SIAPBELAJAR.COM - Kepala Seksi Kantor Kesehatan Haji
Indonesia (KKHI) Muhammad Imran menganjurkan jemaah untuk memperhatikan asupan
cairan dengan minum air sesering mungkin, karena dehidrasi ini menjadi pemicu
awal mereka penyakit bawaan menjadi berat.
“Kami tetap selalu ingatkan jemaah haji maupun petugas di
hotel, di kloter maupun sektor, untuk selalu gunakan masker. Terutama saat
keluar dari kamar untuk menjaga karena kita masih dalam situasi pandemi. Jangan
lengah, jangan lalai walaupun Arab Saudi sudah longgarkan protokol kesehatan,”
Ungkap Imran di Makkah.
Baca Juga : UlangTahun Jakarta 22 Juni, Ini Sejarah Singkatnya
Masker masih menjadi barang penting bagi jamaah supaya tidak
terinfeksi virus dan harus menjalani isolasi. Dikarenakan walaupun gejala sudah
sembuh, masih harus tetap isolasi sampai masa inkubasi selesai baru
diperbolehkan beraktivitas keluar kamar. Dan tentunya akan menghambat aktivitas
saat ibadah haji.
berdasarkan data-data pelayanan tahun sebelumnya, yang
paling banyak dirawat baik di rumah sakit maupun KKHI adalah mereka yang terkena pnemonia.
Pneumonia merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan
oleh infeksi. Pneumonia bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga berat.
Beberapa gejala yang umum dialami penderita pneumonia adalah batuk berdahak,
demam, dan sesak napas.
“Nah cegah pnemonia ini mudah, pakai masker. Sebelum
pandemi, kasus radang paru sangat tinggi, apalagi di masa pandemi ini, jadi
tetap jemaah haji pakai masker di luar kamar, cuci tangan. Semua prokes yang di
lakukan di Tanah Air tetap di lakukan saat ibadah di Tanah Suci,” ucap Imran.
Imran lanjut mengingatkan untuk cukup minum air putih pada
saat keluar ruangan, terutama pada saat matahari sedang terik antara pukul 9-5
sore. Dianjurkan juga untuk menggunakan payung untuk menghindari sengatan terik
matahari langsung sekaligus mencegah dehidrasi.
Ada 8 kasus kaki yang melepuh karena kehilangan sandal saat
ibadah di masjid. Oleh karena itu Imron juga menghimbau jemaah agar terus
memperhatikan alas kaki nya.
Baca Juga : Waspada Begal Rekening dengan Modus Soceng
“Kami anjurkan jemaah ketika masuk masjid, sandalnya bawa, masukkan kantong plastik dan dibawa ke masjid. Kasus yang terjadi di Madinah itu karena mereka kehilangan sandal dan mereka mencoba nekat keluar ke toko beli sandal. Nah ini, jalan beberapa meter saja tanpa alas, kaki akan melepuh,” lanjut nya.
Religi
Religi
Religi
Saintek
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib