Indonesia Terancam Resesi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1657837507721_1657837531

Ilustrasi resese ekonomi

SIAPBELAJAR.COM - Indonesia masuk ke dalam daftar 15 negara di dunia yang terancam mengalami resesi, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) mewanti-wanti prospek ekonomi global kian gelap.

Berdasarkan hasil survei Bloomberg, Indonesia masuk dalam daftar 15 negara yang berisiko mengalami resesi. Dalam daftar tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-14.

Baca jugaKuota Guru ASN P3K 2022, Lulus PG Diprioritaskan

Sri Lanka, yang mengalami ketidakstabilan ekonomi dan sosial baru-baru ini, menempati posisi pertama negara berpotensi resesi dengan presentase 85 persen.

Menyusul kemudian New Zealand 33 persen, Korea Selatan dan Jepang dengan presentase 25 persen. Sedangkan China, Hongkong, Australia, Taiwan, dan Pakistan dengan presentase 20 persen. Malaysia 13 persen, Vietnam dan Thailand 10 persen, Filipina 8 persen, Indonesia 3 persen, dan India 0 persen.

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi survei tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dibandingkan dengan negara-negara lain dalam daftar itu, Indonesia memiliki indikator ekonomi yang lebih baik.

"Indikator neraca pembayaran kita, APBN kita, ketahanan dari GDP (produk domestik bruto), dan juga dari sisi korporasi maupun dari rumah tangga, serta monetary policy kita relatif dalam situasi yang tadi disebutkan risikonya 3 persen, dibandingkan negara lain yang potensi untuk bisa mengalami resesi jauh di atas, yaitu di atas 70 persen," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers di Bali, Rabu (13/7/2022).

Krisis Biaya Hidup

Sementara, kepala IMF Kristalina Georgieva mengatakan pihaknya akan menurunkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global pada bulan ini.

Dalam perkiraan terakhir yang dikeluarkan pada April silam, IMF memperkirakan pertumbuhan global hanya akan mencapai 3,6 persen tahun ini.

Georgieva beralasan perang di Ukraina, inflasi tinggi di luar ekspektasi dan pandemi Covid yang masih terus terjadi, menjadi penyebab semakin gelapnya prospek ekonomi ke depan.

Beberapa hal ini membuat krisis biaya hidup semakin parah bagi jutaan orang, kata Georgieva. Sementara yang paling terdampak, lanjut Georgieva, adalah keluarga miskin.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1661907625758_1661907655

Trending

BBM Naik, Pemerintah Berikan 3 Jenis Bansos

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah kembali membuat kebijakan baru dengan cara memberikan bantuan sebesar Rp 24,17 triliun kepada masyarakat sebagai tambahan bantuan sosial atas rencana pengalihan subsidi ba
1661257555214_1661257570

Ekonomi

Menkeu Laporkan Realisasi Anggaran 2021 ke DPR RI

SIAPBELAJAR.COM - Realisasai pendapatan negara pada APBN tahun 2021 tercatat mencapai Rp2.011,3 triliun, sementara realisasi belanja negara pada APBN tahun 2021 mencapai Rp2.784,4 triliun. Hal ini diu
1661137469096_1661137490

Ekonomi

Ekonomi 2022 Menguat Signifikan di Tengah Ketidakpastian & Tren Perlambatan Global

SIAPBELAJAR.COM - Meskipun dihadapkan pada ketidakpastian dan tren perlambatan ekonomi global, pemulihan ekonomi nasional semakin menguat pada triwulan II-2022. PDB nasional tumbuh kuat sebesar 5,4% p
1661136103287_1661136127

Saintek

Simak Pengumuman Beasiswa LPDP Tahap 2 Hasil Seleksi Administrasi 2022

SIAPBELAJAR.COM - Bagi pendaftar Beasiswa LPDP tahap 2 pasti sudah tak sabar untuk mengetahui hasil seleksi administrasi. Pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa LPDP Tahap 2 tahun 2022 segera
1660267235719_1660267258

Ekonomi

Pergeseran Resiko Perekonomian Global

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa risiko perekonomian dunia telah bergeser dari sebelumnya pandemi Covid-19, saat ini risiko berasal dari tekanan ek