk kesehatan:
1. Agen Antibakteri
Kecombrang diyakini
dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Ia merespon gejala penyakit yang
disebabkan oleh mikroba patogen. Perlu diketahui, zat antibakteri terdapat pada
batang tanaman kecombrang.
Zat antibakteri yang
terdapat di dalamnya, yaitu Bacillus
cereus, Escherichia coli, Listeria monocytogenes dan Staphylococcus aureus.
Kandungan minyak atsiri,
alkaloid dan asam lemak pada kecombrang diketahui menjadi faktor dari sifat
antibakteri. Kecombrang dapat menjadi bahan pengawet makanan alami karena
memiliki sifat antibakteri.
2. Memiliki Efek
Antioksidan
Bunga kecombrang
diketahui memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Bahkan, kandungan
antioksidan ada pada hampir semua bagian tumbuhan kecombrang, mulai dari bunga,
batang, rimbang dan daunnya.
Efek antioksidan pada
kecombrang berasal dari senyawa flavonoid yang terkandung di dalamnya.
Flavonoid merupakan salah satu senyawa antioksidan yang dapat mencegah
terjadinya kerusakan sel dalam tubuh.
Selain itu, kecombrang
juga dikenal sebagai tanaman antikanker berkat kandungan antioksidannya yang
tinggi. Hal ini dikarenakan kecombrang mampu memperlambat kerusakan yang
diakibatkan oleh pertumbuhan sel kanker, khususnya pada sel kanker
payudara.
3. Memberikan Aroma
Segar
Kecombrang merupakan
pemberi cita rasa pada berbagai masakan. Hal ini dikarenakan aroma kecombrang
yang kuat, sehingga bisa mengurangi aroma anyir pada ikan atau seafood.
Tanaman rempah ini juga
memberikan aroma segar pada sambal dan hidangan masakan tumis maupun berkuah.
Bahkan, karena aromanya yang sangat khas, masakan yang dicampur dengan
kecombrang biasanya akan lebih mudah dibedakan dengan masakan lainnya.
Sama halnya seperti
daun kemangi, aroma segar kecombrang dipercaya dapat menghilangkan bau mulut
dan bau badan. Meski begitu, hal tersebut masih perlu pengujian klinis lebih
lanjut untuk memastikan khasiatnya tersebut.
Saintek
Share and Care
Share and Care
Share and Care
Share and Care
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib