Sejarah Hari Koperasi Nasional

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1657607808574_1657607821

Sejarah Hari Koperasi Nasional

SIAPBELAJAR.COM- Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) diperingati setiap tanggal 12 Juli. Peringatan hari koperasi menjadi penting bagi masyarakat, karena badan usaha ini dianggap paling sesuai dengan sifat bangsa Indonesia yang suka bekerja sama dan bergotong-royong.

Menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 1967, koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Tema

Dikutip dari akun Twitter resmi Kementerian Koperasi dan UKM RI @KemenkopUKM, Hari Koperasi Nasional ke-75 mengangkat tema “Transformasi Koperasi untuk Ekonomi Berkelanjutan” di mana tema ini merupakan pengejawantahan dari upaya koperasi bertransformasi dari citra model lama dan konsensional, menjadi model baru dan professional. Sehingga koperasi dapat sejajar dengan badan usaha lain yang memiliki sensitifitas usaha yang tinggi dan diminati oleh generasi muda. 

Sejarah Hari Koperasi Indonesia 

Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh Robert Owen (1771-1858) yang berkebangsaan Skotlandia. Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di Eropa, koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia.  

Baca juga: Apa Kabar Koperasi Unit Desa di Indonesia?

Di Indonesia sendiri, koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R. Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896. Ia melihat banyak para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir.

Kemudian, Patih R. Aria Wiria Atmaja mendirikan bank untuk para pegawai negeri dengan mengadopsi sistem serupa dengan yang ada di Jerman yakni koperasi kredit.

Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia karena didorong oleh sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan, sesuai dengan prinsip koperasi.

Pada tahun 1908, Dr. Sutomo yang merupakan pendiri Boedi Utomo memberikan peranannya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat. Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, dibentuk dengan tujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi.

Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi. Setelah Jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah Asia termasuk Indonesia, sistem pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke Pemerintahan Jepang.  

Lalu, Jepang mendirikan koperasi Kumiyai. Namun hal tersebut hanya dimanfaatkan Jepang untuk mengeruk keuntungan dan menyengsarakan rakyat Indonesia. 

Baca juga: Cerita Anyaman Bambu Tasik Craft

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari itu kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia, sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya. 

Kongres Koperasi I menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain:

1. Mendirikan sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI)

2. Menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi

3. Menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi 

Akibat tekanan dari berbagai pihak seperti Agresi Belanda, keputusan Kongres Koperasi I belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, pada tanggal 12 Juli 1953, diadakanlah Kongres Koperasi II di Bandung, yang antara lain mengambil putusan sebagai berikut: 

1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sebagai pengganti SOKRI

2. Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah

3. Mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia

4. Segera akan dibuat undang-undang koperasi yang baru 

Pemerintah Republik Indonesia telah mengatakan dengan tegas bahwa dalam rangka pembangunan nasional, koperasi ini harus menjadi tiang seri dan wadah utama bagi perekonomian rakyat. 

Kebijakan tersebut benar-benar sesuai dengan isi dan jiwa UUD 1945 pasal 33 ayat 1, yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. 

Sehubungan dengan itu, peranan koperasi menjadi sangat penting karena dalam melaksanakan ekonomi yang secara bersama-sama dapat menggalang kekuatan yang lebih besar untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. 

Koperasi Indonesia didirikan pada tanggal 12 Juli 1960 oleh Drs. Moh. Hatta. Pada waktu itu beliau menjabat sebagai Wakil Presiden. Beliau merupakan seorang ahli ekonomi, menurut beliau ekonomi kerakyatanlah yang bisa mensejahterakan rakyat Indonesia.

Atas jasanya di bidang koperasi, Drs. Moh. Hatta diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia dan pada tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1691570450042_1691570458

Share and Care

Coldplay: Sejarah dan Prestasi Grup Band Rock Alternatif Asal Inggris

Mediana.id - Coldplay adalah salah satu grup band rock alternatif paling populer di dunia. Dengan lagu-lagu yang emosional, melodi yang indah, dan lirik yang menghanyutkan, Coldplay telah menarik juta
1690772782288_1690772798

Share and Care

Tujuh Belas Agustus: Sejarah dan Makna Hari Kemerdekaan Indonesia

Mediana.id - Tujuh belas agustus adalah hari yang sangat bersejarah dan bermakna bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal ini, pada tahun 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda d
1689224375512_1689224387

Ekonomi

Refleksi 76 Tahun Koperasi Indonesia: Dari Perjuangan Kemerdekaan hingga Transformasi Digital

Mediana.id - Jakarta - Koperasi Indonesia memasuki usia yang ke-76 tahun pada tanggal 12 Juli 2023. Usia ini bukanlah usia yang muda, melainkan usia yang matang dan berpengalaman. Koperasi Indonesia t
1689220551088_1689220589

Ekonomi

Menteri Koperasi Ajak Masyarakat Perkuat Ekonomi Gotong Royong di Hari Koperasi 2023

Mediana.id - Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat ekonomi gotong royong melalui koperasi di Hari Koperasi Indo
1688786633635_1688786862

Seniraga

Sejarah Sepak Bola: Dari Cina Kuno hingga FIFA

Mediana.id - Sepak bola adalah olahraga yang paling populer di dunia saat ini. Jutaan orang di berbagai negara menyukai dan memainkan olahraga ini, baik sebagai pemain maupun sebagai penonton. Sepak b