SIAPBELAJAR.COM- Hari Raya Idul Adha menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Meskipun waktu perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini ada perbedaan, namun hal tersebut tidak menghilangkan kehidmatan dalam pelaksanaannya. Antusiasme masyarakat dalam merayakannya, tampak juga di Kampung Cisaro RT03/06 Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Hujan ringan pada Ahad pagi (10/10) di Cisaro, tak menyurutkan warga untuk tetap antusias mengikuti rangkaian acara Hari Raya Idul Adha, mulai dari Sholat Ied hingga pada saat penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di sekitar lokasi sekretariat DKM Al-Muhajirin yang pelaksanaanya dipimpin oleh H. Endang Solih.
Jumlah Hewan Kurban
Setiap tahunnya, DKM Al-Muhajirin biasanya melaksanakan penyembelihan hewan kurban 3 sampai 5 ekor. Namun tahun ini, DKM Al-Muhajirin menyembelih hewan kurban sebanyak 5 ekor jenis sapi dan 1 ekor domba.
Baca juga: Adab Berhari Raya Idul Adha yang Disunnahkan Baginda Rasul S.A.W
“Ahamdulillah tahun ini DKM Al-Muhajirin menyembelih 5 ekor sapi dan 1 ekor domba, 2 sapi diantaranya milik H. Ade dan H. Yudi” kata H. Eman selaku Ketua DKM Al-Muhajirin.
Menurutnya 3 ekor sapi yang disembelih oleh anggota kurban DKM Al-Muhajirin dibagi untuk 21 orang, dengan rincian satu ekor sapi dibagi kepada 7 orang.
Berkat kepercayaan warga setempat DKM Al-Muhajirin, Haji Eman mengatakan setiap tahunnya selalu melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
“Alhamdulillah berkat kepercayaan para warga, kami membuat pelaksanaan kurban setiap tahunnya.” ungkap Haji Eman.
Menurutnya, dengan sistem arisan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Idul Adha selalu terlaksana.
“Jadi kami membentuk pelaksanaan kurban itu istilahnya dengan sistem arisan. Setiap 4 tahun sekali dibentuk kelompok sehingga terbentuk 28 orang untuk 1 sapi. Jadi kalau kurban 3 ekor sapi, maka dibentuk 3 kali lipat jumlah orangnya” kata dia.
Setiap 4 tahun sekali dilakukan perekrutan anggota kurban baru, yang berfungsi untuk menyinambungkan pelaksanaan kurban di tahun berikutnya. Apabila anggota sudah terbentuk, maka anggota baru belum diperbolehkan masuk menjadi anggota terkecuali jika ada anggota yang mengundurkan diri.
Baca juga: Kenapa Idul Adha 2022 Indonesia dan Arab Saudi Berbeda? Ini Penjelasannya
“Kalau anggota kurban sudah terbentuk, gak bisa lagi ada anggota baru yang masuk. Tapi misal ada anggota yang tiba-tiba keluar karena alasan tertentu nah baru bisa ada anggota lain yang baru masuk, jadi jumlahnya pas” tambah dia.
Setiap penyembelih mendapatkan 1/3 bagian atau sekitar 4kg. Sedangkan untuk anggota yang tidak berkesempatan berkurban tahun ini mendapatkan bagian sebesar ½ kg. Daging kurban pun dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
Menurut H.Eman, penyembelihan hewan kurban di kampungnya terbilang spesial, dikarenakan harga sapi bisa lebih murah dibandingkan dengan sistem pembelian hewan kurban berdasarkan arisan lainnya.
“Karena kita beli sapi di atas 80 atau 90 kg tapi harganya lebih murah. Yang lain itu harganya sudah Rp 3 jutaan per orang, sedangkan di sini tahun ini biaya per orang hanya Rp 2,8 juta. Jadi terbilang lebih murah” kata dia.
Panitia Pelaksana
Panitia pelaksana penyembelihan hewan kurbanmerupakan warga di lingkungan DKM Al-Muhajirin terlibat di dalamnya, termasuk juga ibu-ibunya.
“Sekitar 50-60 orang pada ikut berpartisipasi, jadi semuanya ikut kerja dan terlibat di acara ini. Ibu-ibu nya pun turut berpartisipasi dalam acara ini, biasanya mereka yang masak buat konsumsi untuk dibagikan setelah proses penyembelihan selesai,” kata H.Eman.
H. Eman
mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha ini merupakan ajang "Pesta Sosial" di
masyarakat, mereka bisa berbagi dengan orang-orang
yang kurang mampu. Ia pun berharap acara penyembelihan hewan kurban ini terus
berlanjut bahkan bertambah setiap tahunnya.
H. Aleh selaku anggota panitia Kurban DKM Al-Muhajirin mengatakan bahwa kurban merupakan ajang untuk mengurbankan segala akhlak yang sifatnya bertentangan dengan agama.
“Seperti yang disampaikan oleh para ulama dan dalam
hadist, kita berkurban artinya sifat hewan yang ada di diri manusia itu harus
dikurbankan. Seperti serakah, takabur, merasa lebih utama itu harus kita
sembelih. Dalam kehidupan itu, semua manusia sama.” kata H. Aleh.
Trending
Trending
Religi
Religi
Religi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib