Petani Harus Beradaptasi Terhadap Tantangan Alam

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1656421022856_1656421058

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan, pertanian menghadapi tantangan besar dengan perubahan iklim saat ini.

“Dengan perubahan iklim yang ada, kita dihadapkan pada situasi bagaimana membuat pertanian ramah lingkungan dan cara kita beradaptasi dengan tantangan alam,” ungkap Syahrul saat memberikan arahan pada pembukaan Training of Trainers (TOT).

Petani didorong untuk siap menghadapi cuaca yang kurang menguntungkan, dan harus bisa beradaptasi dengan tantangan alam tersebut.

Baca Juga: Mendikbud Ristek Dorong Perguruan Tinggi MilikiDana Abadi Mandiri 

Training of trainer atau pelatihan ToT merupakan pelatihan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang disiapkan untuk menjadi pelatih atau trainer dan meneruskan materi pelatihan tersebut kepada orng lain.

Syahrul sangat mengapresiasi penyelenggaraan TOT ini. Menurutnya, TOT mengenai praktik pertanian ramah lingkungan seharusnya bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diimplementasikan di lapangan.

“Kemampuan petani harus ditingkatkan, peningkatan produksi harus disertai sustainability dengan menjaga ekosistem agar tetap sehat,” terusnya.

Pertanian ramah lingkungan sejalan dengan pertanian berkelanjutan yang merupakan implementasi dari RPJMN Prioritas Nasional (PN) 6 tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.

Respon Positif

Dwita Ria Gunandi, selaku Anggota DPR RI juga berpendapat masyarakat Provinsi Lampung juga sangat menyambut baik penyelenggaraan Tot ini yang secara khusus membahas pertanian ramah lingkungan.

Baca Juga: Daftar di Sini! Mulai 1 Juli Pembeli BBMBersubsidi Harus Terdaftar di My Pertamina 

Kegiatan ToT ini diharapkan mampu menjawab tantangan dalam meningkatkan produksi pangan di tengah ancaman pemanasan globaldan krisis lahan.

“Tugas besar kita adalah berdaulatnya pangan dan sejahteranya masyarakat khususnya petani, serta tercapainya visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ungkap Dwita.

Indonesia mempunyai visi untuk menjadi lumbung pangan dunia, dan hal itu sangat mungkin untuk dicapai.

Dwita berpendapat, perlu adanya gerakan dan terobosan dalam sektor pertanian yang dilakukan secara bersama-sama.

Pertanian ramah lingkungan sejalan dengan pertanian berkelanjutan yang merupakan implementasi dari RPJMN Prioritas Nasional (PN) 6 tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690945962925_1690945978

Share and Care

Info Beasiswa Kuliah Dalam Negeri & Luar Negeri, Simak Juga Cara Mendapat Beasiswa!

Mediana.id - Beasiswa adalah bantuan finansial yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang berprestasi atau membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Beasiswa bisa b
1687663807672_1687663819

Saintek

Blood Falls: Air Terjun Berwarna Darah di Antartika

Mediana.id - Antartika dikenal sebagai benua yang tertutup oleh es dan salju putih. Namun, ada satu tempat di Antartika yang menampilkan pemandangan yang berbeda: air terjun berwarna merah darah. Temp
1687236765765_1687236886

Trending

Yuk lihat 10 keindahan alam di dunia!

Mediana.id - Selama ini, kamu banyak melihat tempat-tempat yang menarik dan indah. Namun, apakah kamu pernah bertanya-tanya, kira-kira di mana sih tempat-tempat dengan pemandangan yang terindah di dun
1687221382766_1687221392

Seniraga

Pemain Indonesia yang Menarik Perhatian di Laga Kontra Argentina

Mediana.id - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Argentina dengan skor 0-2 pada laga FIFA Matchday yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (19/6/2023). Meski kalah, ada be
Screenshot_20221125_080325_copy_433x260_1_1669343031

Saintek

Ekspedisi Kampung Naga, Fieldtrif Sekolah Alam Depok Bersama Guru di Tasikmalaya

SIAPBELAJAR.COM - Kampung Naga yang berada di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya menjadi tempat kegiatan perdana fieldtrif Sekolah Alam Depok bersama per