Penyembelihan Hewan Kurban di DKM Al-Muhajirin Tasikmalaya

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1657427560579_1657428487

Penyembelihan Hewan Kurban di DKM Al-Muhajirin Tasikmalaya

SIAPBELAJAR.COM- Hari Raya Idul Adha menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Meskipun waktu perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini ada perbedaan, namun hal tersebut tidak menghilangkan kehidmatan dalam pelaksanaannya. Antusiasme masyarakat dalam merayakannya, tampak juga di Kampung Cisaro RT03/06 Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Hujan ringan pada Ahad pagi (10/10) di Cisaro, tak menyurutkan warga untuk tetap antusias mengikuti rangkaian acara Hari Raya Idul Adha, mulai dari Sholat Ied hingga pada saat penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di sekitar lokasi sekretariat DKM Al-Muhajirin yang pelaksanaanya dipimpin oleh H. Endang Solih.

Jumlah Hewan Kurban

Setiap tahunnya, DKM Al-Muhajirin biasanya melaksanakan penyembelihan hewan kurban 3 sampai 5 ekor. Namun tahun ini, DKM Al-Muhajirin menyembelih hewan kurban sebanyak 5 ekor jenis sapi dan 1 ekor domba.

Baca juga: Adab Berhari Raya Idul Adha yang Disunnahkan Baginda Rasul S.A.W

“Ahamdulillah tahun ini DKM Al-Muhajirin menyembelih 5 ekor sapi dan 1 ekor domba, 2 sapi diantaranya milik H. Ade dan H. Yudi” kata H. Eman selaku Ketua DKM Al-Muhajirin. 

Menurutnya  3 ekor sapi yang disembelih oleh anggota kurban DKM Al-Muhajirin dibagi untuk 21 orang, dengan rincian satu ekor sapi dibagi kepada 7 orang.

Sistem Pelaksanaan Kurban & Perekrutan Anggota

Berkat kepercayaan warga setempat DKM Al-Muhajirin, Haji Eman mengatakan setiap tahunnya selalu melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

“Alhamdulillah berkat kepercayaan para warga, kami membuat pelaksanaan kurban setiap tahunnya.” ungkap Haji Eman.

Menurutnya, dengan sistem arisan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Idul Adha selalu terlaksana.

“Jadi kami membentuk pelaksanaan kurban itu istilahnya dengan sistem arisan. Setiap 4 tahun sekali dibentuk kelompok sehingga terbentuk 28 orang untuk 1 sapi. Jadi kalau kurban 3 ekor sapi, maka dibentuk 3 kali lipat jumlah orangnya” kata dia. 

Setiap 4 tahun sekali dilakukan perekrutan anggota kurban  baru, yang berfungsi untuk menyinambungkan pelaksanaan kurban di tahun berikutnya. Apabila anggota sudah terbentuk, maka anggota baru belum diperbolehkan masuk menjadi anggota terkecuali jika ada anggota yang mengundurkan diri.

Baca juga: Kenapa Idul Adha 2022 Indonesia dan Arab Saudi Berbeda? Ini Penjelasannya

“Kalau anggota kurban sudah terbentuk, gak bisa lagi ada anggota baru yang masuk. Tapi misal ada anggota yang tiba-tiba keluar karena alasan tertentu nah baru bisa ada anggota lain yang baru masuk, jadi jumlahnya pas” tambah dia.

Setiap penyembelih mendapatkan 1/3 bagian atau sekitar 4kg. Sedangkan untuk anggota yang tidak berkesempatan berkurban tahun ini mendapatkan bagian sebesar ½ kg. Daging kurban pun dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Terbilang Spesial

Menurut H.Eman, penyembelihan hewan kurban di kampungnya terbilang spesial, dikarenakan harga sapi bisa lebih murah dibandingkan dengan sistem pembelian hewan kurban berdasarkan arisan lainnya.

“Karena kita beli sapi di atas 80 atau 90 kg tapi harganya lebih murah. Yang lain itu harganya sudah Rp 3 jutaan per orang, sedangkan di sini tahun ini biaya per orang hanya Rp 2,8 juta. Jadi terbilang lebih murah” kata dia. 

Panitia Pelaksana

Panitia pelaksana penyembelihan hewan kurbanmerupakan warga di lingkungan DKM Al-Muhajirin terlibat di dalamnya, termasuk juga ibu-ibunya.

“Sekitar 50-60 orang pada ikut berpartisipasi, jadi semuanya ikut kerja dan terlibat di acara ini. Ibu-ibu nya pun turut berpartisipasi dalam acara ini, biasanya mereka yang masak buat konsumsi untuk dibagikan setelah proses penyembelihan selesai,” kata H.Eman.

Makna Idul Adha Bagi Mereka

H. Eman mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha ini merupakan ajang "Pesta Sosial" di masyarakat, mereka bisa berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu. Ia pun berharap acara penyembelihan hewan kurban ini terus berlanjut bahkan bertambah setiap tahunnya.

H. Aleh selaku anggota panitia Kurban DKM Al-Muhajirin mengatakan bahwa kurban merupakan ajang untuk mengurbankan segala akhlak yang sifatnya bertentangan dengan agama.

“Seperti yang disampaikan oleh para ulama dan dalam hadist, kita berkurban artinya sifat hewan yang ada di diri manusia itu harus dikurbankan. Seperti serakah, takabur, merasa lebih utama itu harus kita sembelih. Dalam kehidupan itu, semua manusia sama.” kata H. Aleh.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682637965204_1682638007

Trending

Gaji Guru PPPK di Kota Tasikmalaya Capai 40 Miliar Pertahun

SIAPBELAJAR.COM – Guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di Kota Tasikmalaya berjumlah 1.035 formasi telah dipenuhi. Itu telah dilakukan sejak 2021 hingga 2022 lalu, 1.035 guru PPPK
1682466602020_1682466660

Trending

4 Tempat Wisata Paling Hits di Tasikmalaya Saat Libur Lebaran

SIAPBELAJAR.COM -  Hallo Bosku, apa kabar gimana kabarnya semoga sehat selalu dan semangat di momen lebaran tahun ini.Team siapbelajar.com akan kasih rekomendasi tempat wisata yang ada di Tasikma
1687920815766_1687920829

Religi

Doa Menyembelih Hewan Qurban: Bacaan Arti dan Tata Caranya

Mediana.id - Menyembelih hewan qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Ibadah ini dilakukan pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk pen
1687130028329_1687130055

Religi

Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 H Kamis 29 Juni

Mediana.id - Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Keputusan ini diambil setelah Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1444 H yang dige
1686905638740_1686905651

Religi

Libur Idul Adha 2023 Berapa Hari? Ini Penjelasan Pemerintah

Mediana.id - Umat Islam di Indonesia akan merayakan hari raya Idul Adha 1444 H/2023 pada bulan Juni mendatang. Namun, ada kemungkinan perbedaan tanggal perayaan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Hal